Tampilkan postingan dengan label Chalcedony. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chalcedony. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Informasi Seputar Agate Batu Sejuta Umat

Agate/Akik adalah salah satu varietas Kalsedoni keturunan Quartz mikrokristalin dengan jenis, warna, dan variasi pola yang hampir tak terhitung banyaknya.
Agate
Agate (background, photo by Lech Darski) - CC BY-SA 4.0
Istilah 'Agate' berasal dari nama Sungai Achetes di Sisilia tempat dimana batu ini banyak ditemukan. Dan memang, Agate atau Akik banyak diketemukan di sekitar daerah aliran sungai.

Terminologi Agate secara umum diterapkan bagi semua batu Kalsedoni dengan jalur atau garis berbentuk pita, namun banyak juga Agate yang tidak memiliki pola ini dengan jelas.

Agate seperti itu biasanya lebih translucent dengan inklusi berbentuk serabut, seperti cabang/ranting tumbuhan atau jalinan lumut. Nama khusus untuk tipe ini adalah Dendritic Agate dan Lumut/Moss Agate atau Lace Agate.

Warna-warni yang menawan dan keragaman coraknya membuat batu ini sangat unik dan tidak ada satu batu pun yang sama dengan batu lainnya.

Speciment
Koleksi berbagai spesimen Agate 1920-1950 - foto by Dsdugan C0
Derajat kekerasan permata turunan Quartz dengan formula kimia SiO2 ini berada di level 7 pada skala Mohs.

Batu ini sudah sangat lama dikenal manusia, mungkin termasuk permata yang pertama digunakan sejak masih era purbakala alias masa pra sejarah.

Ribuan tahun lalu bangsa-bangsa Sumeria, Mesir dan Yunani Kuno memanfaatkan Agate bukan saja sebagai perhiasan tapi juga dalam upacara-upacara ritual mereka.

Indonesia tentu saja tak ketinggalan, Agate atau Akik telah lama dikenal dan entah berapa ratus atau ribu jenis, tipe dan nama yang diberikan untuk batu yang tak pernah kehilangan penggemar ini.

Nama untuk Agate ini memang tergolong unik, hampir tidak ada ketentuan yang baku, nama-nama itu seringkali diberikan oleh si penjual, kolektor atau pemiliknya sendiri.

Kalsedoni, Quartz
Spesimen Dendritic Agate - origin Ken River, India. Foto by By 峠 武宏   CC BY-SA, 3.0 
Nama itu tergantung pula pada warna, pola, air batu, atau lokalitas batu itu ditemukan dan seringkali juga berdasar penilaian subyektif dari isi empunya batu.

Cukup membingungkan, bukan? Tapi begitulah nasib batu yang jumlahnya melimpah dengan varietas dan tipe yang juga seolah tak ada habis-habisnya.

Nama-nama Agate
Seperti disinggung di atas, nama-nama Agate boleh dibilang tak akan bisa dibilang hehe.. kita sendiri memiliki nama lokal yang banyak sekali untuk batu jenis ini.

Demikian pula di dunia internasional, meski jenis batunya cuma satu yaitu Agate atau Akik, tapi namanya ada ratusan atau bahkan ribuan. Akan sangat sulit untuk menghafalnya satu persatu.

Agate, Kalsedoni, Quartz
Agate origin Queesland Australia, foto by Lech Darski - CC SY-BA 4.0
Namun ada nama untuk tipe tertentu yang tampaknya berlaku umum sehingga digunakan cukup luas untuk tipe yang sama walau mungkin originnya berbeda, meskipun tetap saja standar penamaan itu tidak juga selalu jelas batas-batasnya.

Beberapa nama internasional Agate itu di antaranya: Onyx, Sardonyx, Moss Agate, Fire Agate, Carnelian, Blue Lace Agate, Fortification Agate, Iris Agate, Dendritic Agate, Sagenite Agate, dan banyak lagi.

Bagaimana Agate Terbentuk?
Ada beberapa teori mengenai genesa (keterjadian) batu ini, sekilas telah disinggung di blog ini dalam artikel tentang Quartz yang silakan anda klik linknya di sini.

Tapi baiklah mari kita sedikit kita ulang. Kejadiannya barangkali tidak sesederhana uraian di bawah ini, tapi inilah pendekatan yang paling bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah.

Spesimen Agate origin Argentine - foto wiki
Kebanyaan Agate terbentuk di area dengan aktivitas vulkanik dimana air yang kaya kandungan silika (SiO2) mengalir dalam retakan-retakan atau rongga-rongga yang terdapat dalam lapisan batu yang tercipta dari lava yang membeku (igneous rock).

Ketika silika koloid itu semakin tinggi kadar silikanya, agar-agar silika mulai terbentuk pada dinding rongga tersebut. 'Agar-agar' tersebut perlahan mengkristal membentuk lapisan kristal mikrokristalin.

Sedikit demi sedikit, lapis demi lapis permukaan kristal itu tertutupi lagi oleh gel silika yang masuk berikutnya yang kemudian juga terkristalisasi. Lama kelamaan lapisan kristal itu pun menebal.

agate
Fire Agate, sejenis Agate langka, origin Aguasculientes, Mexico - foto by Rob Lavinsky, iRock.com - CC-BY-SA-3.0
Konsentrasi silika pada cairan yang masuk tidak selalu sama, dimana hal tersebut memungkinkan masuknya zat lain  yang tercampur dalam larutan silika itu tadi.

Pencampuran itu menghasilkan perubahan warna, tidak heran jika ada gradasi warna atau terbentuk lapisan-lapisan warna yang tegas pada satu kristal tunggal.

Ketika zat asing itu ikut terkristalisasi dihasilkanlah Agate dengan rupa-rupa inklusi yang bisa berbentuk lembaran, ranting/cabang pohon atau seperti jalinan lumut.

Meskipun Agate biasanya terbentuk dalam batuan lava, batu ini bisa juga terbentuk pada batuan endapan (sedimentary rock) seperti limestone atau batu gamping/kapur.

