Tampilkan postingan dengan label Garnet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garnet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Garnet Mahenge si Delima Langka dari Afrika

Garnet Mahenge adalah satu varian Garnet piralspit yang sangat gemerlap. Range warnanya bervariasi mulai dari orange kemerahan sampai pink keunguan.

Garnet Mahenge yang gemerlap dalam berbagai bentuk gosokan facet
Batu yang berkerabat erat dengan Spessartine/Spessartite si Garnet orange itu belum lama ini ditemukan di Mahenge, Tanzania, tepatnya di bulan Desember 2015.

Mahenge sempat menjadi pusat perhatian dunia gemstones ketika ditemukannya deposit Spinel berkualitas tinggi dengan warna merah pinky neon di tahun 2007.

Sayangnya, deposit Spinel nan sensasional itu tidak lagi dihasilkan sejak 2015. Namun setelah itu ditemukanlah permata lain yang tak kalah atraktif yang kemudian dijuluki Garnet Mahenge.

Delima Langka
Rough Garnet Mahenge, origin Tanzania
Roughnya ditemukan sekitar Desember 2015 dan muncul pertama kali dalam pameran batu permata di Tucson, USA tahun 2016.

Range warnanya mulai dari pink buah peach sampai ke warna pink lebih dalam dengan tone warna keunguan atau orange.

Hebatnya, selain warna-warni yang indah, kristal Garnet Mahenge ini sangat jernih dan gemerlap. Tidak heran jika ada yang menyebutnya sebagai 'garnet padparaja'.

Kristal Garnet Mahenge, origin Tanzania
'Padparaja/padsparadscha' adalah sebutan untuk Safir berkualitas khusus dengan warna oranye pinky yang tersohor itu.

Harganya cukup mahal, Garnet Mahenge 1.6 ct berbentuk round (brilyant) dengan diameter sekitar 7 mm ditawarkan seharga hampir 2 juta rupiah ($140). Semakin besar ukurannya semakin mahal pula harganya.

Garnet asal Mahenge ini mirip dengan Garnet Malaia yang depositnya ditemukan di Lembah Umba, di negeri yang samaTanzania, namun tampaknya lebih langka, harganya pun rata-rata lebih mahal dari jenis pertama.

Beberapa Garnet Malaia dengan tone warna dan kualitas istimewa oleh pedagang permata kadang dinamakan Garnet Malaia Mahenge untuk menyatakan kualitasnya yang setara. Seperti contoh pada video di bawah ini :


Pedagang yang jujur tentu akan mengatakan originnya, karena memang kedua Garnet itu berasal dari daerah berbeda.

Ada juga yang tetap mengatakan si Delima langka ini sebagai Garnet Malaia/Malaya namun menyertakan originnya yaitu Mahenge.

Garnet Malaya
Pertama dan yang Terakhir
Sayang sekali sejak kemunculannya di tahun 2016 batu ini belum ditemukan lagi deposit barunya, penemuannya pada Desember 2015 itu tampaknya merupakan yang pertama sekaligus yang terakhir, setidaknya untuk saat ini.

Tidak heran jika pasokan Delima langka asal Afrika ini termasuk sedikit sehingga harganya tergolong cukup mahal.

Sama seperti Garnet lainnya, batu cantik ini tidak melewati perlakuan khusus untuk meningkatkan kejernihan atau warnanya, baik dengan pemanasan atau pencelupan.

Kekerasannya sangat tangguh 7 - 7.5 pada skala Mohs, cocok untuk aneka perhiasan, termasuk mata cincin pria karena keras dan tahan gores.

Permata Garnet lainnya :

Keindahan Andradite si Delima Hijau

Warna-warni Garnet Grossular 

Pyrope, si Mirah Delima Nabi Nuh

Almandine, Delima Merah nan Menawan

Tsavorite, Gemerlap si Garnet Hijau

Ulasan lengkap permata Garnet :

Warna-warni Garnet si Batu Delima

Rabu, 07 Maret 2018

Kemilau Indah Spessartine si Garnet Oranye

Spessartine adalah spesies Garnet berwarna orange. Namanya diambil dari nama tempat batu ini konon pertama kali ditambang, yaitu di Spessart (Bavaria, Jerman).
Spessartine
Spessartine  dan nuansa orange-nya yang mantap dan tajam, spesies ini di dunia gemstone di kenal dengan nama dagang Garnet Mandarin 
Range warnanya mulai kuning oranye, oranye aurora sampai oranye jernih kemerahan. Varietas oranye laksana kayu manis ini di Indonesia dulu namanya Akik Manilam atau Batu Kanil.

Derajat kekerasannya 7-7,5 dengan berat jenis 4,12 - 4,20. Rough batu ini seringkali tampak lurik,karena dalam mineralnya sering terkandung mineral-mineral lain berbentuk rambut atau serat bergelombang.

Garnet dengan oranye yang mantap ini warnanya berkarakter ideokromatik. Karakter warna ideokromatik ini disebabkan oleh element fundamental yang terkandung dalam komposisi mineralnya.

Spessartine
Spesimen Spessartine origin Nigeria
Unsur fundamental itu adalah mangaan (Mn). Jika mineral induknya (silikat) tidak mengandung mangaan, maka warna orange-nya akan hilang sehingga tidak lagi dapat disebut Spessartine/Spessartite.

Dengan demikian Spessartine murni hanya mempunyai satu tone warna, yaitu oranye. Fitur itu membuatnya bagai edisi khusus dalam kelompok permata Garnet. Namun ada juga Spessartine dengan tone oranye yang berbeda.

