Tampilkan postingan dengan label Korundum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korundum. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

3. Rubi Chaiyo - 448 juta USD

Rubi dengan ukuran fantastik ini memiliki berat luar biasa, sekitar 109.000 carat atau kira-kira setara dengan berat anak umur 7 atau 8 tahun.

Corundum-winza-17d.jpg
Rough rubi Tanzania, lisensi foto CC.BY-SA.3.0  (foto hanya ilustrasi, bukan Rubi Chaiyo yang sebenarnya, karena belum ada satu pun foto rubi itu yang beredar di dunia maya)
Taksiran harganya sekitar 320 juta poundsterling atau sekitar 448 juta USD, setara dengan 6.1 trilyun rupiah.

Origin Asia Tenggara, di daerah mana tepatnya masih diperdebatkan, bahkan ada yang mengatakan dari Afrika tapi ada juga yang mengatakan batu ini dibeli di perbatasan antara Myanmar danThailand.

Beberapa orang yang skeptis menuding batu ini palsu alias rubi hasil olahan di suatu tempat di Myanmar.

Kecuali berbagai spekulasi yang beredar, batu ini memang sangat misterius. Dipenuhi cerita skandal dan persengketaan kepemilikan.

Eksistensinya antara ada dan tiada, belum ada seorang pun yang bisa melacak eksistensinya, keberadaannya sekarang bahkan tidak diketahui. Rubi Chaiyo menghilang di awal tahun 2000an.

Spekulasi yang beredar batu itu dicuri dengan melibatkan anggota militer Myanmar. Meskipun belum bisa dibuktikan kebenarannya, ada slentingan batu ini sekarang jadi milik pribadi dan tersimpan aman di sebuah deposit box di Laos.

Apapun kebenarannya, Rubi raksasa ini pastilah salah satu batu sangat langka dan paling berharga yang pernah ada dan ditemukan di era sekarang.

Tulisan sebelumnya (bag 2) - tulisan berikut (bag 4)

Tulisan menarik tentang Rubi:

Kilau Rubi, Rajanya Batu Permata

Tidak Hanya di Burma, Rubi Juga Dihasilkan di Negara Ini


Jumat, 24 Februari 2017

Tidak Hanya di Burma, Rubi Juga Dihasilkan di Negara Ini

Burma atau Myanmar memang masyhur dengan tambang dan kualitas Rubi  yang dihasilkannya. Tempat penambanganya yang legendaris terletak di kota kecil bernama Mogok.
Fascinating Rubies, origin: Mozambique
Meskipun legendaris, tidak berarti Rubi dari tambang termashyur itu otomatis semuanya berkualitas bagus. Rubi berkualitas tinggi tetaplah sebuah permata langka dan tidak mudah untuk mendapatkannya.

Selain Burma atau Myanmar ternyata Rubi juga ditemukan di tempat-tempat lain, berikut beberapa tempat yang juga menghasilkan Rubi, permata yang dalam bahasa Sangsekerta di sebut 'Ratnaraj' atau rajanya batu permata.

Indochina
Di kawasan Indochina, deposit Rubi  terdapat di Vietnam dekat perbatasannya dengan China. Tambangnya terletak di sebelah utara Ha Noi. Tambang itu dibuka pada tahun 1983 dan di Luc Yen di tahun 1987.

Luc Yen, Vietnam
Rubi Vietnam umumnya berwarna merah dengan bayangan keunguan. Antara bulan November 1989 dan Maret 1990, lebih dari 3 juta carat Rubi dan Pink Safir berhasil ditambang dari salah satu daerah itu.

Dikatakan kualitasnya sebanding dengan Rubi Burma. Akan tetapi banyak yang pula yang menilai tingkat kejernihannya masih di bawah saudaranya dari Mogok itu.

Pasar batu di Luc Yen, penjualnya kebanyakan wanita paruh baya. Pasar ini mulai beroperasi sekitar tahun 1992 dan sekarang menjadi atraksi turis yang mencoba mengadu peruntungannya dengan membeli rough Rubi yang diperjual-belikan di pasar itu.
Rubi Vietnam kualitas terbaik memang hampir mendekati Rubi Mogok dengan merah yang mantap, namun sejak awal 1990-an Rubi yang dihasilkan kebanyakan berwarna merah pinky.

Sayangnya deposit Rubi jernih dan berkualitas kian jarang didapat di negara itu. Hal yang menyebabkan Rubi dengan asahan facet jarang lagi diproduksi di Vietnam.

Kawasan penghasil Rubi di Vietnam
Hanya beberapa tahun setelah deposit permata ini ditemukan, Rubi Vietnam kualitas terbaik bisa dikatakan telah menghilang di pusat-pusat penjualan batu permata.

Orang-orang luar yang mencari Rubi di negara ini ibaratnya bertualang ketika mereka berusaha mencari Rubi berkualitas bagus di negeri yang beribu kota di Ha Noi ini.