Itu sebabnya mengapa kristal Agate seringkali ditemukan dalam bebatuan pejal atau batu gamping yang terdapat pada alur-alur lembah atau di area perbukitan.

Lalu mengapa banyak kristal Agate ditemukan disekitar daerah aliran sungai? Hulu-hulu sungai berada di sekitar pegunungan, dimana kristal batu ini dulunya terbentuk ketika gunung-gunung itu masih aktif.

Oleh berbagai peristiwa alam, pelapukan batuan, hujan lebat atau banjir, longsor dan serupa itu, maka kristal-kristal itu jauh terbawa arus sepanjang alur sungai tersebut.

Sejarah si Batu Akik
Sejarah batu Akik internasional barangkali tidak bisa dilepaskan dari sejarah pusat pengolahan batu di Idar-Oberstein, sebuah kota kecil di Jerman.

Kota kecil yang diapit pegunungan Hunsrück itu sejak lama terkenal sebagai sentra industri pengolahan Agate dan Jasper yang depositnya dihasilkan wilayah di sekitarnya.
Idar-Oberstei, Jerman foto CC BY-SA 3.0
Kerajinan yang sempat lesu karena bahan baku mulai menipis bergairah kembali ketika ditemukan deposit Agate dalam jumlah besar di Rio Grande do Sul, Brazil .

Deposit yang ditemukan pada tahun 1800an itu kemudian dikapalkan ke Idar-Oberstein untuk diolah di sana.

Tentu saja datangnya bahan baku mentahan tersebut disambut gembira oleh para pengrajin yang memang tradisinya sebagai perajin batu telah berbilang abad.

Dari pusat industri pengolahan Agate dan jasper, kini Idar-Oberstein menjadi salah satu pusat cutting dan polishing permata paling penting dan terkemuka di dunia.

Deposit Akik tersebar hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang tercatat menjadi salah satu sumber penting permata ini.

Beberapa tempat seperti Martapura di Kalimantan telah lama dikenal sebagai sentra pengolahan batu legendaris di negeri ini.

Kecuali varietas yang sangat unik dan langka secara umum permata ini harganya relatif tidak terlalu mahal, kekerasannya mumpuni dan perawatannya tidak rumit.

Kecantikan warna dan pola-polanya yang unik dan sangat beragam menyebabkan Agate disukai hampir semua kalangan mulai dari penggemar permata sampai kolektor, sehingga tidak salah jika dikatakan Agate adalah permatanya sejuta umat.

Kisah batu unik lainnya :

Ocean Jasper, Batu Unik dari Madagaskar

Kisah di Balik Pietersite alias si Batu Badai

Dan ini Kisah Batu 1001 Malam 

Keindahan Permata Sungai Dareh atau Idocrase

Senin, 19 Maret 2018

Mengenal Ocean Jasper dari Madagaskar

Ocean Jasper adalah nama dagang jasper multiwarna dari Madagaskar dengan corak/pola umum khas berbentuk lingkaran.

Madagaskar
Slab/lempengan rough Ocean Jasper 
Beberapa memiliki pola seperti pita atau ada juga yang diselaputi taburan Quartz jernih, yang biasanya disebut "druzy".

Meskipun biasanya disebut juga jasper orbikular (Jasper dengan inklusi berbentuk bulat atau lingkaran), riset terakhir mengatakan bahwa dia adalah mineral kalsedoni.

Anda tentu sudah mengetahui Kalsedoni merupakan salah satu turunan Quartz. Istilah Kalsedoni dulu diterapan pada semua permata turunan Quartz dalam kelompok mikro atau kriptokristalin.

Namun kemudian dipersempit untuk batu dengan air batu translucent dengan warna tunggal contohnya batu Lavender, Anggur Leci, Rafflesia dan Akik Pacitan.

Batu khas Madagaskar ini dikatakan lebih dekat ke Kalsedoni karena dia memiliki sifat translucent (meneruskan cahaya), Jasper adalah istilah untuk varian Kalsedoni opaque (tidak tembus cahaya), kecuali jika kita membelahnya dengan irisan yang sangat tipis.

Dari mana asal Ocean Jasper?
Sejauh ini Ocean Jasper hanya ditemukan di satu wilayah di dunia, yaitu di Barat Daya Madagaskar. Tepatnya di wilayah Analalava, region Sofia, Mahajanga, Madagaskar. Depositnya terdapat di dua lokal berbeda yang terpisah seitar 15 km.

Ocean Jasper
1. Pedesaan tepi laut Marovato yanng terkenal dengan corak lingkaran multiwarna, translucent dan Jasper druzy.

Marovato sendiri artinya "Banyak Batu" dalam bahasa Malagasi, 'vato' bisa jadi asal katanya 'batu' dari bahasa Melayu mengingat nenek moyang kita ada yang merantau dan beranak-pinak di sana sejak berabad-abad silam.

Lokasi penambangan Ocean Jasper dan salah satu sudut dusun Marovato, Madagaskar (foto: googleimage)
2. Di sekitar pedesaan Kabamby,  2,5 km lebih masuk ke daratan, terkenal dengan varietas Ocean Jasper hijau dan kuning yang warnanya cenderung merata, lebih opaque, dengan pola lingkaran banyak yang menyatu dan tampak lebih geometris.

Apakah perbedaan antara varietas Ocean Jasper
Ada empat lokasi berbeda yang menghasilkan permata ini di Marovato, masing-masing dengan ciri khasnya sendiri. Di lokasi-lokasi tambang itu ketika terjadi cuaca ekstrim seperti hujan lebat bahkan material Jasper kadang ditemukan di permukaan tanah.

Beberapa contoh Ocean Jasper dengan ciri khasnya (foto: googleimage)
1. Lokasi pertama ditambang dari tahun 1999 sampai 2006. Batunya cenderung berwarna hijau, pink dan putih, dengan pola bulat sempurna yang lebih sedikit. Panjang lokasi tambang sekitar 30 meter dengan lebar 7,5 meter.

