Tampilkan postingan dengan label Kalimaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

12 Permata Paling Langka dan Termahal di Dunia (bag-1)

Bumi adalah tempat dari ribuan jenis mineral, ada sekitar 4.000 mineral terkandung di dalamnya. Di antara sebanyak itu ada yang jumlahnya melimpah ada yang tercipta sangat sedikit.


Red Beryl - foto By Rob Lavinsky, iRocks.com – CC-BY-SA-3.0
Di antara yang sedikit itu ada yang berkualitas permata, ketika ditemukan dan diolah ia menjadi permata nan teramat langka.

Harganya? Jangan ditanya, luar biasa di luar akal... tapi tidak bagi para kolektor atau gemologis yang paham akan nilai sebuah kelangkaan.

Berikut adalah jajaran batu permata yang termasuk sangat bahkan amat sangat langka dan harganya yang luar biasa itu.

1. Jeremejevite - 26.7 juta per carat
Jeremejevite (Al6B5O15(F,OH)3) adalah mineral alumunium borat yang berasosiasi dengan fluorida dan hidroksida.

Nama permata nan teramat langka ini diambil dari nama ahli mineral Rusia, Pavel Vladimirovich Jeremejev. Pertama kali ditemukan di Pegunungan Adun-Chilon di Siberia pada 1883.

Derajat kekerasannya setara Quartz,  6,5 - 7,5 pada skala Mohs. Level yang sangat ideal dijadikan permata.

Jeremejevite - foto By DonGuennie CC BY-SA 4.0
Sampai sekarang hanya beberapa ribu kristal saja yang pernah ditemukan dan kebanyakan ukurannya kecil-keci sehingga tidak cocok dijadikan permata.

Selain di Siberia Jeremejevite ditemukan juga di Pegunungan Pamir di Tajikistan, Namibia dan Eifel (Jerman) dan Madagascar. Spesimen biru terang adalah varietas termahal dari permata ini.

Harga tertinggi yang pernah dicapai sebuah Jeremejevite yang amat langka ini adalah 2.000 USD atau 26.7 juta rupiah per carat.

2. Black Opal - 30.7 juta per carat
Black Opal banyak dihasilkan tambang permata di Australia. Sesungguhnya dia tidak langka-langka amat, tapi permintaan Black Opal tidak imbang dengan produksi Opal jenis ini.

Di antara spesimen yang dikeluarkan dari dalam tanah hanya sedikit Black Opal yang betul-betul memiliki efek 'jarong' siang-malam. Harga tertinggi Black Opal tercatat 2.300 USD per carat.

Black Opal - foto By Daniel Mekis CC BY-SA 3.0
Opal atau Kalimaya adalah permata keturunan mineral Quartz, namun secara teknis dia tidak tergolong mineral melainkan mineraloid. Rumus kimianya Si2.nH2O

Alasan disebut mineraloid karena Opal tidak memiliki struktur kristal seperti yang dimiliki semua mineral. Opal menjalani proses keterjadian (genesa) yang tidak sama dengan mineral pada umumnya yang melibatkan tekanan atau panas yang tinggi.

Harga Black Opal paling mahal tercatat 2.300 USD per carat atau 30.7 juta/ct.

Selengkapnya tentang Opal dapat anda baca di sini: Keindahan dan Pesona Batu Kalimaya

3. Poudretteite - 40 juta per carat
Varietas pink lembut dari mineral ini hanya sekali ditemukan di tahun 1960an, di Gunung St. Hilaire Quebec Canada, penemunya adalah keluarga Poudrette.

Waktu itu hanya berapa kristal dalam ukuran sangat kecil dan belum dinyatakan sebagai mineral jenis baru. Rumus kimianya KNa2B3Si12O30. Kekerasannya sekitar 5 pada skala Mohs.

Poudretteite  (Credit: Smithsonian Gem Collection)
Tahun 2000 permata yang extremely rare  ini mulai memasuki market setelah depositnya ditemukan juga di Mogok, Myanmar, seperti yang tampak seperti yang dalam foto di atas.