Thailand dan Kamboja
Pemasok utama Rubi lainnya adalah Thailand dan Kamboja, Rubi dari kedua negara ini biasanya berwarna merah tua sampai kecoklatan. Kandungan besinya yang tinggi pada Rubi Thailand dan Kamboja membuat permata yang dihasilkannya tergolong jernih.

Namun tingginya kadar besi itu menyebabkan berkurangnya tingkat kecemerlangan, bagi sebagian orang Rubi Thailand dan Kamboja seperti Garnet (Biduri Delima) dengan cahaya bening seperti kaca.

Rubi Thailand
Jarang ditemukan deposit Rubi dengan kandungan rutil yang memberi efek translucent (semi transparan) atau efek kilap sutra. Meski begitu, ‘Mirah Siam’ yang khas ini dianggap Rubi terindah kedua setelah Rubi Mogok dan disukai di Amerika.

Srilangka
Sejak dahulu kala Srilangka terkenal sebagai penghasil permata dengan gemerlap yang mengagumkan. Di sini banyak ditemukan berbagai permata yang indah. Di antaranya Safir dan tentunya juga Rubi.

Rubi-rubi terbaik kelas dunia pernah di temukan di negara yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Buddha ini.

Meskipun kebanyakan Rubi Srilangka tone atau warna bayangannya cenderung  pink, namun Rubi berkualitas tinggi dari negeri ini hampir tidak bisa dibedakan dengan saudaranya dari Mogok.

Tingkat kecemerlangan Rubi Srilangka termasuk kuat dan Rubi dengan efek asterisme (Rubi Star) juga tak jarang ditemukan di sini.

Rubi Star Srilangka dengan tone warna magenta yang mantap.
Selain negara-negara di atas, deposit Rubi juga ditemukan di Pakistan sebelah utara di daerah Lembah Hunza, juga di  Kashmir, Tadjikistan, Laos, Nepal, India, dan Afghanistan.

Sementara Rubi India di ditambang di daerah Mysore dan Orrisa, deposit  kristalnya besar-besar dengan banyak mineral pengotor di dalamnya. Tetapi tetap saja tampak indah jika dijadikan  manik-manik (beads) atau diasah dalam bentuk cabochon.

Madagaskar
Sejak lama negara ini dikenal sebagai ‘surganya mineral’. Tanahnya kaya dengan berbagai mineral berkualitas permata. Namun hasil utama negara pulau ini adalah blue dan pink Safir.

Tambang Rubi di Madagaskar terletak ribuan kilo meter dari kota pelabuhan Vatomandry dan Andilamena. Kualitas Rubi dari Vatomandry umumnya lebih baik dari Andilamena. Di mana yang pertama mendekati kualitas Rubi Burma dan yang kedua warnanya lebih gelap.

Rubi Madagaskar - untreated
Deposit Rubi dengan kandungan rutil yang berpotensi menghasilkan Rubi Star juga ditemukan di negara yang terletak di Samudra Hindia ini.

Secara umum kebanyakan rough dari kedua tambang itu telah melalui perlakuan khusus dengan teknik pemanasan (heated) untuk meningkatkan kejernihan atau keindahan warnanya.

Benua Afrika
Rubi juga ditemukan di benua Afrika. Di Mozambique salah satunya,  Kenya dan Tanzania juga menghasilkan Rubi.

Jika depositnya cukup bersih (tidak banyak tercampur mineral lain) warna Rubi Kenya dan Tanzania akan indah dan kuat, di mana variasi warnanya dimulai dari merah muda sampai merah tua.

Rough Rubi Tanzania
Namun di kawasan ini pun Rubi dengan intensitas warna, kejernihan, kemurnian, dan ukuran terbaik pun sangat langka ditemukan sehingga jarang dibentuk facet.

Itulah beberapa negara yang tanahnya diketahui mengandung deposit Rubi, bagaimana dengan Indonesia, adakah tambang Rubi di Indonesia?

Sayang sekali, sampai sekarang belum pernah ditemukan deposit batu ini di tanah air, namun jangan khawatir, negara kita sangat kaya dengan berbagai mineral, termasuk mineral berkualitas permata yang unik dan langka.

Banyak batu asli Indonesia ini yang tak kalah indah dan menarik, menunggu untuk segera dan diangkat ke dalam blog khusus pecinta permata ini.

Baca juga:
Mogok yang Terkenal Sebagai 'The Capital City of Rubies'


Mogok yang Terkenal Sebagai 'The Capital City of Rubies'

Rubi menyandang nama besar sejak berabad-abad yang lalu, si Raja Permata nan merah menawan itu jadi favoritnya para raja, ratu dan kaum bangsawan. 


Ruby
Rubi
Dari manakah Rubi berasal? Setelah sebelumnya berkenalan dengan Rajanya Permata, dan permatanya para raja ini, sekarang mari kita berkelana ke negeri-negeri eksotik penghasil batu mulia itu. Bagi yang belum sempat mengenalnya silahkan menjumpainya di sini.