2. Tambang kedua mulai dieksplorasi tahun 2005 sampai 2006. Range warnanya lebih luas, banyak ditemukan batu dengan warna dasar merah atau kuning, dengan pola lingkaran yang lebih jelas. Panjang jalur tambang itu sekitar 10 meter dan lebar 4,5 meter.

3. Area tambang ketiga ditemukan tahun 2013 namun segera kehabisan deposit enam bulan berikutnya. Depositnya cenderung pink, hijau dan putih, dengan corak bulatan yang bercampur antara yang bulat sempurna dan kurang jelas bulatannya. Luasan area ini sekitar 3 meter kali 2 meter saja.

4. Lokasi keempat ditemukan tahun 2014 namun hanya bertahan tiga bulan saja, letaknya lebih menjorok ke dalam, sekitar 500 dari lokasi pertama. Material yang dihasilkan pink, hijau dan putih, kadang terdapat Jasper kuning.

Kebanyakan depositnya kecil-kecil namun dengan corak lingkaran yang jelas, serupa dengan deposit di lokasi tambang kedua.

Sementara rough Ocean Jasper di Kabamby warnanya hijau tua dan kuning keemasan, kadang pink, merah dan putih (off white).

Tambang ini mulai beroperasi sejak tahun 2002 sampai sekarang dan materialnya ditemukan dekat ke permukaan tanah di lahan seluas hampir 35 km persegi.

Beberapa lokasi di Madagaskar juga menghasilkan batu yang diklaim serupa dengan Ocean Jasper, dikenal dengan nama Ocean Wave Jasper.

Warna-warninya serupa dengan Ocean jasper dengan corak bulatan tidak sebanyak jenis yang pertama namun lebih didominasi dengan garis-garis pita bergelombang, batu-batu ini ditambang sejak tahun 2002 sampai 2006.

Bagaimana Ocean jasper ditemukan?
Sejarah awal permata dengan pola unik ini masih misterius. Catatan tentang kalsedoni Madagaskar pertama kali diangkat oleh Alfred Lacroix dalam jurnalnya Minéralogie de Madagascar (Mineralogi Madagaskar).

Rough Ocean Jasper, foto Lionel Allorge
Jurnal itu diterbitkan tahun 1922. Namun material dengan pola/corak lingkaran seperti Ocean Jasper tidak tercantum dalam tulisan itu.

Dr Klaus Thalheim, seorang pakar mineral Jerman, pernah mendokumentasikan sebuah fragmen bebatuan milik Richard Baldauf yang kemungkinan adalah Ocean Jasper dari Kabamby.

Richard Baldauf adalah seorang koletor mineral asal Jerman yang hidup di sekitar awal abad 20. Batu itu dikatakan sebagai Augenjaspis dari Kabamby, 'Augenjaspis' berasal dari bahasa Jerman yang berarti 'Eye Jasper' atau jasper dengan pola bulatan seperti bola mata).

Pada tahun 1977 sebuah foto Ocean Jasper dari Kabamby disertakan dalam buku Encyclopédie des Minéraux (Ensklopedia Mineral) karya Grund dan disebut sebagai batu unik dari Kabamba.

Akan tetapi lokasi yang ducantumkan tidak tepat, karena Kabamba terletak jauh di tengah daratan Madagaskar, sedangkan Ocean Jasper ditemukan di daerah dekat pantai.

Pada pergantian milenium (1999) batu ini seolah ditemukan kembali oleh Paul Obeniche dan seperti kebanyakan para pemburu permata, awal penyelusuran mereka dimulai dari buku Ensiklopedia Mineral karya Grund di atas.

Paul mendapatkan contoh spesimen batuan tersebut dari beberapa orang yang mengatakan batu itu ditemukan di sepanjang pantai Barat Daya madagaskar.

Pemburu permata ini kemudian melakukan penelusuran di lapangan untuk melokalisir tempat itu. Ocean Jasper kemudian ditemukannya pada bulan Oktober 1999, di dekat pantai sekitar perkampungan Marovato.

Depositnya ternyata berbeda dari varietas kuning dan hijau seperti yang dibayangkannya, ternyata range warnanya lebih luas.

Sementara material origin Kabamby yang kuning dan hijau tadi ditemukan tidak jauh dari tempat itu, yaitu agak lebih ke dalam menjauh dari pantai.

Benarkah Berasal dari Laut ?
Karena ditemukan dekat pantai, banyak orang percaya batu ini berasal dari laut. Memang lokasi tambang pertama dan kedua di Marovato dekat dengan pantai, namun tambangnya sendiri berada di bawah tanah.

Permata bercorak unik ini pertamakali muncul di ajang Tucson gemstone show pada tahun 2000 dengan nama Ocean Jasper dan segera menarik minat para penggemar permata.

Nama yang sudah dipatenkan ini diberikan oleh Paul Obeniche dan Eugene Mueller yang membawannya ke ajang pameran batu itu.

Pola pada batu ini memang mengingatkan orang pada gelombang atau riak air laut. Dan memang lokasi pertama ditemukannya sangat dekat dengan pantai, dimana ketika laut sedang surut saja Jasper Madagaskar ini bisa ditambang.

Bagaimana dengan kita Indonesia ? Selain yang sudah dikenal banyak orang, sudah barang tentu masih banyak sekali mineral permata yang terpendam di dalam sana, menunggu untuk diangkat, diperkenalkan dan 'berbicara' di ajang permata internasional.

Batu menarik lainnya :

Ini Dia Kisah Batu 1001 Malam

Dan Ini Kisah Gemerlap si Hitam Sepanjang 1000 Abad

Jasper dan Warna-warninya yang Memikat

Mengenal Pietersite si Batu Badai 

Senin, 12 Maret 2018

Warna Warni Memikat Permata Jasper

Jasper adalah satu  varietas Quartz mikrokristalin yang paling terkenal dan sudah lama dikenal orang. Namanya diambil dari bahasa Yunani yang artinya kurang lebih batu bercorak. 
Pancawarna
Motif, warna dan corak Pancawarna yang termasuk salah satu varietasJasper
Sedikit berbeda dengan Kalsedoni yang umumnya translucent atau semi transparan maka Jasper adalah Kalsedoni tipe tidak tembus cahaya (opaque ).