Ukurannya cukup besar, mencapai 9.41 carat dan sejauh ini hanya satu-satunya Poudretteite terbesar yang pernah ditemukan, kini menjadi bagian dari koleksi National Gem Collection

Batu yang dibayar 3.000 USD per carat ini dihadiahkan kepada Smithsonian Institute oleh Frances Miller Seay pada tahun 2007. Dalam rupiah batu ini dihargai sekitar 40 juta/ct!

4. Benitoite - 53,5 juta per carat
Rumus kimia batu ini adalah BaTiSi3O9, warnanya biru keunguan, adonan kristalnya terdiri dari barium, titanium dan silika. Pertama kali ditemukan tahun 1907 di pedalaman San Benito, California USA.

Benitoite - foto  By Didier Descouens  CC BY-SA 4.0
Benitoite berkualitas permata hanya sekali itu saja ditemukan, tak heran jika harganya sangat mahal. Terlebih tambang ini hanya menghasilkan batu yang sangat kecil. Jarang didapatkan yang ukurannya lebih dari 1 carat.

Kelebihan benda langka ini adalah fluoresensi yang kuat atau pendaran kuat cahaya biru terang seperti fluor yang bercahaya hijau di dalam gelap.

5. Musgravite - 81,16 juta per carat
Satu lagi batu yang eksistensinya sangat langka, ditemukan tahun 1967 di Pegunungan Musgrave, Australia. Warnanya macam-macam, namun yang paling berharga adalah warna abu kehijauan dan ungu.

Populasinya permata ini amat sangat sedikit, sampai awal tahun 2000an jumlahnya tak lebih dari segenggaman tangan! Musgravite paling besar yang diketahui beratnya mencapai 5.7 carat

Musgravite (Multicolour.com)
Dalam bahasa kimia batu ini disebut magnesiumtafeit-6N'3S (Be(Mg, Fe, Zn)2Al6O12, rada sulit juga nyebutnya, apalagi mengingatnya. Kekerasannya sangat tangguh, 8,5 pada skala Mohs, sangat adorable dijadikan permata.

Batu yang berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu permata langka ini harga tertingginya mencapai 4.000 USD per carat atau 81,16 juta/ct.

6. Zamrud Merah (Bixbite) - 133.36 juta per carat
Bixbite adalah keturunan mineral beryl, masih saudara sekandung semineral dengan Zamrud, Aquamarine, Morganite, Heliodor, dan Goshenite, tapi ia ditakdirkan berwarna merah dan jauh lebih langka dari saudara-saudaranya itu.

Red Beryl - foto By DonGuennie CC BY-SA 4.0
Mineral beryl yang murni tidak berwarna alias bening, masuknya elemen-elemen penyusup menimbulkan warna-warni pada mineral ini.

Zamrud mendapat warna hijau dari senyawa chrome, sementara besi menyebabkan beryl menjadi Morganite dan Heliodor dan lithium menelurkan Aquamarine.

Dibanding nama aslinya, yaitu Bixbite, batu ini lebih dikenal dengan nama 'Zamrud Merah'. Ion logam mangaan (Mn) bertanggung jawab atas warna merah pada permata ini.

Varietas beryl nan langka ini hanya ditemukan di beberapa tempat saja di Amerika Serikat, yaitu di Wah Wah Mountains, Beaver County, Utah dan Round Mountains.

Sebenarnya daging batu bixbite tidak begitu bagus untuk dijadikan gemstones, tapi karena kelangkaannya, harganya melejit mencapai 10.000 usd per carat untuk top quality speciments.

7. Alexandrite - 160.3 juta per carat
Bisa inilah jadi permata paling indah yang pandai mengubah warna, pertama kali ditemukan di pegunungan Ural, Rusia. Popularitasnya kini menanjak di China dan Jepang yang tampaknya akan kian menaikkan harga batu ini.

Alexandrit - By Salexmccoy 
Permata dengan permainan warna nan ajaib ini masih keluarga chrysoberyl, mineral yang memang terkenal dengan special effect paling spektakuler di seantero blantika batu permata.

Sayangnya batu yang resmi jadi permata nasional bangsa Rusia ini semakin langka saja ditemukan di alam, terutama untuk spesimen berkualitas tinggi. Tak heran jika Alexandrite harganya terus naik.