Mogok
Sejak berabad-abad yang lalu, Myanmar atau yang dulu bernama Burma terkenal sebagai salah satu penghasil aneka permata indah paling terkemuka, Rubi hanya salah satunya.

Adalah sebuah kota bernama Mogok, dimana Rubi dengan kualitas terbaik dihasilkan dari area-area tambang di kota kecil ini.

Selamat datang di negerinya Raja Batu Permata
Penambangannya sudah dimulai sejak zaman batu dan tersohor dengan kualitas menakjubkan permata Rubi yang dihasikannya.

Tak heran jika orang bertanya di mana Ibu Kota Rubi? Jawabnya adalah: Mogok. Selain kuantitas, deposit Rubi dari tambang termahsyur ini umumnya merah jernih dan bersih.

Mogok Rubies
Rubi Mogok, 3.13 carats dan  9 cm Photo: Jeff Scovil
Rubi dengan tone warna merah yang nyaris sempurna banyak dihasilkan daerah ini, dalam istilah dagang dikenal dengan nama Pigeon Blood (merah dengan sedikit bayangan keunguan) .

Pigeon Blood dari Burma memiliki intensitas/kedalaman dan tone warna yang mantap dengan tingkat kecemerlangannya yang mengagumkan.

Rubi Mogok
Tambang Rubi di Mogok sudah dikenal sejarah sejak lebih dari 1.000 tahun lalu dan dari sinilah tempat asalnya banyak permata Rubi dengan kualitas terbaik dihasilkan.

Tingkat dispersi Rubi Mogok terkenal tinggi, sehiingga dengan kekuatannya memantulkan sinar, Rubi dari Mogok tetap terlihat dalam berbagai kondisi cahaya. Kecerlangannya hanya dikalahkan oleh Berlian.

Di samping Rubi jernih berkualitas dunia, Mogok juga menghasilkan Rubi Star dengan kualitas terbaik yang hampir tiada tandingannya.
Rubi Star - Mogok
Mong Hsu
Kemudian sejak tahun 90an sampai sekarang Mong Hsu (kota kecil lain di timur laut Myanmar) menjadi pemasok penting sejumlah besar Rubi yang banyak diperjual-belikan di Thailand.

Namun banyak yang mengatakan kualitas Rubi dari Mong Hsu (dibaca: Maing Shu) belum setara dengan Rubi Mogok.

Meski tetap indah dan cemerlang, deposit atau rough-nya cenderung menampilkan dua warna, yaitu merah dengan inti ungu gelap.

Mong Hsu
Untuk menimbulkan warna merah seperti seharusnya, Rubi Mong Hsu biasanya dikenakan perlakuan khusus. Yaitu dengan memanaskannya (heat-treated) dalam suhu tertentu selama waktu yang tertentu pula.

Teknik pemanasan kadang dilakukan sampai tingkat hampir mendekati titik lelehnya. Hal ini dimaksudkan agar berbagai zat inklusi atau pengotor ‘teraduk’ secara lebih merata ke seluruh bagian mineral induk. Sehingga dihasilkan Rubi dengan kerjenihan dan intensitas warna yang lebih merata.
Contoh spesimen Rubi Mong Hsu dan jejak-jejak hasil pemanasan yang dilihat dengan lup berkekuatan minimal 10 X.
Perlakuan non alami ini masih bisa diterima di pasar internasional batu permata, di mana Rubi hasil treatment kategori H (heated) masih tetap dihargai cukup mahal. Namun ada juga yang merasa Rubi Mong Hsu tetap harus dibedakan dari Rubi Mogok.

Sekedar anda tahu, hampir semua Rubi di pasaran adalah hasil treatment. Ruby non-treated  tentu saja tersedia namun anda harus membayar dengan harga yang jauh lebih tinggi untuk mendapatkannya.

Ada satu lagi tambang baru di Myanmar, tepatnya di Nanyazeik, provinsi Kachin. Namun deposit yang dihasilkan tampaknya belum cukup banyak, terlalu cepat untuk mengatakan daerah ini sebagai salah satu sumber penting permata Rubi, setidaknya untuk saat ini.

Baca juga:
Kilau Rubi, Rajanya Batu Permata
Batu Safir, Cuts dan Kualitas Terbaik si Permata Kahyangan


Senin, 20 Februari 2017

4 Negara Penghasil Blue Safir Terkenal di Dunia

Masih ingat cerita tentang Safir, si permata langit yang tercipta di dalam perut bumi? Kalau belum, silahkan baca artikel menarik itu di sini. 


Safir Star, Safir Kashmir dan serat Safir yang mengandung rutil dilihat secara mikroskopis.
Sekarang kita pergi menyusuri tempat-tempat di mana batu indah ini ditemukan, ini adalah bagian 2 dari tiga tulisan tentang Safir.