Selain mineral utamanya yang berupa silikon dioksida, ada lebih dari 20% material lain yang tercampur dalam kristalnya. Sehingga Jasper lebih merupakan bebatuan (rock) daripada mineral.

Material itu bisa biasanya oksida besi (hematit), oksida mangaan, oksida logam lainnya bahkan unsur organik seperti zat hidrokarbon. Karena ini pula Jasper akhirnya tampil dengan beragam corak dan warna.

Jasper dengan berbagai corak dan pola warnanya.
Struktur kristalnya lebih ke grainy (butiran) daripada fibrous (serabut), sehingga walaupun Jasper termasuk Kalsedoni sebagian pakar memisahkan permata ini ke dalam kelompok tersendiri.

Rough-nya seringkali ditemukan berupa bongkahan-bongkahan besar meskipun ada juga yang ditemukan dalam bentuk-bentuk lain.

Corak dan Warna Jasper
Selain kristalnya yang padat dengan derajat kekerasan yang tangguh khas turunan Quartz (7 - 7.5), inilah yang mejadi fitur utama batu ini.

Boleh dibilang permainan adukan warna dengan berbagai intensitas, tebal tipis dan corak-corak unik inilah yang menjadi ciri khas dan penentu keindahannya.

Jika diperhatikan dengan seksama, batu ini seperti kanvas yang dilukis dalam aliran abstrak, kubisme, atau pointilisme yang luar biasa indahnya. Para penikmat batu pasti merasakan hal ini.

Karena begitu tak terhingga pola dan warna Jasper sehingga hampir mustahil membaginya dalam tipe-tipe tertentu berdasar fitur ajaibnya ini.

Sebagian kecil saja dari pola-pola khas yang terdapat pada Jasper
Sebanyak itu corak dan warna sebanyak itu pula namanya, sehingga mungkin akan membingungkan. Namun ada beberapa nama yang dikenal luas digunakan dalam perdagangan batu permata seperti yang tercantum di bawah ini :

Agate Jasper, Brecciated Jasper, Egyptian Jasper, Banded Jasper, Basanite, Blood Jasper, Hornestone, Scenic Jasper, Biggs Jasper, Bruneau Jasper, Moukaite, Plasma, Orbicular Jasper, Picture Jasper, Ocean Jasper, Bumble Bee, Zebra, dan Moss Jasper.

Di luar itu mungkin masih ada puluhan atau ratusan nama lain yang disematkan pada batu ini, nama-nama itu biasanya menunjukkan origin atau lokalitas batu ini berasal atau karena ciri khas tertentu.

Seperti halnya Panca Warna dengan keindahan dan pola warnanya yang begitu dramatis dan menakjubkan. Permata ini adalah Jasper yang namanya kemudian dibagi lagi menjadi :

Pancawarna Edong (foto: googleimage - batu bukan milik pribadi tapi milik beberapa kolektor di Indonesia)
Pancawarna Edong untuk permata yang didapat di lahan milik Ki Edong, di Garut. Pancawarna Ciangel, dan Pancawarna Cigunung Herang.

Melihat keindahannya, boleh jadi Panca Warna adalah salah satu Jasper dengan warna-warni paling indah dan paling mahal di dunia. Jasper yang mirip dengan Panca Warna dikenal dengan nama Morrisonite di Amerika Serikat.

Selain batu ornamen atau ukiran, Jasper juga cocok dibuat berbagai macam perhiasan baik berupa kalung, gelang, liontin, mata cincin dan lain-lain.

Keistimewaan lain batu ini rata-rata harganya tidak terlalu mahal. Sehingga cocok bagi anda yang ingin belajar menggosok batu sendiri.

Quartz adalah mineral paling yang banyak terkandung dalam kerak bumi, nomor dua setelah Feldspar, karena itu tidak heran jika deposit Jasper tersebar di banyak tempat di dunia.

Negara penghasil Jasper yang penting di antaranya: Indonesia, Australia, Brazil, Canada, Mesir, India, Kazakhstan, Madagaskar, Mexico, Rusia, Urugay, Venezuela dan Amerika Serikat.

Batu indah lainnya :

Garnet Mahenge si Delima Afrika nan Langka

Popularitas Malasit yang Tak Pernah Pudar

Misteri dan Kisah Zamrud Terbesar di Dunia

Pendar Cahaya Emas Abadi dari Sunstones

Rabu, 08 Maret 2017

Serba Serbi Bacan atau Gem Silica

Gem Silica adalah varietas Kalsedoni yang paling berharga. Warna biru kehijauannya diperoleh dari elemen tembaga yang menyusup pada kisi-kisi kristal ketika mineral permata ini terbentuk.
Rough Gem Silica yang sudah dipolish (7.6 x 4.7 x 4.3 cm), origin: Arizona (USA), foto: Rob Lavinsky, iRocks.com,-CC BY-SA 3.0
Batu ini secara internasional dikenal dengan nama Gem Silica atau Chrysocolla Chalcedony. Kita menyebutnya 'Bacan' dan terbagi dalam sub-spesies yang secara informal dinamai 'Bacan Doko', 'Bacan Gulau', atau 'Bacan Palamea'

Biasanya nama-nama itu menunjukkan kualitas atau tampilan tertentu sebuah Bacan. Sementara Gem Silica adalah terminologi umum untuk semua sub-spesies batu ini.

Batu berkualitas terbaik biasanya dinilai dari originalitas (natural/nontreatment)  dan intensitas warna, yaitu penuh merata atau sudah melebur maksimal dan memiliki tingkat kejernihan yang optimal (minim inklusi).

