Tampilkan postingan dengan label Labradorit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Labradorit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Sunstone, Permata dengan Cahaya Emas nan Abadi

Batu yang indah ini berwarna coklat orange kemerahan dengan percikan warna kuning emas atau merah aurora yang diselingi aneka warna biru dan hijau muda.

Sunstone terbentuk dan mengkristal di dalam aliran lahar panas. Warnanya kristalnya bervariasi  mulai dari bening, kuning, pink yang lembut, oranye, sampai coklat kemerahan. Kadang terdapat pula Sunstones dengan warna hijau tua atau biru, namun varietas ini cukup langka.

Batu yang bagaikan berselimut cahaya keemasan nan abadi ini sangat dicari-cari orang sejak zaman dulu kala, karena selain pesona percikan cahaya indahnya ia pun dianggap memiliki khasiat tertentu.

Percik-percik warna metalik dari dalam batu ini disebabkan oleh inklusi tembaga, hematit atau pirit. Ada yang tampak jelas secara kasat mata ada pula yang sangat halus sehingga hanya bisa dilihat oleh alat bantu semacam lup.

Sunstone
Sunstones, origin India foto: artesana_703
Meskipun aventurine kebanyakan berwarna hijau, Sunstone juga dikenal sebagai aventurine feldspar  atau heliolit, dari bahasa Yunani 'helios' untuk matahari dan 'litos' yang berarti batu, di Indonesia namanya bisa jadi macam-macam, Akik Surya misalnya.

Sejarah permata ini termasuk sangat tua, batu ini ditemukan di kuburan-kuburan orang Viking di Eropa Utara. Mereka yakin batu ini adalah sarana dan pemandu bagi roh mereka dalam perjalanan  menuju Valhalla setelah mati.

Menariknya, batu yang dimaksud oleh bangsa Norwegia kuno itu kemunginan besar adalah iolit dan bukannya Sunstone seperti yang kita kenal sekarang ini.

Paus Clementus VII (1478 - 1534) dikenal memiliki sebuah Sunstone dengan lingkaran keemasan yang bergerak-gerak di permukaannya laksana pergeseran matahari mulai dari terbit sampai tenggelamnya.

Suku asli Amerika di Oregon memanfaatkannya sebagai alat tukar dalam perdagangan mereka. Sunstone Oregon kemudian diputuskan menjadi permata resmi negara bagian ini pada tahun 1887. Oregon memang salah satu penghasil Sunstone yang cukup dominan.

Selain Sunstone dengan warna dasar coklat oranye dengan inklusi keemasan, Oregon juga menghasilkan Bicolor Sunstones atau Sunstone dua warna. Sehingga untuk mengoptimalkan keindahannya batu ini diasah dalam bentuk yang cenderung bebas termasuk digosok secara tumbled (glundungan).
Sunstones Oregon dan ragam nuansa warnanya (foto: Wiki)
Sunstone digunakan oleh orang-orang Tibet dalam ritual penyembuhan sebagai sarana bagi para roh mengakses kekuatan matahari. Ketika kontak dengan para arwah berhasil, batu ini konon memancarkan cahaya kuning keemasan.

Ahli terapi kristal yakin Sunstone dapat meningkatkan personalitas seseorang dan mampu melenyapkan depresi. Dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa lain, batu ini dikait dengan berkah, keberuntungan dan nasib baik.

Sunstone Dalam Mineralogi
Sunstone adalah anggota dari group permata feldspar dari kelompok plagioklas dan masih saudara semineral dengan Moonstone dan Labradorit. Silahkan klik link-nya bagi anda yang belum sempat membaca tentang kedua batu di atas.

Feldspar adalah unsur yang paling banyak terdapat di kerak bumi, hampir dua pertiga dari tanah yang anda pijak mengandung zat feldspar. Rumus kimia umum Sunstone adalah (Ca,Na)((Al,Si)2Si2O8) dengan sistem kristal triklinik.

Feldspar tidak hanya penting dalam pembentukan tanah tapi juga menghasilkan aneka bebatuan berkualitas permata dengan tampilan yang khas dan fenomenal. Seperti Moonstone (Biduri Bulan) atau Labradorit.

Kerlap-kerlipnya bak percikan cahaya matahari yang berkilauan, hal ini disebabkan inklusi kepingan-kepingan logam sangat halus yang menyusup ke dalam kristalnya. Logam-logam itu bisa berupa tembaga, hematit, atau pirit yang warnanya kuning berkilat seperti emas.

Jika terkena cahaya, jutaan partikel logam inklusi yang amat halus itu pun memercikkan cahaya bagai bunga api yang benar-benar sangat indah. Gemolog menyebut efek spesial ini 'schiller effect', para penambang permata di Afrika menyebutnya 'flowers'.

Sunstone
Untuk mengoptimalkan permainan cahayanya batu ini biasanya di potong dan dibentuk cabochon. Sunstone dengan warna yang lebih dalam terkadang diasah dalam bentuk facet/bersending untuk menampilkan kilaunya yang fantastik.

Sunstone dengan warna lebih gelap ada yang memiliki jalur-jalur beraneka warna sementara Sunstone yang lain menampilkan gejala pleokroisma atau permainan warna jika dipandang dari sudut yang berbeda.

Dimana Batu ini Ditambang?
Biasanya deposit batu ini terdapat dekat  di permukaan tanah pada areal  bebatuan vulkanis yang melapuk. Penambangannya dengan memilah batu-batu itu dengan alat sederana seperti sekop. Terkadang penambang menggali lubang-lubang dangkal untuk mencari material mentahnya.

Di Amerika Serikat batu ini ditambang di wilayah Warner Valley, Oregon. Ciri khas Sunstone daerah ini adalah warnanya yang merah oranye terang karena kandungan tembaganya yang tinggi.

Depositnya terdapat juga di India, Canada, Tanzania, Tibet, Madagaskar, Norwegia, dan Rusia. Sunstone Madagaskar termasuk unik karena terkadang menampakkan asterisme (star/bintang).

Jenis yang indah, langka, dan termasuk baru ditemukan adalah Sunstone rdari Tibet yang pertama kali diangkat dari tanah pada tahun 2002. Ditemukan di bagian tengah negara para bhiksu itu di sebuah pegunungan yang sangat terpencil.

Sebagian orang menyebutnya 'Andesin', nama yang mengacu pada penemuan mineral sejenis di aliran lahar Pegunungan Andes, Bolivia, pada tahun 1881. Dikenal juga sebagai Andesin China, Andesin Tibet, Labradorit Andesin, atau Labradorit Merah.

Sunstone atau si Biduri Surya bersama Moonstone sang Batu Bulan dan Labradorit, adalah permata-permata nan cantik keturunan feldspar. Masing-masing permata itu bermain dengan pendar, percik dan kemilau cahayanya nan sensasional, magis dan ilusif.

Labradorit dan Rainbow Moonstone
Pendar-pendar cahaya pelangi nan ilusif (Labradorit), kilau percik cahaya mentari (aventurin/andesin), atau anggunnya sinar rembulan (adularia), adalah pesona alami yang mereka miliki.

Efek spesial yang mereka bawa dalam kerajaan permata itu bahkan memiliki nama-nama khusus yang tampaknya ditujukan hanya bagi permata-permata feldspar itu sendiri.

Pendar dan permainan cahaya pada Moonstone disebut adularensi, pendar warna-warni pelangi pada Labradorit disebut labradorensi, dan pada Aventurin/Sunstone disebut aventurensi.

Masih ada saudara Sunstone yang tak kalah indahnya dengan special effect yang juga mempesona namanya Lattice Rainbow yang sebenarnya masih termasuk Sunstone namun dengan inklusi yang khas.

Special effect dan permainan cahaya itu menjaikan feldspar sebagai salah satu mineral penting penghasil permata dalam kerajaan batu permata yang penuh pesona ini.

Derajat kekerasan pada Sunstone berkisar antara 6 sampai 6,5 pada skala Mohs. Meski cukup tangguh namun anda harus berhati-hati mengenakannya agar tidak mudah tergores oleh benda lain yang lebih keras.

Permata indah lainnya:

Aquaprase 'saudara kembar' Bacan dari Afrika

Keajaiban Turmalin, Batu dengan Sejuta Warna

Cintamani, si Permata Antar Bintang

Kamis, 23 Februari 2017

Moonstone, Permata dengan Keindahan Cahaya Rembulan

Dalam mitologi Romawi Kuno, batu nan bercahaya putih neon ini konon diciptakan oleh para dewa dari cahaya Bulan yang dibekukan.
Spesimen Moonstone dari Srilangka by Parent Géry  (source: wiki.commons)
Tak heran, karena permata bernuansa lembut ini kilapnya memang indah dan sangat memukau bagaikan cahaya Sang Rembulan si empunya malam.

Moonstone atau Biduri Bulan termasuk salah satu permata keturunan mineral felspar. Rumus kimianya KAlSi3O8 – NaAlSi3O8 – CaAl2Si2O8.

Felspar merupakan mineral paling banyak yang terdapat di tanah, sekitar 60% kerak Bumi terbentuk dari felspar, di mana felspar tergolong mineral tektosilikat pembentuk batuan.

Dari mineral ini dilahirkanlah berbagai permata dengan special effect seperti yang dimiliki Moonstone. Felspar memang mineral penting di dunia perbatuan, karena selain Moonstone ia juga melahirkan batu-batu permata dengan pendaran cahaya indah yang luar biasa.

Moonstone by Wouter Hagens
Display cahayanya disebabkan gabungan dua tipe felspar, yaitu tipe ortoklas dan tipe plagioklas (adularia/felspar kalium dan albit/felspar sodium). Kedua tipe ini tersusun lapis demi lapis, di mana keduanya memiliki indeks bias yang berbeda.

Jika lapisan-lapisan ini tipis maka akan muncul warna kebiruan, sedangkan jika lapisan itu tebal maka yang muncul adalah warna atau pendaran cahaya neon.

Permainan warna khas ini disebut adularisasi atau bahasa sononya ‘adularescence‘, efek khusus dengan daya tarik magis yang hanya dimilikinya.

Warna-warni pada Moonstone
Meski ciri khas Moonstone warnanya jernih kebiruan permata ini juga hadir dalam berbagai warna. Mulai dari bening sampai abu-abu, coklat, kuning, hijau, atau pink. Namun yang paling umum berwarna neon atau cahaya bulan.

Biduri Bulan

Warna yang dimiliki Moonstone

Tingkat kejernihannya (clarity) bervariasi mulai dari jernih (transparent) sampai agak berkabut/semi transparan (translucent) dan bahkan opaque (tidak tembus cahaya).

Batu dengan kualitas terbaik dan paling mahal biasanya memancarkan pendar cahaya kebiruan, sangat jernih, dan bening (tak berwarna).

Masih ada‘saudara-saudara’-nya yang termasuk turunan felspar. Namun hanya beberapa jenis saja yang berkualitas permata. Antara lain Mikrolin (Amazonite/Biduri Uma), Labradorit dan oligoklas (Aventurin/Sunstone/Akik Surya), yang nanti akan dibahas satu persatu.

Moonstone
Amazonit-Labradorit-Aventurin
Ada turunan felspar lain dengan efek adularesensi yang mirip Moonstone tapi dengan pendar cahaya pelangi. Di  gemstones market nama komersialnya Rainbow Moonstone.

Secara ilmu mineral batu ini sebenarnya termasuk Labradorit, karena susunan kimianya lebih cenderung ke plagioklas (felspar sodium) daripada ortoklas (felspar kalium).

Rainbow Moonstone
Moonstone dengan kualitas tinggi sekarang termasuk langka. Srilangka, India, Tanzania, Madagaskar, dan Myanmar adalah tempat mereka ditemukan.

Jenis yang berharga sangat mahal, ditemukan di Myanmar dan Madagaskar, pendaran cahayanya putih kebiruan.

Rough Moonstone dan yang sudah digosok cabochon.
Untuk memaksimalkan efek spesial yang dimilikinya Biduri Bulan yang cantik ini biasanya diasah oval cabochon. Adularisasi akan tampak lebih jelas dalam bentuk gosokan ini, di mana dasarnya digosok sejajar dengan lapisan-lapisan di dalamnya.

Moonstone dalam mitologi
Batu ini sejak dahulu diselimuti berbagai mitos, mistik dan magic dan sejak jaman dulu pula banyak yang memakainya untuk dijadikan semacam ajimat keberuntungan.

Di India Moonstone diangggap batu dengan kekuatan supranatural. Di beberapa negara Arab para wanitanya gemar menyematkan Moonstone pada busananya, di sana dia dianggap simbol dari kesuburan (fertilitas).

Sementara dalam budaya-budaya Barat ia dikaitkan dengan gairah asmara (romance), cinta dan fertilitas, hingga sekarang pun masih dipergunakan dalam terapi crystal healing.

Moonstone
Selain mempengaruhi gairah asmara, konon ia membawa keberuntungan, menguatkan intuisi, membawa kesuksesan baik dalam karier dan romance.

Lebih dari semua itu, Moonstone termasuk benda buatan alam nan berharga, aura keindahannya berkesan sensual dan memabukkan. Sehingga siapa saja yang melihatnya akan langsung terpikat dan jatuh hati pada pandang pertama☺

Di dunia perbatuan, Moonstone tergolong semi precious stone, namun ada juga yang berharga sangat mahal karena keunikan, kelangkaan dan keindahannya.

Batu dengan sistem kristal monoklin ini berat jenisnya 2,56-2,59 dengan derajat kekerasan 6 pada skala Mohs. Agar kilapnya awet, jangan taruh Moonstone bercampur dengan permata jenis lain, supaya dia tidak mudah tergores.

Baca juga: Labradorit, Keindahan si Permata Aurora

***

Rabu, 22 Februari 2017

Labradorit, Keindahan si Permata Aurora

Batu nan sangat indah ini termasuk keluarga felspar, mineralnya disebut Labradorit, di Indonesia namanya Batu Labrador.

Specimen Labradorit dari Madagaskar, image by Awiejikeal


Pendaran warna-warninya ilusif dan magis, menyihir mata dan pikiran, mengingatkan orang pada keindahan aurora atau pelangi nan bercahaya di langit malam.

Mineral utamanya adalah felspar, terdiri dari warna utama abu-abu sampai kebiruan yang jika dilihat dari sudut lain akan memancarkan spektrum warna berbeda yang sebelumnya tidak kelihatan.

Permainan warna yang spesifik ini diberi nama khusus sesuai dengan namanya, labradorensi atau pendar pelangi, seperti istilah fluorensi pada zat fluor yang berpendar hijau di dalam kegelapan.

Jika dilihat dari sudut yang tepat keindahan permata ini akan sangat optimal. Dan memang sangat menakjubkan!

Harap anda tahu saja, permata-permata turunan felspar memang terkenal dengan permainan permainan cahayanya yang spektakuler.

Untuk memaksimalkan keindahanya nan magis ini gosokan/asahan Labradorit umumnya dibuat dalam bentuk cabochon atau variasinya .

Secara mineralogi batu ini terdiri dari serangkaian mineral plagioklas (kalsium sodium alumunium silikat/felspar yang kaya unsur sodium). Mineral ini tersusun berlapis-lapis dengan indeks bias yang berbeda-beda.

Berkas sinar yang masuk akan terdistorsi, dibiaskan, dipantulkan, dibelokkan, atau diteruskan dengan panjang gelombang dan intensitas yang berbeda, menghasilkan pendaran warna-warni jika dipandang dari sudut tertentu.

Labradorite
Loose stones dan aneka jewelry Labradorit
Labradorit yang transparan relatif bebas dari inklusi dan tampil dalam warna merah, oranye, kuning atau bening, sementara yang seringkali digunakan untuk perhiasan adalah varietas dengan warna abu kebiruan yang memancarkan pesona efek pendar pelangi.

Jika memandang corak batu ini lebih lama anda akan teringatkan pada permainan dan kombinasi warna indah pada sayap kupu-kupu.

Kilap/pendar cahaya pelanginya  hampir-hampir bersifat metalik, pendar-pendar warna-warni itu dinamakan iridensi yang kemudian oleh para gemolog disebut ‘schiller effect’ atau labradorensi.

Labradorit varietas Spectrolite
Labradorit pertama kali ditemukan tahun 1770 di Semenanjung Labrador, Canada. Kemudian ditemukan juga di Norwegia dan beberapa negara pecahan Uni Sovyet.

Di Finlandia juga terdapat deposit Labrador dengan warna biru yang  semi transparan. Varietas spesial yang hanya ditemukan di daerah ini dinamakan Spectrolite.

Spectrolite adalah varietas yang sangat langka, varietas ini menampilkan hampir semua spektrum warna, keindahan dan pendar pelanginya luar biasa. Dulu hanya ditemukan di Finlandia namun depositnya terdapat pula di India.

Deposit Labradorit yang bisa jadipaling indah memang terdapat di daerah pertambangan Ylamaa, Lappeenranta, negara Finlandia.

Di luar itu, penghasil Labrador yang juga berkualitas adalah Golovinskoye, Zhytomyr, Ukraina dan Antsohamamy di Provinsi Tulear, Madagaskar.Spesimen Labradorit berkualitas bagus ditemukan juga di Black Hill, New South Wales, Australia.

Di market gemstones beredar batu yang diperdagangkan dengan nama Rainbow Moonstone, batu ini mempunyai efek adularensi seperti Biduri Bulan namun dengan pendar cahaya pelangi.

Batu asal Madagaskar ini secara mineralogi sebenarnya tergolong spesies Labradorit karena susunan kimianya lebih cenderung ke plagioklas (felspar sodium) daripada ortoklas (felspar kalium).

Sementara daerah Labrador di pulau Nain dan Tabor Kanada, tercatat sebagai penghasil deposit Labradorit yang penting sampai saat ini.

Di pegunungan Adirondack sebelah utara New York, terutama di Saranac Lake, dihasilkan Labradorit yang penuh warna. Varietas Labradorit transparan dihasilkan di Millard County, Provinsi Utah, dan Woodwar Ranch dekat Alpine, Brewster County, Texas, USA.

Labraorite
Labradorit semi transparan
Derajat kekerasan Labrador berkisar antara 6 – 7 pada skala Mohs dengan berat jenis 2,70 – 2,74. Sistem kristal triklin dengan bidang belah yang bagus.

Retakan-retakan super kecil dalam mineralnya justru menambah efek labradorensi-nya. Karena retakan mikroskopis itulah cahaya yang masuk akan terpantul sehingga meningkatkan efek aurora-nya yang penuh pesona magis itu.

***