Top quality Alexandrite pernah terjual dengan harga 12.000 USD per carat. Artikel lengkap tentang Alexandrit dapat anda baca di sini:

Display Cahaya dan Warna Tiada Duanya dari Alexandrit

Batu apa lagi yang paling langka dan paling mahal di dunia, silahkan lanjut ke bagian 2 di sini.

Tulisan menarik lainnya :

9 Berlian Termahal di Dunia

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang

Kembalinya Spinel, si Permata nan Jelita


12 Permata Paling Langka dan Termahal di Dunia (bag-2)

Dari sekitar 4000an mineral yang terkandung di dalam bumi, barangkali tidak semuanya pernah anda lihat dengan mata kepala sendiri.


Serendibite adalah satu mineral paling langka, foto By Kelly Nash CC BY 3.0   
Dari 4000an mineral itu beberapa di antaranya tergolong amat sangat langka. Berikut adalah jajaran mineral permata langka dan harganya yang luar biasa itu. Ini adalah bagian kedua dari dua tulisan, artikel pertama bisa anda baca di sini.

8. Berlian - 200.4 juta per carat
Inilah permata yang tidak termasuk langka namun harganya tidak pernah murah. Berlian dari dahulu terkenal sebagai batu dari segala batu. Batunya para raja ratu dan kaum bangsawan.

Keunggulan fisik dan kimianya tak tertandingi oleh material apapun. Selain paling gemerlap, tidak ada apapun di muka bumi yang bisa menandinginya dalam hal kekerasan.

Berlian - foto By Marto Sarto CC BY-SA 3.0
Pada deret skala Mohs permata ini berada di level 10 dan material kedua setelahnya adalah corundum (Ruby dan Safir) yang berada di level 9. Namun sesungguhnya Berlian beberapa kali lebih keras dari corundum.

Permata legendaris ini biasanya ditemukan dalam pipa kimberlit (jalur lava gunung berapi tua yang sudah mati sejak 1 atau 3 milyar tahun yang lalu).

Harga berlian berkualitas top di pasaran permata bisa mencapai 15.000 per carat atau 200 juta/ct dan harga ini terus saja naik dari tahun ke tahun.

9. Serendibite - 240,5 juta per carat
Jika Berlian yang gemerlap berharga mahal barangkali tidak aneh, mineral di bawah ini tampilannya benar-benar bertolak belakang dengan Berlian. Hitam gelap dan seperti bukan dari planet ini.

Pertama kali ditemukan di Srilangka pada 1902 oleh Dunil Palitha Gunasekera yang kemudian dinamakan Serendib, dari bahasa Arab kuno yang artinya' Srilangka'.

Formula kimianya lumayan rumit buat dituliskan apalagi dibaca, tapi jika anda ingin mengetahuinya ini dia rumus kimianya: ((Ca,Na)2(Mg,Fe2+)3(Al,Fe3+)3[O2|(Si,Al,B)6O18]).

Serendibite - foto By Kelly Nash  CC BY 3.0
Selain di Srilangka batu ini ternyata ditemukan juga di Mogok yang sejak berabad-abad lalu terkenal sebagai 'The Capital City of Rubies' itu.

Kebanyakan kristal Serendibite bersifat opaque (tidak tembus pandang) tapi ia menunjukkan pleokroisme atau perubahan warna jika dilewati cahaya. Ada yang keemasan, coklat, hijau sampai biru.
Serendibite- foto DonGuennie CC BY-SA 4.0
Kekerasannya lumayan tangguh, 6,5 - 7 pada skala Mohs dan ideal dijadikan permata, namun karena kelangkaannya barangkali batu ini hanya diburu oleh para kolektor kelas ikan paus saja.

Harga terakhirnya mencapai 18.000 USD atau 240,5 juta per carat!

10. Grandidierite - 267,2 juta per carat
Batu yang ditemukan di Madagaskar ini selalu masuk dalam jajaran 10 permata paling langka di dunia dan jadi incaran spesialis kolektor batu langka.

Pertama kali ditemukan oleh ahli mineral Prancis bernama Alfred Lacroix di tahun 1902. Untuk menghormati seorang naturalis Alfred Grandidier batu ini kemudian dinamai Grandidierite.

Rough Grandidierite - By Rob Lavinsky, iRocks.com CC BY-SA 3.0
Sejak ditemukannya batu ini kemudian hanya ditemukan di beberapa lokal saja di seluruh dunia, termasuk di antaranya Malawi, Namibia dan Srilangka. Diperkirakan hanya ada bebera ratus biji saja yang sudah dijadikan permata.

Kekerasannya 7 - 7,5 pada skala Mohs, setara dengan Quartz atau Garnet. Mineral berkualitas permata kebanyakan berasal dari Madagaskar dan spesimen dengan kejernihan optimal sangat amat jarang dijumpai.

Jika ada kolektor kelas kakap membaca blog ini, harap waspada dengan Grandidierite opaque, karena jenis ini tidak berkualitas permata dan harganya tentu jauh dari Grandidierite berkualitas gemstone yang bisa mencapai 20.000 USD atau 267,2 juta rupiah/ct.

11. Taaffeite - 467,6 juta per carat
Satu lagi mineral yang langka terdapat di alam adalah Taafeite, mineral ini pernah salah diidentifikaskan sebagai Spinel, permata cantik jelita yang juga termasuk langka itu.

Pertama kali ditemukan tidak di dalam tanah, tapi di atas meja dan sudah di asah berupa permata di Dublin Irlandia tahun 1945. Saat itu batu ini dilabeli sebagai Spinel.

Taaffeite (foto Multicolor.com)
Setelah diadakan penelitian lanjut ternyata permata itu adalah mineral dari jenis yang sama sekali baru, tidak ada hubungannya dengan Spinel.

Dalam pengujian Taafeite menampilkan pembiasan ganda sementara Spinel cenderung tunggal sehingga Spinel memiliki tone warna yang tetap dilihat dari segala arah.

Batu ini ditemukan di Srilangka dan Tanzania, harganya mencapai 35.000 USD/467,6 juta per carat.

12. Red Diamond - 52,1 milyar per carat !
Ini dia permata yang menduduki rangking teratas sebagai permata paling mahal sejagat raya. Selain sangat mahal juga sangat langka, hanya ada 20 - 30 Red Diamond yang telah disertifikasi dan kebanyakan kecil-kecil, kurang dari 0,5 carat.

Red Diamonds 
Rekor harga tertinggi sebuah Red Diamond seberat 2,26 ct yaitu 2.7 juta USD atau 1.18 juta per carat! Berlian merah itu dilelang di balai lelang Sotheby pada tahun 2007.

Masih ada beberapa Red Diamonds yang ukurannya lebih dari 3 carat yang belum masuk balai lelang dan biasanya diperjual belikan secara tertutup sehingga bisa jadi luput dari pengamatan penulis blog ini.

Mouissaieff Red Diamond 
Red Diamond paling termahsyur adalah Mouissaieff Red Diamond. Ukurannya 5.11 carat, rough Berlian langka ini ditemukan tahun '90an di Brazil yang kemudian dibeli oleh Moussaieff Jewellers Ltd pada tahun 2011 seharga 8 juta dolar.

Sekarang harganya diperkirakan mencapai 20 USD (267,2 M) sekitar 52,1 milyar Rupiah/carat!

Nah, itulah kisah permata yang sangat unik dengan eksistensinya teramat langka dan harga yang ruarr biasa mahalnya. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Tulisan menarik lainnya:

9 Berlian Termahal di Dunia

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang

Kembalinya Spinel, si Permata nan Jelita



Selasa, 28 Februari 2017

Keindahan dan Pesona Batu Kalimaya

Kalimaya atau Opal terkenal dengan permainan cahaya warna-warni yang membius dan sedap dipandang mata. Setiap batu memiliki corak indah yang unik dan tidak ada satu pun yang serupa satu sama lainnya.

Liontin Opal berat 20,05 carat origin Welo, Ethipia Foto By Doxymo  CC BY-SA 4.0
Corak atau kembang pada Kalimaya ada yang memiliki ciri khas tertentu, sehingga penjual atau para penggemar kadang memberikan nama tersendiri untuk batu-batu Opal yang dimilikinya.

Di perdagangan internasional Opal dengan permainan warna disebut precious Opal.  Kebanyakan opal digosok dalam bentuk cabochon dan variasinya. Batu ini termasuk populer di kalangan pecinta permata baik dalam dan luar negeri.

Asal kata Opal dari bahasa Sangsekerta, 'upala' yang artinya kurang lebih 'batu paling mulia', di Indonesia ia disebut Kalimaya. Dua kata itu, 'upala' dan 'Kalimaya' rasanya cukup menggambarkan bagaimana indah dan mistisnya cahaya yang terpancar dari batu ini.

Rough Opal - origin: Welo, Ethiopia
Opal atau Kalimaya tidak hanya populer di Indonesia. Orang-orang kulit putih di Australia telah menambang batu ini sejak satu abad yang lalu, sementara suku pribumi benua itu telah menambang batu itu jauh hari sebelumnya.

Sejak tahun 1915 atau dalam seratus tahun terakhir Australia termasuk pengekspor Opal utama dunia, hampir > 90% precious opal di pasaran internasional berasal dari negara ini.

Opal langka dengan kualitas terbaik nilainya dapat melejit menyaingi harga Berlian, Rubi, Safir atau Zamrud yang paling mahal. Seperti kisah Virgin Rainbow, sebuah Opal langka seberat 72 carat yang harganya mencapai 13.6 milyar rupiah.

Opal dalam jewelry
Batu ini dengan anggun dapat dirangkai dalam aneka bentuk perhiasan, baik anting-anting, bros, liontin atau cincin. Akan tetapi dibanding permata lain ia termasuk lunak, tingkat kekerasannya sekitar 5,5 - 6 pada skala Mohs.

Cincin Opal
Agar tidak mudah tergores Opal akan lebih tepat jika dijadikan liontin, anting-anting atau bros yang kurang bersiko tergesek benda keras atau cincin bagi wanita karena pemakaian wanita biasanya lebih halus.

Di mana Opal/Kalimaya ditambang?
Secara umum mineral Opal terdapat hampir di seluruh penjuru dunia, namun kebanyakan batu yang dihasilkan adalah Opal polos tanpa fitur permainan cahaya.

Kalimaya dengan permainan warna-warni yang indah populasinya termasuk sedikit dan hanya ditemukan di beberapa daerah tertentu saja.

Salah satu penghasil Opal berkualitas terbaik adalah Australia, area penambangannya terdapat di daerah Coober Pedy, pedalaman utara Australia Selatan. Areal penambangan yang lain terdapat di Mintabie, Andamooka, Lightning Ridge, Yowah, Koroit, Jundah and Quilpie.

Area penambangan Opal di Coober Pedy, Australia (courtesy britanica.com)
Sementara negara lain yang juga menghasilkan Opal dengan kualitas bagus di antaranya Indonesia (di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten), USA, Mexico, Hungaria, Brazil, Peru, Honduras, Guatemala, Nicaragua, Slovakia, Republik Ceko dan Ethiopia.

Apakah sebenarnya Opal itu?
Dari kacamata mineralogi, Kalimaya masih keturunan Quartz namun dengan genesa (keterjadian) yang berbeda dari kebanyakan permata turunan Quartz pada umumnya.

Mineralnya terbuat dari campuran agar-agar silika (silica gel) dan terbentuk di kawasan yang banyak mengandung air lalu mengalami pengerasan selama berjuta-juta tahun sampai akhirnya menjadi bentuknya yang sekarang.
Opal dari berbagai negara (courtesy: opalauctions)
Secara simpel dapat diibaratkan keterjadian Opal mirip seperti kristal garam yang tertinggal ketika air yang mengandum garam perlahan mengering.

Batu ini mengandung sampai 20% air yang terkunci/terjebak pada kisi-kisi kristal silika-nya. Mineralnya digolongkan 'mineraloid' atau mineral tanpa struktur/pola kristal yang jelas(amorf).

Lalu darimanakah datangnya permainan cahaya warna-warni dari tubuh Opal? Banyak teori yang dikemukakan untuk menjelaskan fenomena ini.

Berkat bantuan mikroskop elektron, pada tahun 60an diketahuilah bahwa Opal terbentuk dari bulatan-bulatan silika mikroskopis yang tersusun dalam pola yang berurutan.

Susunan bulatan silika dalam kristal Opal (acs.org)
Cahaya yang masuk terurai, seperti berkas cahaya putih yang masuk ke kaca prisma akan terurai ke dalam spektrum cahaya pelangi. Panjang gelombang cahaya yang terurai ini menimbulkan permainan kilau warna-warni di dalam batu.

Sementara densitas (tingkat kepadatan) dan susunan pada bulatan-bulatan silika tadi bertanggung jawab atas tingkat kecemerlangan warna yang dibiaskan di dalam Opal.

Varietas Opal
Opal terbagi dalam tiga kelompok utama, precious opal, fire opal, dan common opal. Precious Opal adalah Opal dengan efek pembiasan warna-warni seperti yang telah diulas di atas.

Termasuk dalam kelompok ini yang namanya tergantung dari tampilan atau warna kristalnya, seperti Kalimaya Susu, Black Opal, Boulder Opal, Jelly Opal dan Crystal Opal.

Fire Opal untuk Opal polos berwarna orange translucent atau semi transparan, Opal ini tidak menampilkan permainan cahaya seperti precious opal. Penghasil utama Opal jenis ini adalah Mexico.

Common Opal adalah jenis Opal yang tidak masuk dalam dua kategori di atas, spesiesnya terdiri dari Agate Opal, Angel Skin Opal, Opal Madu, Opal Bening, Opal Lilin dan banyak lagi.

Tunggu saja tulisan selanjutnya, akan kita bahas satu demi satu... stone by stone :)


Senin, 27 Februari 2017

Ini Dia Opal Paling Indah dan Paling Mahal di Dunia

Opal ini dinobatkan sebagai Kalimaya paling cantik dan termahal di dunia, namanya Virgin Rainbow, jarongnya ruarrr biasa. Berikut sekelumit kisah permata yang menakjubkan ini...

Virgin Rainbow (Photo by Richard Lyons, courtesy South Australian Museum)
Adalah sebuah padang tandus dan terpencil di pedalaman utara daerah Australia Selatan, daerah ini dikenal dengan nama Coober Pedy yang sering disebut sebagai The Opal Capital City of the World.

Begitu keras dan ekstrimnya cuaca panas di pusatnya Opal sedunia ini, sehingga komunitas penambang Opal di area ini membangun tempat-tempat tinggal di bawah tanah agar dapat bertahan.

Di permukaan tanah Coober Pedy seperti tidak ada apa-apanya selain tanah kering, tandus dan gersang, tapi di bawahnya mereka memiliki hotel, cafe, restauran, tempat ibadah dan rumah-rumah tinggal yang nyaman.
Sampai sekarang, bangunan-bangunan semacam gereja, hotel, cafe atau rumah pribadi di bangun di dalam tanah, sehingga kondisinya mungkin mirip dengan pemukiman di Planet Tatooine dalam film sci-fi terkenal itu.

Cobeer Pedy dan awal legenda Opal yang mendunia
Legenda Opal di Coober Pedy dimulai tahun 1915, ketika Willie Huthcison, seorang anak laki-laki usia 14 tahun pergi bersama ayahnya mencari emas di kawasan itu.

Sang ayah menyuruhnya tetap tinggal di camp selagi ayahnya itu pergi menambang emas. Bukannya menuruti perintah ayahnya, pemuda tanggung ini malah keluar untuk mencari air. Ketika pulang, bukan hanya air tapi ia juga membawa batu-batu Kalimaya yang indah.

Penemuan itu memicu perburuan batu permata di Coober Pedy, dan sejak saat itu, dalam 100 tahun terakhir daerah ini menjadi penghasil Opal paling produktif, hampir 90% precious Opal dunia dipasok dari daerah ini.

Daerah Coober Pedy yang sekarang juga telah dijadikan tempat atraksi turis (foto: tripadvisor.ca)
Benarkah Opal dari fosil hewan laut purba?
Area itu sangat tandus dan terus menerus berada dalam cuaca panas yang ekstrim. Padahal di era Mesozoic, sekitar 100 juta tahun yang lalu, seluruh Australia Selatan merupakan dasar laut yang dipenuhi mahluk-mahluk prasejarah.

Hal itu tampak dari banyaknya ditemuka fosil hewan laut di dalam tanahnya, mulai dari fosil organisme mikro, keong purba, kerang primitif sampai ke fosil berbagai dinosaurus laut raksasa.

Termasuk fosil belemnite (nenek moyang sejenis ikan sotong yang hidup di era Mesozoic). Nah, Opal spektakuler ini ditemukan dalam rongga fosil ikan sotong purba.

Belemnite alias nenek moyang sotong
Lalu apakah Opal dari ikan sotong yang membatu? Ikan sotong memang bisa berubah-ubah warna tapi apa mungkin batu yang di Indonesia bernama Kalimaya ini asalnya dari ikan sotong?

Tentu saja tidak, Kecuali Mutiara dan Amber, tidak ada permata yang berasal dari organisme hidup. Jadi bagaimana hal itu bisa terjadi?

Sederhananya begini: Ada seekor ikan sotong purba mati kemudian mengendap di dasar laut lalu bangkainya terkubur sedimen lumpur.

Amber dan Mutiara adalah permata yang berasal dari organisme hidup
Perlahan sedimen itu mengering dan memfosil sementara ikan sotong tadi meninggalkan rongga di dalam sedimen yang membatu tersebut.

Cairan kaya mineral silika mengisi retakan dan rongga-rongga dalam sedimen, membentuk agar-agar silika yang kemudian menjadi solid (solidified) seiring dengan mengeringnya dasar laut yang perlahan terangkat ke permukaan.

Dalam rongga yang tadinya berisi ikan sotong inilah Opal yang dinobatkan sebagai Kalimaya paling indah ini terbentuk dan ditemukan jutaan tahun kemudian.

Virgin Rainbow, Opal yang dinobatkan sebagai Kalimaya paling cantik dan paling mahal dengan berat 72,64 carat (geekologie.com)
So... secara teknis tampaknya Virgin Rainbow yang beratnya mencapai 72 carat ini adalah fosil rongga ikan sotong yang kemudian ter-opalisasi, bukan dari ikan sotong yang berubah jadi Opal hehe...

Penemuan yang tak disangka
Opal legendaris ini ditemukan oleh John Dunstan, seorang yang mencari nafkah dengan mencari batu Opal dan telah menggeluti pekerjaannya selama lebih dari 50 tahun.

Bersama rekannya Steve Zagar mereka menemukannya pada 11 September 2003. Ketika sedang asyik 'mengorek-ngorek material yang baru saja mereka gali ditemukanlah batu indah ini.

Virgin Rainbow
Karena masih terselimuti pasir dan tanah, mulanya ia tidak menyangka akan menemukan harta karun luar biasa ini. Setelah membersihkannya barulah ia tersadar bahwa ia telah menemukan sesuatu yang akan mengubah nasibnya seumur hidup.

Spesimen geologis yang luar biasa ini memang memiliki pantulan dan pembiasan warna dengan ke-jarong-an yang luar biasa. ('Jarong' adalah istilah kita orang lokal untuk Kalimaya yang warna-warninya 'keluar' secara optimal-pen).

Melihat tampilannya, boleh jadi memang inilah Kalimaya paling indah yang pernah ditemukan. Hampir semua spektrum warna dibiaskannya.

Opal Virgin Rainbow (Photo by Richard Lyons, courtesy South Australian Museum)
Hebatnya batu ini sungguh bagai bercahaya di dalam gelap. Bahkan, semakin ditaruh di tempat yang gelap semakin terang pendar cahayanya.

Penemuan berharga ini kemudian dibeli oleh South Australian Museum senilai 1 juta dolar (13.6 milyar) dan untuk pertama kalinya dipamerkan kepada umum dalam pameran akbar batu Opal pada tahun 2015.

Pameran yang diadakan 25 September 2015 sampai 14 Februari 2016 itu didedikasikan untuk memperingati 1 abad usia penambangan permata di daerah itu.

Museum Australia Selatan (adelaida.sa.gov.au)
Virgin Rainbow resmi milik South Australian Museum di Adelaide, yang telah menghargainya begitu tinggi, setinggi apresiasi bangsa itu kepada salah satu daerah mereka yang keras, tandus dan gersang namun banyak mengandung Opal indah yang berharga.