Permata yang di Indonesia dihargai tinggi ini sudah lama populer, tampilannya ada yang mirip Giok jenis Imperial Jade sehingga menaikkan pamor batu ini ke jenjang yang lebih tinggi.

Imperial Jade adalah varietas Giok jadeit yang hijau beningnya laksana Zamrud, sangat dipuja di China, dengan pemujaan yang konon  melebihi pemujaan mereka terhadap batu apa pun.

Bagi anda yang ingin tahu lebih banyak tentang Giok dan Imperial Jade plus misteri yang menyelimutinya, silakan baca artikelnya di sini:

Baca juga: Menyingkap Misteri Batu Permata Giok

Permata paling indah yang langka
Dalam keluarga Quartz, Gem Silica digolongkan sebagai varietas Kalsedoni yang paling langka dan paling berharga. Harganya di luar sana bisa mencapai 100 USD/ct atau lebih untuk kualitas terbaik.

Namun, meskipun Gem Silica termasuk permata yang paling indah, kalau mau dilihat secara global, ternyata masih banyak orang belum pernah mendengar atau mengenal permata ini,

Batu ini memang termasuk ekslusif, keberadaannya di alam termasuk sedikit. Di Indonesia depositnya hanya terdapat di sebuah pulau kecil di Maluku (Pulau Bacan). Sementara di Amerika kian hari kian sulit saja mendapatkan spesimen berkualitas bagus.

Bacan atau Gemsilica asli Indonesia yang hijau-birunya sungguh segar dan sedap dipandang (foto dan batu milik para kolektor di Indonesia)
Batu dengan top quality biasanya diburu oleh para kolektor, investor atau spekulator di dunia permata, sementara di kalangan desainer perhiasan, batu ini tampaknya terbatas digunakan oleh jewelery designer kelas atas.

Dia juga jarang dipajang di mall-mall atau pusat-pusat penjualan gemstones bergengsi, kalau pun ada banderol harganya pasti akan sangat tinggi.

Gem Silica dalam mineralogi
Meskipun disebut Chrysocolla Chalcedony ternyata ia bukan varietas Chrysocolla. Hasil penelitian mutakhir menunjukkan mineral chrysocolla tidak berpengaruh signifikan dalam kristal batu ini.

Dalam istilah ilmu mineral, Chrysocolla disebut hidro-tembaga-silikat dengan senyawa tembaga sebagai penyebab warnanya kebiruan, yang bisa dikatakan mirip dengan Pirus.

Rough Chrysocolla (origin: Congo) foto: Rob Lavinsky, iRocks.com-CC-BY-SA-3.0
Chrysocolla sendiri tidak digunakan secara luas sebagai permata, namun mineralnya termasuk penting karena Cyrsocolla adalah sedikit dari permata yang mengandung tembaga seperti pada Pirus.

Akan tetapi mineral ini termasuk lunak, derajat kekerasannya 2 sampai 4 pada skala Mohs. Meskipun birunya indah, Chrysocolla terlalu lembek untuk dijadikan jeweleries apalagi mata cincin.

Ketika diangkat dari dalam tanah, rough Chrysocolla biasanya didapatkan bercampur dengan Malakit, Azurit, Pirus atau kristal Quartz.

Kaitannya dengan Gem Silica, secara teknis Gem Silica atau Bacan adalah Kalsedoni yang warna biru-hijau nya disebabkan oleh tembaga (cuprum), sama dengan biru yang di dapat oleh Chrysocolla.

Jadi dapat dikatakan, batu ini adalah perpaduan antara keindahan biru Chrysocolla dengan Kalsedoni yang kekerasannya superior. Perpaduan ini menghasilkan Gem Silica dengan tone biru-hijau yang indah.

Makna lain dari istilah 'gem silica' adalah: 'gem' = material berkualitas permata, dan 'silica' = sekeras silika (quartz) yang membuatnya sangat handal dan tangguh, bandingkan dengan Chrysocolla yang lunak atau bahkan Pirus yang kekerasannya 6 pada skala Mohs.

Istilah lain dari Bacan adalah 'chrysocolla in chalcedony' yang artinya kurang lebih '(warna) chrysocolla di dalam mineral kalsedoni'. Maknanya serupa dengan di atas, Gem Silica adalah Kalsedoni dengan keindahan warna Chrysocolla

Masih keturunan Quartz
Gem Silica adalah varietas Kalsedoni dari kelompok quartz kriptokirstalin. Ya, Quartz yang terkenal sebagai induk dari berbagai batu permata yang tak terbilang banyaknya itu.

Bicara soal Quartz, barangkali ingatan kita akan melayang kepada batu seperti Amethyst (Kecubung), Citrine (Kecubung Kuning/Topaz Madeira), Ametrine, Rock Crystal (Quartz Bening/Kinyang ES), dll.
Amethyst
Batu-batu di atas termasuk dalam kelompok quartz makrokristalin. Sementara varietas quartz terbanyak sesungguhnya adalah tipe kriptokristalin: di mana Kalsedoni adalah salah satu di antaranya.

Quartz kriptokristalin terdiri dari gabungan kristal-kristal sangat kecil (mikroskopis) dan biasanya translucent sampai opaque, dengan luster waxy, vitreous (glassy) sampai kusam (dull).

Meski daging batunya sangat halus, mineral ini bersifat porous (berpori-pori) sehingga bisa menyerap cairan, karena itu banyak Kalsedoni yang dicelup (dyed) untuk mengubah atau menyempurnakan warnanya, tak terkecuali Gem Silica (Bacan)

Treatment pada Gem Silica
Batu ini bisa dikoreksi cahaya atau warnanya dengan merendamnya di dalam air. Air yang terserap akan meningkatkan kualitas warnanya, namun hal ini hanya bersifat temporary (sementara).