Kashmir
Daerah ini adalah penghasil Safir berkualitas prima yang terkenal dari dulu kala, depositnya mulai ditambang sejak tahun 1880, di daerah yang bernama Padar Valley.

Penambangan di Padar berlangsung selama beberapa dekade. Tapi batu dengan kualitas terbaik daerah ini hanya dihasilkan dalam tiga dekade pertama aktifitas penambangannya.

Padar Valley
Lembah Padar, lokasi terkenal tempat penambangan Safir di Kashmir.
Setelah itu, Safir dengan top quality dari Kashmir jarang ditemukan sampai sekarang, bahkan boleh dikatakan hampir mustahil untuk mendapatkannya lagi, tidak seperti di awal-awal tambang itu mulai beroperasi.

Safir dari Kashmir memang memiliki kualitas khusus yang mendekati sempurna. Begitu indahnya Safir daerah ini, sampai-sampai istilah ‘biru kashmir’ menjadi standar untuk Safir dengan biru yang paling jernih dan berkualitas tinggi walau berasal dari daerah lain.

Safir Kashmir terkenal dengan kualitasnya, namun Blue Safir daerah ini sudah langka, hampir mustahil didapatkan lagi.
Karena kecantikan dan kualitas yang dimilikinya, yaitu biru grade AAAA dan kilap sutra yang teramat halus maka kebanyakan Safir dari Kashmir dibentuk cabochon agar menampilkan keindahannya secara optimal.

Mogok, Myanmar
Deposit berkualitas tinggi juga ditemukan di Myanmar, terutama di Mogok yang termahsyur itu. Tambang daerah ini mulai berproduksi sejak beberapa ratus tahun yang lalu, selain Safir (korundum biru) Mogok juga penghasil utama Rubi (korundum merah) berkualitas bagus.

Mogok dikenal sebagai ibu kota-nya batu mulia atau The Capital City of precious stones  di Myanmar.

Di tempat lain di negeri ini pun ditemukan Safir  yang sudah ditambang sejak lebih 1000 tahun yang lalu. Namun dunia mengenal Safir berkualitas prima dari negeri ini baru sekitar tahun 1950an.

Safir yang dihasilkan kedua tempat tersebut (Kashmir dan Mogok) memang berkualitas tinggi. Tidak salah dikatakan sulit untuk mencari tandingannya.

Akan tetapi sejak beberapa puluh tahun lalu, Safir -utamanya- dari Kashmir sudah semakin langka, boleh dikatakan hampir tidak ada lagi.

Tidak seperti di Kashmir yang semakin sulit untuk mendapatkan Safir berkualitas tinggi, Myanmar tetap menghasilkannya sampai sekarang, walau pun untuk kualitas terbaik semakin lama semakin sedikit saja jumlahnya.

Safir jernih dari Myanmar dengan kilap biru adamantin-nya yang cemerlang dalam asahan/cutting berbentuk oval.
Keindahan dan kelangkaan inilah yang menyebabkan batu mulia asal negeri yang dikuasai junta militer itu semakin mahal saja harganya.

Safir Burma selalu mendapat harga tertinggi di pusat-pusat penjualan permata dunia.

Sampai saat ini rekor untuk harga tertinggi permata ini masih dipegang oleh Safir asal Myanmar, yang pada tahun 1988 pernah mencapai 45.000 USD/carat atau sekitar 600 juta per carat !

Srilangka
Dalam sejarah perbatuan negara ini tercatat sebagai lokasi penambangan Safir tertua di dunia. Srilangka banyak menghasilkan Safir berkualitas sangat bagus, bahkan sejak 2000 tahun yang lalu..

origin: Srilangka
Logan Sapphire (423 c) milik Smithsonian Institute. Origin: Srilangka.
Di negeri pulau ini tidak jarang ditemukan Safir dengan ukuran besar, lebih dari 100 carat. Safir Star yang indah gemilang dengan ukuran extra tak jarang ditemukan di negara ini. Tempat terkenal pengolahan Safir di Srilangka terdapat di kota bernama Ratnapura (Kota Permata).

Ratnaputra
Ratnapura-Srilangka
Safir Srilangka dengan warna biru yang cemerlang atau kemilau lembut menawan sangat terkenal dan dihargai tinggi di kalangan pecinta batu mulia.

Kualitasnya lebih superior jika dibandingkan Safir dari Thailand atau Australia yang warna birunya seringkali terlalu gelap.

Madagaskar
Pada tahun 1990an dunia dibuat tertegun dengan munculnya tambang Safir baru. Terlebih lagi Safir yang dihasilkan daerah ini tak kalah dengan Safir yang dihasilkan dari tambang-tambang terkenal sebelumnya.

Kedalaman warna, kejernihan, dan kemurnian batu mulia biru yang dihasilkannya tak kalah dengan rivalnya dari Myanmar, bahkan sebagian menganggapnya mendekati kualitas Safir Kashmir yang sangat langka itu, tapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Safir Madagaskar
Safir pendatang baru yang mengejutkan dan segera saja memikat dunia itu dihasilkan di Madagaskar Afrika, tempat yang jauh dari lokasi penambangan Safir tradisional selama ini.

Kehadirannya yang tidak terduga tentu saja disambut dengan antusias oleh penggemar batu permata.

Perlu anda tahu, Safir yang banyak beredar sekarang kebanyakan berasal dari negara ini.

Anehnya ketika disebut Safir Madagaskar langsung memandang rendah, tidak heran Safir Burma, Safir Ceylan dan Kashmir lebih dulu terkenal dimana-mana.

Madagaskar
Tambang Madagaskar
Dari segi ilmu mineral dan gemologi, Safir Madagaskar memiliki kualitas yang setara. Karena kuantitasnya memang lebih banyak maka harganya agak miring dibanding Safir langka dari Burma, Kashmir atau Srilangka.

Di samping keempat negara di atas yang memang terkenal dengan Safir berkualitasnya negara-negara lain penghasil Safir adalah India, Vietnam, Australia, Brazil dan Amerika Serikat.

Kristal mentah dari tambang-tambang permata itu dicari dengan susah payah di dalam tanah kemudian diolah oleh tangan terampil ahli permata menjadi Safir yang gemerlapan.

Baca juga:

Batu Safir, Cuts dan Kualitas Terbaik si Permata Kahyangan

Safir, Permata Langit yang Tercipta di Dalam Bumi


Pesona Safir si Permata Kahyangan

Masih ingat cerita tentang Safir sang permata dari Kahyangan itu? Ini adalah bagian ketiga dari tiga tulisan tentang permata nan sangat mempesona ini.


Kalung Hall Sapphire yang terdiri dari 36 buah blue Safir (total 195 c) dipadu Berlian,  didesain oleh Harry Winston,Inc, National Museum of Natural History, Washington DC(origin: Srilangka).
Bagian pertama dan kedua dapat anda baca di sini dan di sini. Kini kita akan membicarakan tentang bentuk asahan Safir yang umum terdapat di pasaran. Selamat membaca dan semoga memperkaya khazanah pengetahuan anda.
***

Umumnya Safir transparan diasah dalam bentuk facet (berjenjang) seperti halnya Berlian atau Rubi. Bentuk gosokan itu meliputi round, cushion, heart, oval, radiant, marquise, pear, dan berbagai variasinya seperti tampak pada diagram di bawah ini.


Namun jika diinginkan dapat juga diasah cabochon (dome/kubah pada permukaannya atau terkadang dengan alasnya) terutama untuk Safir opaque (tidak tembus cahaya) atau semi opaque.

Asahan/gosokan seperti itu akan menghasilkan Safir dengan asterism atau Star Sapphire/Safir berbintang. Safir dengan bintang bersayap enam atau lebih tergolong permata yang sangat mahal.
Blue Star Safir
Harap diperhatikan, bahwa yang sangat mahal ini adalah Safir berkualitas tinggi dengan kualifikasi untreatment, atau tidak mendapat lakuan khusus non alamiah, seperti pemanasan (heated/H) atau glass filled/GF.

Rough/Kristal mentah yang di dapat benar-benar apa adanya dan relatif tidak memiliki cacat, seperti inklusi (zat-zat penyusup seperti gas, mineral lain) yang berlebihan atau kasat mata.

Safir GF berarti batu tersebut mempunyai banyak retakan yang ‘diisi’ glass/kaca jenis khusus untuk menutupi retakannya. Kualitas Safir hasil pemanasan biasanya lebih baik dari glass filled (tidak terlalu banyak atau bebas dari retakan halus di dalam batu).

Biasanya yang digunakan adalah kaca khusus super jernih bernama cobalt glass, proses pengisian kaca kobalt ini dilakukan melalui pemanasan.

Kaca Kobalt
Kaca Kobalt
Sementara untuk kategori treatment H (heated), adalah batu yang dipanaskan pada suhu konstan selama beberapa jam atau beberapa hari untuk meningkatkan kualitas warna dan kecerlangannya.

Batu yang banyak beredar di pasaran Indonesia adalah kategori GF, harganya murah meriah, kisaran ratusan ribu saja. Kategori H (heated) lebih mahal, bisa beberapa juta bahkan beberapa puluh atau ratus juta per butirnya, di mana harga ini pun dipengaruhi pula oleh ukuran/carat-nya.

Pojok kiri atas dan kanan bawah Safir sebelum dan sesudah melalui proses heated dan alat untuk memanaskan batu baik secara tradisional maupun yang lebih modern.
Safir juga dibuat tiruannya di laboratorium, di pasaran terkenal dengan nama ‘American Star’, meski cukup indah tentu saja tidak sebanding dengan keindahan Safir alam, harganya pun murah.

Spesies paling mahal adalah Safir dengan kualifikasi untreatment, mulai ratusan ribu sampai beberapa puluh/ratus juta/carat-nya, varietas ini tidak mudah didapat karena sangat langka.

Safir
Safir Logan (kiri) dalam cut cushion 423 c, Blue Safir paling besar yang dipajang bagi publik dan kalung Hall Sapphire yang terdiri dari 36 Safir (total 195 c) yang dipadu Berlian, dipajang dan tersimpan di Smithsonian Institute dan  National Museum  off Natural History, Washington DC (origin: Srilangka).
Untuk membedakan Safir alam hasil olahan (heated atau glass filled) dengan yang untreatment diperlukan keahlian seorang gemolog, anda dapat memeriksakan kualitas Safir anda di lab-lab batu permata yang sekarang banyak terdapat di sentra-sentra penjualan permata di kota-kota besar.

***
Kembali ke istilah asterism atau permainan cahaya berbentuk bintang pada permukaan batu. Asterism pada Safir biasanya nampak lebih terang daripada bintang pada Rubi.

Hal yang mungkin disebabkan karena kontras antara warna biru dengan cahaya putih peraknya yang berkilauan. Asterism atau star pada Safir disebabkan adanya mineral rutil yang berbentuk jarum halus.

Star Sapphire
Sayangnya populasi Safir berkualitas tinggi dengan display bintang termasuk langka. Dari setiap mineral yang ditemukan di tambang Safir di seluruh dunia, persentasinya tergolong kecil

Srilangka dan Myanmar terkenal sebagai Penghasil terbanyak Star Sapphire di dunia, sejak dahulu bahkan sampai saat ini. Beberapa Star Sapphire terkenal yang kini disimpan di museum-museum dunia berasal dari Srilangka.

Beberapa di antara mereka memiliki berat lebih dari 100 carat (lebih dari 20 gram, 1 carat = 0,2 gr). Seperti Safir dengan nama Star of Artaban (287,3 carat) yang kini disimpan di Smithsonian Institute dan Star of India seberat 563 carat yang dimiliki American Museum of Natural History.

Keunikan Star of India yang biru keabuan adalah bintang pada kedua sisi nya. Sementara Star Sapphire yang diyakini paling besar dan terindah adalah Safir tanpa nama dengan berat 393 carat milik State Gem Corporation, origin Safir berwarna keunguan ini juga Srilangka.

Star Sapphire
Safir Star berukuran ekstra besar, searah jarum jam, Star of Artaban (Srilangka), Star of Asia (Myanmar/Burma), Star of  Bombay (Srilangka) dan sebuah Safir tak bernama. Credit: wikipedia
Di banding Srilangka, Safir star dari Myanmar yang berukuran besar ternyata lebih langka, hanya satu yang kini tersimpan di Smithsonian Institute, namanya Star of Asia.

Bobot Safir itu 330 carat dengan warna biru keunguan. Safir star berukuran besar dari tambang di Myanmar memang tidak sebanyak Srilangka, negeri itu lebih dikenal sebagai penghasil Safir dengan warna-warna yang indah.

Baca juga: Safir, Permata Langit yang Tercipta di Dalam Bumi

Safir, Permata Langit yang Tercipta di Dalam Bumi

Inilah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Safir: Pesona yang Tak Terelakkan. Begitulah pujian terhadap keindahan alami permata yang masih saudara kandung Rubi ini.


Blue Safir 
Safir akan sangat mempesona siapa saja yang memandangnya. Warna birunya mantap dan sangat menawan. Warna biru dikatakan cermin dari kelembutan, kehangatan, keceriaan, cinta, hidup dan harmoni.

Semuanya terangkum dan terwujud dalam permata nan kharismatik ini. Berikut adalah kisah permata kahyangan yang terbagi dalam 3 tulisan, selamat membaca!

Tak peduli siapapun dia, ahli permata atau penggemar batu pasti tak bisa mengelakkan pandangan kagumnya dari pesona Safir, yang tergolong batu mulia di samping Intan/Berlian, Rubi, dan Zamrud.

Safir datang ke Bumi dengan pelbagai nuansa biru yang indah dan memandang permata ini seperti menyaksikan keindahan langit di atas dunia.

Karena ketahanan, kekerasan dan luster yang dimilikinya, Safir tergolong permata paling berharga dan paling bernilai tinggi di antara semua permata berwarna biru.

Safir
Safir Logan (kiri) dalam cut cushion 423 c, Blue Safir paling besar yang dipajang bagi publik dan kalung Hall Sapphire yang terdiri dari 36 Safir (total 195 c) yang dipadu Berlian, keduanya dipajang dan tersimpan di Smithsonian Institute. Origin Safir: Srilangka.
Warna birunya tersedia mulai dari biru pagi yang cerah sampai biru nan ceria di musim panas. Namun permata kahyangan ini tidak hadir dalam nuansa biru bening saja.

Ia juga hadir dalam nuansa cahaya yang berupa-rupa yang akan mengingatkan orang pada warna-warna langit ketika matahari mulai terbit sampai terbenam.

Safir tidak hanya berwarna biru
Biru memang warna utama safir, dan biru adalah warna favorit hampir 50% pria dan wanita. Warna ini melambangkan simpati, harmoni, persahabatan dan kesetiaan. Tapi ada juga Safir dengan warna indahnya yang lain.

Ada Safir oranye bak cahaya sinar mentari yang bermain di langit pagi atau sore. Safir jenis ini dikenal dengan istilah khusus, ‘padsparadscha’.

Padsparadscha
Di samping itu terdapat Safir kuning cerah, pink, hijau, ungu sampai kecoklatan dan hitam. Dari warna-warninya yang mewakili keindahan cahaya langit, tampaknya Safir bagai permata yang dijatuhkan dari langit walau sejatinya ia terbentuk dan ditemukan jauh di dalam perut bumi.

Nama-nama Safir di dalam istilah umum/perdagangan
Batu ini sudah lama populer baik di dalam dan di luar negeri. Di Indonesia sendiri Safir dikenal dengan berbagai nama, di antaranya Nilam atau Yakut, Nilam Kemukus, Mirah Bening, Mirah Cempaka, Kecubung Kencana, Mirah Kenanga, dan Biduri Jambe.

Nilam atau Yakut untuk Safir warna biru, Mirah Cempaka untuk Safir kuning, Biduri Jambe untuk Safir kecoklatan. dan Kecubung Kencana adalah safir cantik berwarna ungu.

Di perdagangan internasional nama batu ini secara umum adalah : Bue Sapphire, Star Sapphire, White Sapphire, Green Sapphire, Yellow Sapphire, Pink Sapphire, Purple, Brown dan Black Sapphire.


Safir
Warna-warni Safir
Varietas Safir oranye dengan semburat lembut warna pink memiliki nama yang khusus, yaitu padsparadscha, yang artinya ‘bunga lotus’. Bisa jadi inilah safir paling mahal di antara nonblue Sapphire.

Namanya memang berbeda-beda namun semua mengacu pada batu mulia yang sama. Karena memiliki warna tertentu tak heran jika batu cantik ini memiliki banyak nama.

Asal kata Safir
Kata Safir berasal dari bahasa Latin, 'sappheiros' yang artinya biru yang sebelumnya dikenakan untuk permata Lapis Lazuli, yang lebih dulu populer. Kata ini konon diucapkan pertama kali oleh seorang filsuf Yunani bernama Theophrastus.

Aristoteles menyebutnya sebagai Yacut, yang asalnya dari bahasa Arab dan berarti batu bening berwarna biru. Bangsa Yunani sendiri menyebutnya Yacinth. Kelak di kemudian hari oleh para gemolog, permata itu ditetapkan dengan nama Safir (Sapphire).

Mineral pembentuk Safir adalah korundum, jadi masih saudara kandung Rubi. Maka sifat fisik dan kimianya identik dengan permata merah itu. Kekerasannya pun sama dengan rubi, 9 pada skala Mohs.

Perbedaannya terletak pada elemen penyusup. elemen penyusup Safir adalah besi (Fe) dan titanium (Ti), sehingga meskipun kristalnya sama dengan Rubi, Safir ditakdirkan tidak berwarna merah.

Permata dalam kelompok korundum adalah mineral Al2O3 (alumunium oksida) yang terkristalisasi jauh di dalam perut bumi, di tempat di mana mereka diciptakan.

Mineral ini sejatinya tidak berwarna atau bening. Masuknya senyawa-senyawa lain ketika kristal ini masih berupa cairan panaslah yang menyebabkan timbulnya warna pada turunan permata yang dihasilkannya.

Mineral induk Rubi dan Safir, secara mineralogi dinamakan korundum, yang bening tidak berwarna, setelah dibentuk permata namanya jadi White Sapphire, terkadang dijadikan subtitute (pengganti) Berlian.
Rubi adalah korundum dengan senyawa elemen penyusup Cr (chrome/krom), sementara Safir adalah korundum dengan elemen penyusup besi (ferrum/besi) atau titanium.

Zat-zat atau ion-ion penyusup dalam mineral utama inilah yang bertanggung jawab akan munculnya berbagai warna pada permata ini.

Baca juga: Batu Safir, Cuts dan Kualitas Terbaik si Permata Kahyangan

Jumat, 17 Februari 2017

Kilau Rubi, Rajanya Batu Permata

Cinta, gairah hidup, dan kekuasaan terangkum dalam permata merah bernama Rubi. Tidak salah, merah adalah simbol cinta, yang memancarkan kehangatan, vitalitas, dan gairah hidup.


Rubi Star (courtesy Washing DC Natural History Museum)
Dalam bahasa Sangsekerta Rubi adalah 'Ratnaraj' yang artinya rajanya batu permata. Di dunia gemstones yang penuh pesona gemerlapan ini Rubi memang penguasa sejati yang tak perlu diperdebatkan lagi.