Hal itu bisa terjadi karena ketika masih berupa cairan panas di dalam perut bumi terjadi percampuran dengan mineral garnet lain, seperti menjadi kehitaman jika Andradite tercampur ke dalam kristalnya.

Spessartine
Kristal Spessartine dan nuansa warnanya dalam ukuran cukup besar
Ada pula yang bercampur dengan Pyrope, maka dihasilkanlah Spessartine dengan tone oranye kemerahan yang indah.Varian ini termasuk langka dan depositnya hanya ditemukan di kawasan Afrika Timur.

Dulu Garnet oranye nan kemerahan itu dimasukan dalam varietas Spessartine karena secara mineral memang dekat dengan Spessartinne, namun batu ini ternyata campuran antara Spessartine dengan Pyrope.

Deposit Garnet jenis baru ini pertama kali ditemukan tahun 1960an di Lembah Sungai Umba, yang terletak antara Tanzania dan Kenya.

Secara komersial Spessartine jenis ini dikenal sebagai 'Garnet Malaia' atau 'Garnet Malaya', berasal dari bahasa Swahili, yang artinya 'di luar anggota keluarga/out of family' untuk membedakannya dari Spessartine murni.

Garnet Malaya
Garnet Malaia atau Garnet Malaya
Kembali ke Spessartine, umumnya garnet oranye ini tampil lebih indah di bawah cahaya artifisial seperti lampu sorot/senter. Ada baiknya ketika membelinya uji warnanya di bawah berbagai sumber cahaya, agar tidak mendapatkan warna yang bagus di bawah satu sumber cahaya saja.

Meski pun termasuk permata cantik dan relatif langka, batu ini tampaknya kurang mendapat promosi yang layak sehingga tak begitu banyak dijadikan permata.

Kristal Spessartine dengan tingkat kejernihan yang tinggi, origin Nigeria
Namun seiring berkembangnya teknologi informasi, 'promosi' oleh individu-individu penggemar batu, di medsos misalnya, membuat sosoknya mulai terangkat ke permukaan.

Antusias pecandu permata pun kian menanjak seiring masuknya Spessartine dari China dengan kedalaman warna orange-nya yang intens.

Varietas ini dikenal dengan julukan 'Garnet Mandarin' (Pure Orange Mandarin Spessartines). Garnet Mandarin ini ditemukan juga depositnya di Namibia dekat perbatasannya dengan Angola pada tahun 1992.

Selain China, pemasok utama Spessartine adalah Nigeria dan Ramona (California, USA), dengan ciri khas oranye yang lebih ringan dan terang.
Rough Spessartine dan telah digosok cabochon, tampak daging batunya yang lurik karena inklusi berbentuk rambut atau gelombang di dalamnya.
Penghasil Spessartine penting lainnya adalah: Tanzania, Mozambique, Pakistan, Afghanistan dan Brazil.

Garnet oranye dengan luster adamantine dan derajat kekerasan di level 7-7,5 ini cukup tangguh sehingga tidak memerlukan perawatan yang rumit.

Dan seperti keluarga Garnet yang lain, batu ini tidak melalui perlakuan khusus dalam pengolahannya alias untreatment, seperti pemanasan (heated) atau pencelupan (dyed).

Informasi menarik Garnet lainnya :

Almandine, Garnet Merah nan Mempesona

Warna-warni Menawan Garnet Grossular

Pyrope, Batu yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh

Mengenal Keindahan Andradite si Delima Hijau

Senin, 05 Maret 2018

Mengenal Keindahan Garnet Andradite

Andradite bersama uvarovit dan grandit, termasuk keluarga garnet dengan 'adonan' kalsium dalam susunan kimia mineralnya. 
Spesimen Andradite origin Antetezambato-Madagaskar. Foto : Rob Lavinsky - CC VBY-SA 3.0
Tiga bersaudara ini dikategorikan garnet tipe ugrandit (uvarovit-grandit-andradit). Garnet dalam tipe ini umumnya dikenal dengan warna hijaunya. Namun selain hijau terdapat juga Andradite kuning, coklat gelap kemerahan, bronze sampai hitam.

Namanya diambil dari nama ahli mineral bangsa Portugis JB d'Andrada. Beberapa varietas di antaranya berharga mahal karena keindahan dan kelangkaannya terdapat di alam.

Depositnnya jarang terdapat dalam ukuran besar. Bobot Andradite yang sudah digosok biasanya kurang dari 3 carat.

Andradite, origin Afrika Selatan, foto : By Rob Lavinsky, iRocks.com – CC-BY-SA-3.0
Di Indonesia permata ini mempunyai beberapa nama yang disesuaikan dengan warna dan tampilan khasnya masing-masing. Demikian pula penamaannya dalam komunitas perdagangan permata internasional.

Kebanyakan rough Andradite berwarna kecoklatan dengan bayangan warna merah gelap atau variasi di antara keduanya, seperti warna raspbery atau warna coklat kopi.

Kristal Andradite berkualitas prima dan umum dijadikan permata biasanya adalah Andradite dengan warna hijau, kuning kecoklatan dan hitam.

Andradite dengan warna-warna di atas memiliki nama tersendiri, yaitu Melanite (Andradite hitam), Demantoid (Andradite dengan range warna hijau) dan Topazolite (Andradite kuning).

Melanite dikenal juga dengan nama Titanian Andradite. Warna hitamnya disebabkan oleh ion titanium. Di Indonesia namanya Akik Cemani dan banyak digemari orang.

Titanian Andradite
Spesimen Melanite, origin tambang Ojos Espanoles, Chihuahua-Mexico. Foto : Didier Descouens, lisensi CC BY-SA 3.0
Andradit hijau yang disebut Demantoid di Indonesia dikenal sebagai Akik Kenanga, dulu permata nan cantik ini disebut juga Akik Manilam Anggur.

Andradite Demantoid
Spesimen Android varietas Demantoid, origin Pansjhir (Afghanistan) - foto Rob Lavinsky, iRock.com, di bawah lisensi CC BY-SA 30
Manilam Anggur merupakan garnet paling mahal tapi sayangnya termasuk langka. Biasanya permata ini memiliki pola yang spesifik dikarenakan besi dan khrom yang di kandung dalam mineralnya.

Demantoid yang sangat tersohor berasal dari Pegunungan Ural, Siberia, tapi ukurannya relatif kecil, yang sudah jadi (diasah) beratnya tak lebih dari 3 carat.

Varian lain dari spesies demantoid yang mengandung serat-serat asbes berbentuk rambut disebut Horse Tail Demantoid, atau di Indonesia dikenal dengan nama Akik Turangga atau Akik Sembrani jika rambut-rambut asbes tersebut berwarna kekuning-kuningan.

Horse Tail Demantoid (source : google image)
Andradit memiliki kekerasan 6.5, berat jenis 3,82 - 3,85, nilai dispersi yang tinggi 0,057, sehingga jika tidak 'dihalangi' oleh warna permukaannya akan tampak sangat menyala-nyala.

Ada lagi jenis demantoid dengan unsur khrom dalam adonan mineralnya. Warnanya hijau gelap dan disebut Demantoid Khrom, untuk saat ini barangkali batu ini hanya ditemukan di Bukit Panjshir, Kunar, Afghanistan.
Chrome Demantoid
Andradit berwarna kuning lemon sampai kuning kecoklatan akan  mengingatkan orang pada permata cantik lain yang juga berwarna sama, Topas, maka tak heran namanya hampir mirip, yaitu Topazolite.

Topazolilte, origin Antetezambato - Madagaskar. (by Rob Lavinsku, iRock.com - CC BY-SA 3.0)
Topazolite yang masih keluarga Garnet tipe Andradite ini memang sangat menawan, luster-nya yang vitreous membuat batu ini tampak cemerlang setelah dijadian permata, seperti contoh di bawah ini.

Topazolite Garnet
Topazolite, origin Korkodino pegunungan Ural, Rusia. Foto via Multicolor Gems
Masih ada lagi tipe Andradite dengan kilau dan pesona yang sangat menawan, yaitu Andradite dengan inklusi yang memendarkan cahaya kuat yang berpendar (iridensi) warna-warni.

Batu langka ini ditemukan di daerah Nara, Jepang, dikenal dengan nama Rainbow Andradite.

Nah, demikianlah sekelumit cerita tentang Andradite, varian Garnet aneka warna nan menawan ini. Informasi menarik lainnya tentang Garnet silahkan ikuti link-nya di bawah ini.

Selamat membaca dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Almandine, Garnet Merah nan Mempesona

Warna-warni Garnet si Biduri Merah Delima

Batu Delima yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh

Minggu, 04 Maret 2018

Almandine, Garnet Merah nan Mempesona

Salah satu turunan Garnet yang terkenal sejak dulu kala adalah Almandine. Batu berwarna merah gelap ini mendapat namanya dari kota Alabanda atau Albandicus, Turki.
Almandine foto by Didier Descouens 
Garnet sendiri merupakan istilah bagi sekelompok permata yang satu keturunan yang terdiri lebih dari sepuluh permata dengan warna berlainan, kecuali biru yang tidak terdapat dalam keluarga mineral neosilikat ini.

Di antara permata Garnet itu Almandine merupakan varietas yang paling umum terdapat di alam dan secara individual termasuk dalam kelompoknya sendiri.

Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang kelompok permata Garnet silakan klik linknya :

Warna-warni Garnet si Biduri Delima nan Indah

Warna Almandine lebih gelap/tua dari Pyrope/Pirop (garnet merah) dengan bayang-bayang coklat tua, keunguan atau kehitaman dengan luster greasy sampai vitreous.

Almandine dan Pirop kadang sulit dibedakan. Biasanya Almandine lebih gelap dan lebih berat karena kandungan besinya. Spinel merah gelap atau Rubelit (Turmalin merah) juga mirip dengan Almandine.

Keajaiban Turmalin, Batu dengan Sejuta Warna

Kebanyakan rough Almandine tidak tembus cahaya (opaque), yang dijadikan permata biasanya jenis transparan atau translucent (semi tembus cahaya).

Seja ribuan tahun permata ini sudah terkenal dan kepopulerannya tetap bertahan sampai sekarang. Ada yang menyebutnya Almandit, tapi nama yang tepat sebenarnya adalah Almandine.

Namanya diadopsi dari nama sebuah kota kuno di Barat Daya kota Anatalia (Turki) yaitu Alabanda (Alabandicus), yang menurut Pliny, seorang filsuf Yunani Kuno, di kota itulah garnet Almandine banyak digosok menjadi permata.
Almandine dalam gosokan facet, brilliant, teardrop dan emerald cut
Di market internasional batu ini jarang disebut nama aslinya, biasanya disebut 'Garnet' saja atau 'Almandine Garnet'.

Selain Almandine nama resminya, di komunitas gemstones batu ini dikenal juga dengan nama Rubi Almandine, Garnet Srilangka, Garnet Oriental, Karbunkle (percik api) atau Garnet Suriah/Syrian Garnet.

Almandine tidak memerlukan perlakuan khusus (seperti pemanasan atau perendaman dalam cairan tertentu/dyed) untuk meningkatkan keindahannya.

Deposit batu ini terdapat juga di Brasil, Srilangka, India, Australia, China, Greenland, Madagaskar, Mozambique, Mexico, dan beberapa daerah di USA (Alaska, Idaho, Carolina Utara, dan New York).

Spesimen Almandine, lisensi foto CC BY-SA 3.0
Meski depositnya terdapat di mana-mana, rough Almandine berkualitas permata termasuk langka.

Umumnya mineral batu ini mengandung inklusi berupa molekul-molekul pirop atau spessartin dan Grossular. Jika di asah dalam bentuk cabochon terkadang menampilkan bintang berjari empat.

Almandine dengan asterism/star hanya dihasilkan di dua tempat di dunia ini, yaitu India dan Idaho (USA). Kadang-kadang didapat juga Almandine dengan bintang berjari enam, namun sangat langka.

Formula batu ini Fe3Al2Si3O12 atau besi aluminium silikat. Derajat kekerasan 7,5 - 8,5 pada skala Mohs, paling keras dalam keluarga Garnet dengan berat jenis 4,25.

Kekerasan di level itu membuat batu ini sangat tahan gores dan cocok untuk diikat dalam berbagai bentuk perhiasan.

Garnet yang tak kalah indah :

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang

Sunstone, Permata dengan Cahaya Emas Abadi

Permata menarik lainnya :

12 Permata Paling Langka dan Termahal di Dunia

Rabu, 28 Februari 2018

Grossular Garnet dengan Warna-warni Menawan

Grossular masih keluarga Garnet atau si Merah Delima yang terkenal sejak dahulu kala. Varietas paling terkenal berwarna hijau. Namun warna Grossular tidak hijau saja.

Sejak dulu Garnet memang dikenal sebagai sumber permata berwarna merah namun sesungguhnya mineral ini mempunyai lebih dari sepuluh permata turunan yang berlainan warna.

Kali ini kita akan menyusuri keindahan batu yang masih keluarga besar mineral silikat ini. Specimen berkualitas permata  biasanya terdapat dalam batuan granit metamorf kaya kalsium. Nama kimia mineral ini adalah Kalsium Alumunium Silikat.

Garnet Grossular
Spesimen Garnet Grossular yang umum disebut Hessonite/Hesonit. Tengah bawah adalahCinamon, deretan paling bawah Garnet Grossular yang sudah digosok.
Anggota lain dari kelompok garnet ugrandit ini yaitu andradit dan uvarovite, memiliki atom besi dan khrom yang menggantikan kedudukan logam almunium dalam ikatan kimianya.

Warnanya hijau agak mirip giok sehingga dalam perdagangan permata kadang disebut juga Jade Transvaal. Karena batu ini dulu banyak ditemukan di daerah di Afrika Selatan tersebut.

Grossular hijau ada nan translucent serupa giok ini di Indonesia dikenal sebagai Akik Biduri Anggur atau Akik Mirah Anggur. Sementara yang hijau terang di dunia internasional populer dengan nama Mint Garnet.
Garnet Grossular
Rough Grossular origin Mali dan batu yang sudah digosok facet.
Di samping hijau Grossular juga tampil dalam warna kuning, oranye, merah raspberry dan rose. Grossular dengan warna-warna ini dalam perdagangan disebut hessonit.

Kata hessonit berasal dari bahasa Yunani, hessen, yang berarti kurang, karena permata ini lebih lunak dari yacinth (zircon kuning). Perdagangan permata kita mengenalnya sebagai Batu Cinamon atau Akik Biduri Manis.

Cinamon atau Biduri Manis mempunyai ciri khas yang cukup unik, cahayanya akan lebih berkilau di bawah sinar lampu daripada di bawah sinar matahari.

Grossular kuning banyak ditambang di Srilangka. Mexico terkenal sebagai penghasil grossular merah daging atau rose yang dalam perdagangan disebut xalostoc atau di Indonesia dinamakan Akik Biduri Delima.

Derajat kekerasan batu ini 7,5 dengan berat jenis 3,65, indeks bias 1,742 - 1,748, dispersi 0,027. Cukup keras dan tidak memerlukan perawatan khusus untuk dipakai sehari-hari.

Kisah Garnet lainnya :

Warna-warni Garnet si Biduri Delima

Pyrope, Batu Delima yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang

Rabu, 01 November 2017

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang


Berhubung lagi sok sibuk blog ini pun terbengkalai, lama sekali rasanya tidak menulis tentang batu, kali ini saya kembali memulai kegiatan yang cukup menyita waktu namun mengasyikkan ini. 

Butiran-butiran Tsavorite nan indah
Baiklah, here we go again. Kali ini kita akan membahas sekilas tentang Tsavorite/Tsavorit, salah satu varietas mineral Garnet Grosular yang masuk dalam kelompok Garnet Ugrandit (kalsium).

Bagi anda yang belum sempat membaca pembagian varietas batu yang umumnya dikenal sebagai Akik Delima ini, silahkan baca artikelnya di sini.

Lho, delima kan warnanya merah? Ini kok hijau? Hehe... silahkan klik link di atas. Dan mari kita telusuri si hijau nan menawan bagaikan Zamrud ini.

Asal nama Tsavorite
Batu ini mendapatkan namanya dari daerah asal permata ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di Tsavo National Park, Tanzania dekat perbatasan Kenya.

Kawasan Suaka Margasatwa Tsavo yang terletak antara Tanzania dan Kenya, tempat ditemukannya Tsavorite. Foto lisensi CC-BY-SA-3.0.
Nama resminya disematkan oleh sang penemu Campbell R Bridges dan Henry Platt, presdir Tiffany & Co (satu dari pemain permata terbesar dunia). Secara mineralogi batu ini memiliki rumus kimia Ca3All2Si3O12.

Sejarah Penemuan Tsavorite
Dalam petualangannya mencari permata di pegunungan di daerah itu, secara tak sengaja sang geolog asal Scotlandia ini menemukan bebatuan aneh dengan bentuk mirip kentang.

Seperti cerita dalam sinetron saja ketika 'kentang-kentang' unik itu dibelah di dalamnya nampak butiran-butiran dan fragmen-fragmen kristal berwarna hijau.

Tsavorite dalam matrixnya, berukuran cukup besar sekitar 1 x 0.9 cm, origin Tanzania. Foto by By Rob Lavinsky, iRocks.com  CC-BY-SA-3.0
Setelah dipelajari secara gemologi diketahuilah bahwa kristal hijau itu adalah mineral grosular yang termasuk keluarga garnet, mineral yang banyak menurunkan berbagai batu permata.

Penemuan garnet spesies baru nan sensasional ini segera membangkitkan minat spesialis permata, termasuk perusahaan terkenal dari New York, Tiffany & Co. Meski saat itu agak mustahil membawa batu ini dari Tanzania ke Amerika.

Namun Campbell Bridges tidak mau menyerah begitu saja, sebagai seorang geolog ia tahu bahwa deposit batu ini pasti tidak terdapat dalam satu area saja, sangat mungkin  ia tersebar di areal yang lebih luas.

Geolog petualang ini menduga bentangan batuan pada kerak bumi di daerah itu menyambung sampai ke negara Kenya dan ada kemungkinan deposit batu-batu hijau cemerlang ini terdapat juga di sana. Dugaannya tidak keliru.

Lapisan bebatuan pada kerak bumi yang terbentang di daerah Afrika Timur umurnya sudah sangat tua. Mulai terbentuk sejak ratusan juta tahun yang lalu, ketika lempeng-lempeng benua masih sangat aktif bergerak.

Saat itu ratusan juta tahun lalu, area bebatuan ini terletak di dasar laut. Akibat pergerakan lempeng benua yang menimbulkan tekanan sangat besar maka sedimen yang terletak di antara lempeng benua ini pun terangkat ke permukaan.

Aktivitas tektonik dan vulkanis ini dan tekanan maha dahsyat plus temperatur sangat tinggi mengubah sebagian bebatuan yang telah terbentuk menjadi permata-permata yang kita lihat sekarang ini.

Dari proses ini terciptalah mineral-mineral permata baru, termasuk satu di antaranya grosular hijau di kawasan Suaka Margasatwa Tsavo, Afrika Timur ini. Tempat di mana namanya berasal, Tsavorite.

Meskipun menghasilkan aneka permata, geliat magma dan lempeng benua yang superaktif tadi membawa efek samping lain, yaitu hancur atau rusaknya kristal-kristal yang telah terbentuk menjadi fragmen atau butiran-butiran, sehingga agak jarang ditemukan mineral mentah dalam ukuran cukup besar.

Kondisi Tanzania yang penuh gejolak membuat batu ini agak sulit di bawa keluar negara itu. Pada tahun 1971 Campbell bertekad meneruskan usahanya mencari deposit batuan serupa di daerah Kenya.

Berkat keyakinan dan pengetahuannya ia berhasil mendapat izin resmi di Kenya dan dapat mengeksploitasinya secara besar-besaran. Namun sampai tahun 1974 varietas garnet ini hanya dikenal di kalangan gemolog.

Sejak Tiffany & Co mempromosikannyas secara luas batu ini pun segera mendapat perhatian di Amerika dan dunia internasional.

Sayangnya, sang penemu Tsavorite kemudian mengalami nasib nahas, Cambell tewas dalam sebuah penyerangan yang dilakukan oleh sekawanan orang yang yang bersenjatakan tombak, busur dan anak panah di kota Voi dan meninggal setibanya di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Penyerangan diduga akibat persaingan antar pemburu permata yang terjadi di daerah itu.

Pada 19 Agustus 2009 polisi Kenya menangkap para pelaku penyerangan. Proses peradilan berlangsung sampai akhir tahun 2012, dan pada bulan Desember 2014 empat pelaku utama dijatuhi hukuman total 160 tahun kurungan oleh Hakim Maureen Odero !

Tsavorite yang segera menjadi batu favorit
Di samping kisah sedih sang penemu, banyak orang segera menjadi penggemar batu ini, nuansa hijaun dan kemilaunya nan cemerlang, mantap laksana Zamrud dan harga yang relatif terjangkau menjadi daya pikat yang tak terelakkan dari Tsavorite.

Seperti kebanyakan permata turunan garnet, ia tidak memerlukan perlakuan tambahan untuk menyempurnakan keindahannya.

Tsavorite - Foto By Rob Lavinsky, iRocks.com - lisensi CC-BY-SA-3.0
Tsavorit menjadi semakin spesial karena jarang yang ditemukan dalam ukuran besar. Hanya dalam beberapa penemuan yang sangat langka batu ini didapatkan dalam ukuran sedikit di atas 5 carat.

Sehingga permata jadi dengan ukuran 2 carat saja sudah termasuk barang langka dan berharga. Namun berkat gemerlap yang dimilikinya, batu ini tetap memancarkan kilau indahnya meski dalam ukurannya yang relatif kecil.

Batu ini digosok dalam asahan facet/berjenjang dengan berbagai macam variasinya, mulai dari round, brilliant, marquese, oval, trilliant, pear dan berbagai variasinya.

Anting Tsavorites yang dipadu dengan Berlian

Kekerasan Tsavorit mencapai 7,5 pada skala Mohs, hanya sedikit di bawah zamrud. Dengan beberapa nilai lebih, harganya lebih terjangkau dari batu mulia dengan hijau tiada tandingan itu.

Di Indonesia permata ini belum memiliki nama yang khusus, karena di dunia internasional batu ini belum setengah abad dikenal orang. Namanya diberikan oleh Henry Platt, mantan Dirut Tiffany & Co, yang mengikuti lika-liku penemuan batu ini sejak awal.

Kalau garnet hijau dari mineral uvarovit mendapat nama Biduri Keluwing karena hijaunya seperti berkabut, maka garnet hijau varietas grosular nan cemerlang ini mungkin berhak mendapat nama Biduri Keluwing Bening hehe... (just kidding).

Batu keturunan Garnet menarik lainnya:

Pyrope, Batu Delima yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh




Kamis, 23 Februari 2017

Warna-warni Garnet si Biduri Delima

Di antara permata berwarna merah ada satu yang sudah sangat terkenal sejak dulu kala. Masih termasuk keluarga mineral silika namun dalam kelompoknya sendiri, permata ini dikenal sebagai Garnet. 

Garnet
Kelompok permata Garnet
Mineral ini banyak menghasilkan permata dengan warna seperti biji buah granatus atau pomegranate (buah delima). Kata ‘Garnet’ sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya merah tua, warna khas permata ini.

'Granatus’ dalam bahasa Inggris jadi 'grain' yang artinya butiran, karena deposit atau kristal Garnet banyak ditemukan berbentuk butiran yang melekat pada host atau batu induk tempat mereka tumbuh.

Garnet
Rough atau Kristal Garnet
Secara kimia Garnet adalah A2B3(SiO4)3 dimana A = besi, calsium, magnesium, aloy besi magnesium dan mangaan. Sementara B = besi atau alumunium, disingkat  A + besi/alumunium silikat.

Nama Garnet mungkin terdengar agak asing di telinga orang Indonesia, walau sebenarnya batu ini sudah lama dikenal sebagai permata, karena juga dihasilkan di beberapa wilayah di negeri ini.

Istilah umum permata ini di Indonesia Akik Delima atau Batu Delima yang dikenal dengan berbagai nuansa merahnya nan bening itu.

Dari zaman dulu Garnet memang dikenal sebagai sumber permata berwarna merah namun sesungguhnya mineral ini mempunyai lebih dari sepuluh permata turunan yang berlainan warna.

Permata keluarga Garnet
Turunan Garnet itu memiliki komposisi kimia dan sifat fisik (derajat kekerasan, luster, berat jenis, indeks refleksi) yang serupa, warnanya mulai dari bening sampai hitam, kecuali biru yang tidak dimiliki kelompok permata ini.

Mengapa Garnet bisa memiliki begitu banyak warna? Mineral ini termasuk seri isomorf, mineral dengan spektrum warna berbeda. Dimana hal ini disebabkan oleh bermacam-macam unsur logam yang dikandungnya.

Senyawa logam pada Garnet bisa berupa kalsium, magnesium, besi (Fe2+ dan Fe3+), mangaan, aluminium, atau dengan unsur penyusup pada mineral induk berupa titanium dan khrom.

Senyawa-senyawa logam itulah yang menyebabkan kelompok permata ini memiliki warna-warni yang sangat berlainan satu sama lain meski induk mineralnya sama yaitu silikat atau SiO4

Garnet langka
Ada juga spesies Garnet yang  langka, seperti Garnet berbintang atau Star Garnet. Efek ini didapat jika Garnet mengandung inklusi rutil yang sangat halus dan biasanya asterism pada Star Garnet menampilkan bintang bersayap empat atau enam.

Star Garnet
Warna Star Garnet biasanya merah sangat gelap kehitaman, kebanyakan translucent (semi transparan) atau opaque (tidak tembus cahaya) Sejauh ini hanya dua tempat yang menghasilkan Garnet langka ini, di pegunungan Idaho di Amerika dan satu di India.

Terdapat pula Garnet yang berubah warna tergantung sumber cahaya. Garnet varietas ini bahkan lebih langka lagi. Jika didapat spesimen dengan kejernihan yang tinggi harganya bisa menjadi sangat mahal.

Garnet yang dapat berubah warna.
Kekerasan Garnet sangat handal, mencapai 7 - 7.5 pada skala Mohs. Termasuk batu yang banyak diolah, karena proses pengerjaannya relatif tidak serumit membuat perhiasan berlian, misalnya.

Sekitar 500 tahun silam Garnet dan semua permata berwarna merah yang digosok cabochon/dome disebut karbunkel (carbuncle stone). Maklum, zaman itu mineralogi belum secanggih sekarang, sehingga semua cabochon merah akan disebut ‘carbuncle’.

Sekarang secara komersial Garnet (merah) kadang disebut Rubi Arizona, Spinel Arizona, Rubi Montana atau Rubi Meksiko, nama yang sebenarnya kurang tepat karena  Rubi dan Spinel berasal dari jenis mineral yang berbeda.

Garnet terbagi dalam dua kelompok utama
Kelompok pertama: Garnet pyralspite/piralspit (aluminium), yaitu kelompok Garnet Pyrope-Almandine-Spessartite, yang merupakan jenis paling banyak dari kelompok mineral ini. Warna khasnya merah dan kuning sampai oranye.

Piralspit/Pyralspite Garnet
Kelompok kedua: Garnet ugrandite (kalsium), istilah bagi Garnet dalam kelompok Uvarovite-Granolarite-Andradite. Kelompok ini variasi warna yang lebih luas, mulai dari bening sampai hitam. Beberapa memiliki warna yang khas sehingga mereka memiliki nama khusus.

Garnet Ugrandite
Nama dan jenis permata keluarga Garnet
Pyrope dan Almandine memiliki warna yang sama yaitu merah, namun Almandine biasanya agak lebih gelap dari Pyrope. Meski begitu keduanya hampir tidak bisa dibedakan karena karakter fisik mereka (luster, air batu, indeks refleksi/tingkat kecemerlangan, dan properti fisik lainnya yang serupa).

Pyrope Garnet
Pyrope adalah magnesium almunium silikat sementara Almandine besi almunium silikat. Dengan bantuan magnet neodymium yang kuat bisa dibedakan di antara keduanya, Almandine akan bereaksi terhadap gaya tarik magnet karena kandungan besi yang dimilikinya.

Garnet Almandine (kadang disebut juga almandit) berkualitas permata kebanyakan translucent (semi transparan). Sedangkan rough/mineral mentahnya kebanyakan opaque (tidak tembus cahaya) dan dianggap tidak berkualitas permata. Spesimen ini biasanya digunakan untuk berbagai keperluan industrial.

Dari Pyrope dan Almandine muncul pula Rhodolite yang ‘adonan’ mineralnya merupakan campuran antara keduanya. Ia memiliki kedua unsur magnesium dan besi dengan perbandingan yang juga bervariasi, warna spesies ini merah buah rasberi, range warnanya merah pink keunguan sampai merah pekat keunguan .

Rhodolite 
Spessartite Garnet adalah spesies garnet dengan kandungan mangaan dan almunium. Spessartite hadir dalam berbagai nuansa oranye. Terkadang disebut juga Mandarin Garnet. Meski namanya ‘mandarin’ varietas ini banyak didapat di Afrika.

Garnet ugrandit (kalsium) yang terdiri dari Uvarovite, Grossular dan Andradite
Uvarovite adalah keluarga mineral Garnet yang sangat langka. Warna hijaunya cemerlang seperti zamrud. Kebanyakan deposit kristalnya kecil-kecil, yang bertumbuh berupa drusy atau kristal kecil menyelimuti batu host-nya.

Uvarovite Garnet
Grossular adalah famili Garnet kalsium yang paling banyak variasi warnanya, kebanyakan dengan warna gelap namun ada juga dengan warna lebih cerah bahkan bening.

Grossular
Salah satu spesies Grossular yang terkenal dan langka adalah Tsavorite yang berwarna hijau cemerlang. Grossular dengan warna-warna lain dinamakan Hessonite. Ukuran deposit Grossular hijau pun kecil-kecil seperti Uvarovite.

Andradite, Garnet kalsium satu ini kebanyakan berwarna merah, namun dia juga hadir dengan warna lain dengan yang khusus pula untuk setiap warnanya.

Chrome Andradite: hijau gelap, hanya ditemukan di Lembah Paushir, Kunar Afghanistan. Demantoid (Andradite hijau), Melanit (Andradite hitam), Topazolite (Andradite kuning sampai oranye).

Keenam permata dengan warna-warni indah itu pun memiliki nama khas Indonesia, karena batu ini memang sudah cukup lama dikenal dalam dunia perhiasan kita. Dalam kerajaan permata, Garnet termasuk semi precious stone.

Garnet populer di Indonesia dengan nama komersial Batu Delima 
Hampir semua Garnet yang beredar di pasaran tidak melalui proses treatment untuk enhancement (peningkatan kualitas) baik itu heat treatment, dyed (celup) atau radiasi tertentu. Depositnya cukup melimpah sehingga harganya tidak terlalu mahal kecuali untuk beberapa spesies yang memang langka.

Kekerasannya tangguh, 7-7,5 pada skala Mohs sehingga kilap vitreous-nya awet dan tidak memerlukan perawatan khusus, cukup dengan air hangat dan sabun biasa untuk menjaga kecemerlangannya.

Nah, itu baru sebagian kecil saja dari permata kelompok Garnet, masih banyak varietas menarik lain dalam kelompok ini, ikuti terus mochsardi.blogspot.co.id, kita akan coba ungkap satu persatu…. stone by stone.

Baca juga: Pyrope, Batu Delima yang Terkenal sejak Zaman Nabi Nuh



Rabu, 22 Februari 2017

Pyrope, Batu Delima yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh

Kata “pyrope” berasal dari bahasa Yunani “puropus”. Maknanya kurang lebih “mata yang berapi-api” sebagai gambaran dari kecemerlangannya.

Liontin Pyrope yang dipadu dengan Berlian.
Ciri khas batu ini bening dengan warna merah darah atau merah pekat. Dalam keluarga Garnet, Pyrope tergolong batu yang sudah lama dikenal sebagai batu permata. Di Indonesia namanya Biduri Delima dan di dunia internasional dikenal sebagai Pirop (Pyrope).

Kata “pyrope” berasal dari bahasa Yunani “puropus”  gabungan dari dua kata “pur” (api) dan “ops” (mata) yang artinya kurang lebih “mata yang berapi-api” sebagai gambaran atas kecemerlangannya.

Dalam keluarga Garnet, Biduri Delima adalah Garnet merah dengan warna paling merah. Delima yang bersih dan jernih termasuk langka dan agak sulit dibedakan dengan Spinel atau bahkan Rubi,
Garnet Pirop
Grade warna merah dan bentuk gosokan facet pada permata Pyrope.
Pembedaannya hanya dapat dilakukan di bawah sinar UV. Spinel merah memperlihatkan emisi sedangkan Pyrope tidak berfluorensensi (pendar).

Sejarah yang panjang
Sejarah Akik Delima atau Pyrope terekam sejak ribuan tahun yang lalu, ketika para Fir'aun di Mesir menggunakan akik merah ini sebagai perhiasan atau kelengkapan dalam acara-acara seremonial mereka.

Disamping memperjual-belikannya orang Romawi Kuno juga menghiasi cincin mereka dengan batu ini. Lebih jauh lagi, Garnet merah darah ini dipercaya telah dikenal sejak jaman Nabi Nuh.

Sekitar 500 tahun yang lalu, di kawasan Eropa, Garnet dan semua permata berwarna merah yang diasah dalam bentuk cabochon/kubah disebut ‘carbuncle’.

Cincin Pyrope
Di era sekarang, secara komersial Pyrope disebut Rubi Arizona atau Rubi Montana, walaupun mineral Pyrope tidak sama dengan Rubi yang turunan korundum.

Dalam bahasa Latin kata “cabunculus’ berhubungan dengan batu bara atau bara api. Kata yang dinisbatkan pada Pyrope yang sekitar abad ke 16 di temukan di Bohemia (Eropa Tengah, sekarang wilayah Jerman), yang lantas menjadi batu penting dalam industri perhiasan di daerah itu.

Negara penghasil Pyrope
Deposit berwarna darah ini ada di mana-mana di seluruh dunia, namun penghasil Pyrope utama saat ini di antaranya Australia, Afsel, Amerika Latin, USA (Arizona dan Colorado).

Meski depositnya tersebar hampir di seluruh dunia, Pyrope terbaik dihasilkan di daerah Bohemia, Jerman. Di Republik Ceko Pyrope jenis Bohemian Pyrope ini masih ditambang sampai sekarang.

Rough Garnet Pyrope dari Vestrev, Bohemia, Republik Czech.
Umumnya permata ini ditemukan dalam saluran pipa-pipa kimberlit bersama-sama dengan Intan, bahkan seringkali mineral ini menjadi mineral inklusi di dalam Intan itu sendiri.

Pyrope secara mineralogi
Nama resminya berasal dari bahasa Yunani, secara ilmu kimia Pyrope adalah magnesium alumunium silikat (Mg3Al2Si3O12) di mana magnesium adalah penyebab Garnet ini berwarna merah.

Magnesium dapat digantikan besi sehingga Pyrope lebih menyerupai Almandine yang juga Garnet berwarna merah. Pyrope dengan magnesium murni atau Almandine yang murni besi jarang terdapat di alam, biasanya mereka merupakan campuran antara keduanya.

Untuk membedakan Garnet Pyrope dan Garnet Almandine agak sulit karena karakter fisiknya serupa. Karena kandungan besinya, Almandine biasanya lebih berat dari Pyrope.

Rhodolite
Varietas Pyrope keunguan, atau Rhodolite (Yunani: Rose/Mawar) yang secara mineralogi adalah campuran antara Almandine/Almandit dan Pyrope. Penghasil Pyrope jenis ini di antaranya Kabupaten Macon, di California Utara, USA.
Dengan menggunakan magnet neodymium yang kuat Almandine ini akan tertarik kepada magnet, sementara Pyrope tidak karena magnesium termasuk logam paramagnetik (lemah ditarik oleh magnet).

Kualitas Pyrope biasanya ditentukan oleh kejernihannya. Batu ini memiliki kilap vitreous (glassy) sampai adamantin, warna khasnya merah jernih pekat, semakin besar ukurannya semakin pekat merahnya.

Pyrope biasanya digosok bentuk facet maupun cabohon. Bentuk asahan facet akan lebih memancarkan kecemerlangannya.


Tidak seperti permata lain, sejauh yang diketahui Pyrope tidak melewati pengolahan/treatment non natural, seperti pemanasan (heat-treated), radiasi atau dyed dan semacamnya.

Garnet dalam mitologi
Permata ini sejak lama dianggap batu-nya para pejalan, pengembara atau pengelana. Bahtera Nabi Nuh konon diterangi lentera Delima Merah untuk menerangi jalannya di kegelapan malam.

Tradisi Hindu meyakini Garnet merah berkaitan dengan Muladhara atau ‘root chakra’, ketika cakra ini bersih maka akan timbul perasaan nyaman dan mempengaruhi aktivitas seksual yang sehat. Dikatakan juga Garnet dapat membersihkan dan merangsang sirkulasi darah.

Kalung dan gelang dari Pyrope bead (bentuk kelereng atau variasinya) berwarna burgundy (merah anggur pekat) yang berfaedah untuk melancarkan sirkulasi darah pemakainya.
Tips perawatan Pyrope
Derajat kekerasan Pyrope mencapai 6-7,5 pada skala Mohs, cukup tangguh dan tahan lama, hindarkan saja ketukan terlalu keras karena dapat menyebabkannya retak atau pecah. Cukup bersihkan dengan air, sabun hangat dan sikat halus.

Penyimpanan sebaiknya secara terpisah, terutama dari batu yang lebih keras agar tidak tergores, akan lebih baik jika tiap kotak atau setiap batu dialas dengan kapas atau kain lembut.

Dalam dunia perdagangan batu ini dinilai dari ukurannya, bukan dari berat (carat), tidak ada harga baku per/carat-nya, tidak seperti Berlian, Safir, Rubi atau Zamrud yang dihitung per carat.