Kalsedoni bening atau yang berasap (milky) dapat dicelup (dyed) dengan cairan pewarna anorganik yang mengandung garam cobalt atau tembaga sehingga mirip dengan Bacan. (sumber: Gems & Gemology; 2006, Vol. 42 Issue 3, p140).

Batu-batu seperti itu seharusnya tidak dijual dengan nama Bacan... tapi yah tahu sendirilah, terlalu banyak orang yang memanfaatkan ketidak tahuan orang akan hal ini. Waspadalah jika anda membeli Bacan, dapatkan dari sumber yang layak anda percaya.

Tambang Gem Silica (Bacan)
Seperti telah dikatakan di atas, sejauh ini hanya sedikit tempat di muka bumi yang diketahui mengandung Bacan. Kebanyakan lokasi-lokasi ini hanya produktif selama beberapa tahun sebelum akhirnya kehabisan deposit.

Beberapa tempat di antaranya:.

Miami-Inspiration Mine di Globe-Miami area, Arizona, USA. Untuk saat kini tambang inilah penghasil utama Gem Silica dengan kualitas terbaik. Tempat lainnya di provinsi ini adalah Ray Mine.

Keystone Copper, Arizona, USA. Pernah menghasilkan Gem Silica dalam jumlah yang cukup lumayan di awal tahun 1900an.

Gemsilica, origin: Arizona  (USA) foto: instagram.
Gem Silica juga ditemukan dalam jumlah terbatas di New Mexico (USA), Mexico, Peru, Chili, Taiwan, Philipina dan tentu saja Pulau Bacan, Indonesia.

Bacan alias Gem Silica tampaknya memang ditakdirkan untuk jadi barang langka, deposit yang ditemukan tidak pernah dalam size besar, beratnya maksimal hanya beberapa kilogram.

Tidak seperti Serpentine (Giok Aceh yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu) atau sebuah bongkahan tunggal Rock Crystal yang pernah ditemukan dalam ukuran besar dan beratnya berton-ton.

Anda sudah punya Bacan yang terjamin originalitasnya? Berbahagialah, anda termasuk salah satu pemilik benda langka nan indah dan tiada duanya itu.

Satu-satunya permata alam yang mirip dengan Gem Silica alias Bacan adalah Aquaprase yang berasal dari Afrika. Bedanya, 'Bacan Afrika' ini memperoleh warna indahnya dari senyawa chrom atau nikel.

Baca juga: Aquaprase, Chalcedony Biru Kehijauan dari Afrika


Senin, 06 Maret 2017

Aquaprase, Chalcedony Biru Kehijauan dari Afrika

Ketika itu, di tahun 2014, seperti biasa Yianni Melas, seorang pencari permata kawakan sedang melakukan kegiatan rutinnya di suatu tempat di Afrika.
Aquaprase source image instagram - Yianni Melas
Saat mengunjungi pondok sejawatnya tampaklah sesuatu pada sebuah rak. Ia melihat bongkahan-bongkahan batu yang kelihatan jelek. Namun dia tahu itu adalah spesimen menarik yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Sebagai pencari batu veteran sudah ribuan jenis spesimen pernah dia lihat. Namun kali ini ia merasa berbeda. "Sulit menjelaskannya, saya hanya merasa ada sesuatu yang lain." katanya.

"Saya tahu itu sesuatu yang tidak biasa'" tambahnya. "Potongannya benar-benar buruk dan anda hanya bisa melihat sedikit warna biru-kehijauan di dalamnya."

Rough Aquaprase - foto insagram Yianni Melas
Tapi ketika disenter, bongkahan itu tampak berubah warna dari biru kehijauan menjadi kuning kehijauan. Timbul dalam pikirannya, dari mana datangnya batu-batu itu?

Area tempat ia melihat batu ini pertama kali, diketahui oleh kalangan setempat sebagai penghasil Opal. Ketika menggali tanah di sana ia menemukan spesimen (rough) dengan tipe yang berbeda-beda sebagaimana layaknya rough Opal.

Dia memperlihatkan rough yang didapat kepada rekan-rekan sejawatnya atau komunitas batu permata. Kebanyakan tidak tertarik dan tak seorang pun -termasuk yang sudah ahli- tahu batu jenis apa itu?
Aquaprease, foto instagram Yianni Melas
Ada mengatakan Opal Hijau, ada yang bilang Chrysoprase sementara yang lain mengatakan Chrysocolla. Dia sendiri yakin batu ini tidak termasuk ke dalam spesies tersebut.

Teman-temannya mulai mentertawakan ketika dia masih ngotot. "Saya biasanya menerima apa yang dikatakan orang, tapi kali ini saya tahu saya benar."

Maka ia pun membawanya ke sebuah gem lab resmi dan setelah beberapa bulan diteliti, diputuskanlah bahwa batu itu jenis Chrysoprase. Tapi Melas masih merasa belum yakin.

"Bekerja di laboratorium dan di lapangan itu berbeda," katanya. "Masing-masing ada kelebihan sendiri. Biasanya saya dengar apa kata orang. Tapi kali ini saya tetap pada pendirian saya. Saya tahu batu ini berbeda"
Aquaprase, source image instagram - fablebay
"Kata 'chrysoprase' berasal dari bahasa Yunani yang artinya 'kuning-hijau', sementara batu ini memiliki cahaya biru yang kuat... " tambah Melas.

"Saya katakan kepada orang lab, 'Dengar saya ini keturunan Yunani. Kami memberi nama pada apa saja, tapi kami tidak akan pernah menamai batu biru-hijau adalah 'chrysoprase' karena arti kata itu adalah kuning keemasan.'

Akhirnya Melas mengirimkan spesimen batu ini ke Gemological Institute of America (GIA) untuk diteliti lebih lanjut.

"Selama tiga bulan saya tidak mendapat kabar apa-apa dari mereka," kata Melas. "Kemudian mereka menelpon dan mengatakan bahwa saya telah menemukan sesuatu yang luar biasa. Batu itu bukan chrysoprase, bukan pula chrysocolla. Tapi spesies chalcedony yang belum pernah ditemukan sebelumnya."