Batu ini memiliki segala persyaratan yang lebih dari cukup untuk menyandang julukan itu. Kilau, derajat kekerasan dan keindahannya nyaris tak tertandingi dan eksitensinya sudah sangat melegenda.

Dari segi harga, Rubi dengan kualitas terbaik sekarang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta per-caratnya di mana harga ini terus meningkat saja dari waktu ke waktu.

Spesimen Rubi yang fantastik, origin Tanzania by Rob Lavinsky (img source: iRock)
Hampir sepanjang kurun, sejak ribuan tahun lalu permata merah merona ini dinobatkan sebagai salah satu batu mulia paling berharga di seantero jagad.

Warnanya yang fantastik, kekerasan yang handal (9 pada skala Mohs), kecemerlangan yang luar biasa, dan sebagai pelengkap, eksistensinya yang boleh dibilang teramat langka, terutama untuk Rubi berkualitas prima.

Dengan keunggulan karakter fisik dan kimia yang dimiliki Rubi serta kelangkaannya maka bersama Berlian, Safir, dan Zamrud, Rubi digolongkan ke dalam precious stones atau batu mulia di jajaran batu permata.

Warna merah pada Rubi lebih terang dari permata lain kecuali Spinel. Kilapnya yang gemerlap, terutama untuk Rubi yang merah jernih, termasuk kilap adamantin (kilap bagai berlian).

Selain julukan rajanya permata, julukan lain baginya adalah permata bangsawan alias the nobel’s stone. Karena Rubi adalah batu mulia kedua terbanyak yang dikoleksi kaum bangsawan setelah Berlian
.
Ruby
Rubi
Rubi hadir dalam berbagai nuansa merah, merah tua gelap, merah kecoklatan, sampai merah pinky. Rubi dengan warna merah sedikit tone ungu dikenal sebagai piegon’s blood, termasuk Rubi yang mahal harganya

Takdir Rubi nampaknya hanyalah keindahan, dia terlahir untuk menjadi cantik dan warna adalah segalanya. Keindahan utamanya memang terletak pada warna merah dan gemerlapnya yang setara berlian.

Karenanya hal itu kadang membuat Rubi lebih mahal dari sebutir berlian berkualitas baik dengan ukuran yang sama.

Sementara kejernihan (transparansi) adalah hal penting berikutnya. Mengapa? Karena seperti Safir, meskipun Rubi banyak yang opaque (tidak jernih atau tidak tembus cahaya), namun keindahannya tetaplah sangat membius mata!

Ruby
Rubi Mogok
Walaupun batu mulia ini banyak diasah dalam bentuk berjenjang (facet), lebih banyak lagi Rubi dibentuk cabochon (bentuk kubah di sisi atasnya). Bentuk asahan cabochon lebih digemari utamanya jika permata ini mengandung mineral rutil.

Rubi dengan mineral rutil jika diasah cabochon akan menimbulkan efek katoyan (mata kucing) atau bahkan asterik (bintang) yang bercahaya sutra atau perak berkilauan.

Rubi
Ruby Star dari Srilangka
Bintang pada Rubi biasanya berjari enam atau terkadang berjari dua belas. Safir pun demikian, dalam kaitannya dengan permata biru itu bahkan konon ada Safir langka dengan bintang bersayap lima.

Asal nama Rubi
Permata indah ini mendapatkan namanya dari bahasa latin ‘ruben’ yang berarti merah. Mineral induknya korundum (dari bahasa Tamil Sinhala, ‘korundam’ yang artinya juga merah). Masih satu keluarga dengan Safir yang mineral induknya juga korundum.

Rubi di Indonesia dikenal sebagai Mirah atau Biduri Mirah Delima. Namun ada sebagian yang membedakan kedua istilah itu. Biduri Mirah adalah sebutan bagi Rubi merah tua sangat terang, sedangkan Biduri Mirah Delima ialah Rubi merah muda atau merah jambu bernuansa silky (kilap sutra nan sangat halus).

Harga Rubi di pasaran
Harga rubi di pasaran sangat bervariasi, rubi-rubi yang kecil bisa saja diperoleh dengan harga ratusan ribu rupiah atau kurang.

Spesimen lebih besar dengan warna dan kejernihan di atas rata-rata dapat dengan mudah melejit ke kisaran puluhan juta atau bahkan ratusan juta/carat-nya untuk Rubi yang benar-benar berkualitas tinggi.

Perawatan
Rubi adalah batu yang keras, dipakai setiap hari bertahun-tahun sekalipun permukaannya tidak akan gores saking kerasnya. Namun ketukan yang telak harus dihindarkan karena batu ini bisa retak atau bahkan pecah.

Membersihkannya cukup dengan air sabun dan sikat lunak atau bisa juga dalam mesin penggetar. Sebaiknya Rubi disimpan tersendiri atau tidak dicampur dengan batu yang lain, karena batu ini dapat menggores batu apa saja kecuali intan. Bagian pertama dari dua tulisan.