GIA menjuluki batu Kalsedoni afrika ini "Bluish Green Chaldeony" atau Kalsedoni Biru Kehijuan yang dimasukan ke dalam jajaran permata jenis baru. Betul-betul baru dan belum memiliki nama.

Aquaprase foto instagram Yianni Melas
Melas menamakannya "Aquaprase". 'Aqua' mencerminkan warnanya yang biru laut dan 'prase' adalah gambaran nuansa atau bayangan warnanya yang kehijauan.

Sejak saat itu perasaan pencari batu kawakan ini bagai teraduk-aduk. Tidak semua orang bisa digelari penemu, apalagi sepanjang tahun berikutnya penemuan Melas jadi perbincangan di mana-mana.

Akun instagramnya dipenuhi foto dan berbagai dokumentasi tentang Aquaprase dan ia tampak bangga dengan penemuannya itu.

Uji laboratorium
Gem Lab GIA banyak melakukan pengujian untuk memastikan dari jenis apa batu ini. Selain juga untuk memastikan bahwa batu ini tidak melewati treatment apapun.

"Saya ingin batu ini tetap natural tanpa rawatan ini itu, bahkan tidak setitik minyak pun di dalamnya," kata Melas. "Dalam polishing terakhir pun kami tidak memolesinya dengan lilin."

Dua tipe rough Aquaprase
Sejauh yang diketahui Melas, batu ini belum ditemukan di tempat lain dan menurut pengamatannya terdiri dari dua tipe: Tipe translucent dengan warna biru-hijau dan tipe baby-blue yang dalamnya agak berasap dan bisa berubah warna.

Warna biru kehijauan Aquaprase memang berbeda dari jenis Kalsedoni Afrika yang pernah diteliti GIA. Permata ini mendapatkan warnanya dari senyawa chrom atau nikel.

Liontin Aquaprase, source image: instagram - fablebay
Perbedaan dengan Chrysoprase Chalcedony atau Gem Silica (Bacan) dari tingkat penyerapan spektrum, dan komposisinya di mana Bacan mendapatkan warna biru kehijauannya dari senyawa cuprum (tembaga).

Di manakah Aquaprase ditambang? Sampai sekarang Mr. Yianni Melas merahasiakan tempat ditemukannya batu ini dan tempat itu aman dari serbuan para pemburu permata.


Rabu, 01 Maret 2017

Kalsedoni, Kelompok Permata yang Paling Banyak Varietasnya

Chalcedony/Kalsedoni adalah permata Quartz kriptokristalin yang terbentuk dari campuran antara kristal quartz dengan 5% sampai 20% kristal moganite (polymorf dari quartz)


Chalcedony
Permata ini masih keturunan Quartz dari kelompok kuarsa kriptokristalin. Susunan kristalnya sangat kecil, kompak dan halus sehingga tak bisa dilihat bahkan oleh mikroskop optikal. Beberapa spesies memiliki struktur kristal yang 'lebih besar' dan masuk dalam kelompok kuarsa mikrokristalin.

Untuk beberapa lama mineral ini dianggap memiliki tekstur (daging batu) yang berserat atau fibrous. Namun sejak tahun 2007 diketahui Kalsedoni adalah gabungan antara Quartz dan Moganite.

Salah satu varietas Chalcedony, Green Agate (foto: by rockcrystal)
Kedua-duanya adalah kristal silika namun dengan sistem kristal yang berbeda, sejak tahun 2007 Moganite ditetapkan salah satu polymorf (bentuk lain) dari silika dan bersama Quartz menjadi salah satu komponen pembentuk Kalsedoni dengan kadar 5% sampai 20%.

Secara umum istilah Kalsedoni diterapkan kepada semua jenis akik atau permata quartz kriptokristalin. Di mana varietas ini memiliki warna, kejernihan, ukuran dan pola atau corak yang sangat beragam.

Chalcedony
Namun akhir-akhir ini istilah Kalsedoni dipersempit untuk varietas dengan sifat translucent (semi transparan), berwarna tunggal dengan range warna mulai kebiruan, keunguan, kuning, oranye, warna tomat, merah, coklat sampai putih atau abu-abu.

Kalsedoni populer yang banyak beredar di pasaran di antaranya Akik Pacitan, Lavender/Anggur, Leci, Anggur Hijau, Rafflesia (Limau Manis), Solar Aceh dan banyak lagi yang begitu disukai oleh para pecinta batu.

Solar Aceh yang masih termasuk keluarga Chalcedony dengan air batu dan range warna kuning coklat kehijauan yang khas.
Varietas Kalsedoni dengan tampilan, corak atau warna spesifik biasanya memiliki nama tersendiri sesuai dengan ciri khasnya. Di dunia internasional dikenal nama-nama seperti: Agate, Onyx, Sardonyx (Junjung Drajat), Chrysoprase, Chrysocolla, Carnelian, Jasper, Bloodstone, Plasma, Geode dll.

Nama-nama lokal yang populer di antaranya Sungai Dareh, Bacan, Pandan, Batu Sulaiman, Combong, Lumut Suliki, Pancawarna dan berbagai Akik,di mana masing-masing batu memiliki sub varietas dengan nama khusus pula.

Luster Kalsedoni tergolong waxy (seperti lilin) sampai vitreous (glassy). Kekerasannya rata-rata 7 pada skala Mohs, cukup tangguh dan handal sehingga batu ini termasuk awet.

Kalsedoni dalam sejarah
Mineral ini memang sangat unik dan jika ditelusuri lebih jauh ke belakang ternyata Kalsedoni memiliki sejarah yang panjang.

Ia sudah dikenal oleh orang-orang Babilonia ribuan tahun yang lalu.Di era Romawi Kuno, para pejabat tinggi kerajaan ini senang sekali menggunakan Kalsedoni sebagai perhiasan mereka.

Orang-orang jaman Victoria juga menggunakan Kalsedoni untuk cameo (ukir batu) dan intaglios (seni grafir pada batu): teksturnya memungkinkan para perajin untuk membentuk atau mengukir apa saja pada batu ini.
Seni ukir batu Cameo dan Intaglio
Konon batu ini juga disebut di dalam Injil dan tertulis pada Kitab Wahyu, bahwa batu ini adalah satu dari dua belas batu yang menghiasi dinding kota di masa itu.

Lebih jauh lagi Kalsedoni bahkan sudah dikenal sejak zaman purba, beberapa peralatan dapur atau senjata dan perhiasan manusia jaman itu ditemukan terbuat dari Kalsedoni.

Dan hebatnya, di era kekinian, meski pun Kalsedoni bukan permata mahal dan depositnya terdapat di mana-mana, batu ini seakan tidak pernah kehilangan penggemarnya.

Varietasnya yang luar biasa dengan warna dan pola yang tidak ada habis-habisnya membuat Kalsedoni selalu diminati oleh penyuka batu sampai ke level penggila atau pemburu batu profesional.

Rourgh berbagai varietas Chalcedony, yang dikenal sebagai Lavender, Chrysoprase, Akik Pacitan, Sardonyx (Junjung Drajat), Onyx (Hitam), Agate dll
Melihat sejarahnya yang panjang, tidak diragukan lagi, mineral ini adalah material paling penting sepanjang masa. Tidak hanya di dunia perhiasan namun juga penting bagi sains dan industri lain.

Asal kata Kalsedoni
Kata 'Chalcedony' sangat mungkin berasal dari 'Chalcedon', sebuah pelabuhan kuno di Asia Minor yang berhadapan langsung dengan Byzantium (koloni Yunani, sekarang wilayah Turki), orang Yunani menyebutnya 'chalkedon' sementara dalam bahasa Latin jadi 'chalcedonius'.

Ilustrasi sebuah kota pelabuhan era Byzantium sebelum jatuh ke tangan Constatinopel, Chalcedon terletak berseberangan dengan wilayah Yunani Kuno ini, sekarang  wilayah Turki dan bernama Kadikoy, bagian dari kota Instanbul.
Dalam bahasa sehari-hari Kalsedoni kita kenal sebagai akik, dan seperti yang telah disinggung di atas, beberapa di antaranya memiliki keistimewaan khusus sehingga memiliki nama tersendiri dan tentu saja nilai tersendiri pula.

Salah satu Kalsedoni termahal adalah spesies krisoprase berwarna hijau apel transparan. Batu ini pernah menjadi favorit Frederick the Great dari Prussia (Jerman), yang begitu menyukai warnanya yang hijau terang.

Chrysocolla, image by DerHexer/Harvard Museum of Natural History 
Di era sekarang kita bisa melihat Bacan yang fenomenal itu. Sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu batu ini begitu digilai para penggemar permata, Bacan adalah varietas Kalsedoni jenis Chrysocolla Chalcedony, di luar negeri Bacan dikenal dengan nama Gem Silica dan kebanyakan berasal dari USA, Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Mexico, Peru dan Chili).

Bentuk dan gosokan pada Kalsedoni
Umumnya Kalsedoni digosok dalam variasi cabochon, spesies yang langka kadang diasah facet seperti round, oval atau cushion, bisa juga fancy cuts seperti trillion dan heart.

Kalsedoni yang digosok tumbled (glundungan atau sesuai bentuk aslinya) sangat populer di kalangan pecinta permata, biasanya untuk pajangan, untaian kalung, gelang atau untuk terapi crystal healing


Tumbled stones, beberapa di antaranya tidak termasuk Kalsedoni (img: Arpingstone)
Batu ini memiliki teksture kristal yang solid dan kompak sehingga memungkinkan untuk dipahat atau diukir, seperti dalam seni carving stones, cameo, intaglio atau keperluan ornamental lainnya.

Treatment pada Kalsedoni
Penyempurnaan atau penguatan warna pada Kalsedoni biasanya dilakukan melalui teknik dying atau pencelupan.

Untuk menimbulkan efek tertentu dilakukan treatment dengan teknik 'suntik' seperti yang terlihat pada batu dengan lafal atau gambar tertentu.

Batu ini termasuk mineral yang porous (berpori-pori) sehingga zat kimia pewarna dapat melakukan penetrasi ke dalam batu ini.

Teknik iradiasi jarang dilakukan pada batu ini, walau kata slentingan ada juga Kalsedoni yang di-iradiasi untuk menyempurnakan warnanya. Sementara teknik pemanasan (heated) bisa juga dilakukan pada jenis Kalsedoni tertentu.

Varietas Kalsedoni
Baik di pasaran lokal maupun global, banyak spesies Kalsedoni yang sudah terkenal dan diperjual-belikan dengan nama-nama dagang yang diakui secara internasional.

Seperti di antaranya, Agate (akik yang sub varietasnya hampir tidak terhitung), Fire Agate (akik langka dari Mexico), Onyx, Sardonyx, Plasma, Chrysoprase, Chrysocolla, Carnelian, Akik Fosil, Blue Chalcedony, Crysocolla Chalcedony (Bacan), Fosil Kayu (Tiger's Eye) dan banyak lagi.

Apa nama batu-batu ini? Silahkan anda namai satu per satu batu-batu indah di atas, ini baru sebagian kecil dari varietas Kalsedoni yang super duper itu banyaknya :)
Di pasaran lokal pun kita mengenal berbagai macam akik, jika tidak bisa dikatakan semua, kebanyakan batu-batu itu masuk ke dalam kelompok mineral Kalsedoni.

Nah, begitu banyak macamnya permata dalam grup mineral ini, tidak salah jika dikatakan Kalsedoni hadir ke hadapan anda dengan 1000 wajah, bahkan mungkin lebih dan... hebatnya selalu indah.

Tulisan menarik lainnya:

9 Berlian Termahal di Dunia

12 Permata Paling Langka dan Termahal di Dunia

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang