Tampilkan postingan dengan label Ugrandite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ugrandite. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Mengenal Keindahan Garnet Andradite

Andradite bersama uvarovit dan grandit, termasuk keluarga garnet dengan 'adonan' kalsium dalam susunan kimia mineralnya. 
Spesimen Andradite origin Antetezambato-Madagaskar. Foto : Rob Lavinsky - CC VBY-SA 3.0
Tiga bersaudara ini dikategorikan garnet tipe ugrandit (uvarovit-grandit-andradit). Garnet dalam tipe ini umumnya dikenal dengan warna hijaunya. Namun selain hijau terdapat juga Andradite kuning, coklat gelap kemerahan, bronze sampai hitam.

Namanya diambil dari nama ahli mineral bangsa Portugis JB d'Andrada. Beberapa varietas di antaranya berharga mahal karena keindahan dan kelangkaannya terdapat di alam.

Depositnnya jarang terdapat dalam ukuran besar. Bobot Andradite yang sudah digosok biasanya kurang dari 3 carat.

Andradite, origin Afrika Selatan, foto : By Rob Lavinsky, iRocks.com – CC-BY-SA-3.0
Di Indonesia permata ini mempunyai beberapa nama yang disesuaikan dengan warna dan tampilan khasnya masing-masing. Demikian pula penamaannya dalam komunitas perdagangan permata internasional.

Kebanyakan rough Andradite berwarna kecoklatan dengan bayangan warna merah gelap atau variasi di antara keduanya, seperti warna raspbery atau warna coklat kopi.

Kristal Andradite berkualitas prima dan umum dijadikan permata biasanya adalah Andradite dengan warna hijau, kuning kecoklatan dan hitam.

Andradite dengan warna-warna di atas memiliki nama tersendiri, yaitu Melanite (Andradite hitam), Demantoid (Andradite dengan range warna hijau) dan Topazolite (Andradite kuning).

Melanite dikenal juga dengan nama Titanian Andradite. Warna hitamnya disebabkan oleh ion titanium. Di Indonesia namanya Akik Cemani dan banyak digemari orang.

Titanian Andradite
Spesimen Melanite, origin tambang Ojos Espanoles, Chihuahua-Mexico. Foto : Didier Descouens, lisensi CC BY-SA 3.0
Andradit hijau yang disebut Demantoid di Indonesia dikenal sebagai Akik Kenanga, dulu permata nan cantik ini disebut juga Akik Manilam Anggur.

Andradite Demantoid
Spesimen Android varietas Demantoid, origin Pansjhir (Afghanistan) - foto Rob Lavinsky, iRock.com, di bawah lisensi CC BY-SA 30
Manilam Anggur merupakan garnet paling mahal tapi sayangnya termasuk langka. Biasanya permata ini memiliki pola yang spesifik dikarenakan besi dan khrom yang di kandung dalam mineralnya.

Demantoid yang sangat tersohor berasal dari Pegunungan Ural, Siberia, tapi ukurannya relatif kecil, yang sudah jadi (diasah) beratnya tak lebih dari 3 carat.

Varian lain dari spesies demantoid yang mengandung serat-serat asbes berbentuk rambut disebut Horse Tail Demantoid, atau di Indonesia dikenal dengan nama Akik Turangga atau Akik Sembrani jika rambut-rambut asbes tersebut berwarna kekuning-kuningan.

Horse Tail Demantoid (source : google image)
Andradit memiliki kekerasan 6.5, berat jenis 3,82 - 3,85, nilai dispersi yang tinggi 0,057, sehingga jika tidak 'dihalangi' oleh warna permukaannya akan tampak sangat menyala-nyala.

Ada lagi jenis demantoid dengan unsur khrom dalam adonan mineralnya. Warnanya hijau gelap dan disebut Demantoid Khrom, untuk saat ini barangkali batu ini hanya ditemukan di Bukit Panjshir, Kunar, Afghanistan.
Chrome Demantoid
Andradit berwarna kuning lemon sampai kuning kecoklatan akan  mengingatkan orang pada permata cantik lain yang juga berwarna sama, Topas, maka tak heran namanya hampir mirip, yaitu Topazolite.

Topazolilte, origin Antetezambato - Madagaskar. (by Rob Lavinsku, iRock.com - CC BY-SA 3.0)
Topazolite yang masih keluarga Garnet tipe Andradite ini memang sangat menawan, luster-nya yang vitreous membuat batu ini tampak cemerlang setelah dijadian permata, seperti contoh di bawah ini.

Topazolite Garnet
Topazolite, origin Korkodino pegunungan Ural, Rusia. Foto via Multicolor Gems
Masih ada lagi tipe Andradite dengan kilau dan pesona yang sangat menawan, yaitu Andradite dengan inklusi yang memendarkan cahaya kuat yang berpendar (iridensi) warna-warni.

Batu langka ini ditemukan di daerah Nara, Jepang, dikenal dengan nama Rainbow Andradite.

Nah, demikianlah sekelumit cerita tentang Andradite, varian Garnet aneka warna nan menawan ini. Informasi menarik lainnya tentang Garnet silahkan ikuti link-nya di bawah ini.

Selamat membaca dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Almandine, Garnet Merah nan Mempesona

Warna-warni Garnet si Biduri Merah Delima

Batu Delima yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh

Rabu, 01 November 2017

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang


Berhubung lagi sok sibuk blog ini pun terbengkalai, lama sekali rasanya tidak menulis tentang batu, kali ini saya kembali memulai kegiatan yang cukup menyita waktu namun mengasyikkan ini. 

Butiran-butiran Tsavorite nan indah
Baiklah, here we go again. Kali ini kita akan membahas sekilas tentang Tsavorite/Tsavorit, salah satu varietas mineral Garnet Grosular yang masuk dalam kelompok Garnet Ugrandit (kalsium).

Bagi anda yang belum sempat membaca pembagian varietas batu yang umumnya dikenal sebagai Akik Delima ini, silahkan baca artikelnya di sini.

Lho, delima kan warnanya merah? Ini kok hijau? Hehe... silahkan klik link di atas. Dan mari kita telusuri si hijau nan menawan bagaikan Zamrud ini.

Asal nama Tsavorite
Batu ini mendapatkan namanya dari daerah asal permata ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di Tsavo National Park, Tanzania dekat perbatasan Kenya.

Kawasan Suaka Margasatwa Tsavo yang terletak antara Tanzania dan Kenya, tempat ditemukannya Tsavorite. Foto lisensi CC-BY-SA-3.0.
Nama resminya disematkan oleh sang penemu Campbell R Bridges dan Henry Platt, presdir Tiffany & Co (satu dari pemain permata terbesar dunia). Secara mineralogi batu ini memiliki rumus kimia Ca3All2Si3O12.

Sejarah Penemuan Tsavorite
Dalam petualangannya mencari permata di pegunungan di daerah itu, secara tak sengaja sang geolog asal Scotlandia ini menemukan bebatuan aneh dengan bentuk mirip kentang.

Seperti cerita dalam sinetron saja ketika 'kentang-kentang' unik itu dibelah di dalamnya nampak butiran-butiran dan fragmen-fragmen kristal berwarna hijau.

Tsavorite dalam matrixnya, berukuran cukup besar sekitar 1 x 0.9 cm, origin Tanzania. Foto by By Rob Lavinsky, iRocks.com  CC-BY-SA-3.0
Setelah dipelajari secara gemologi diketahuilah bahwa kristal hijau itu adalah mineral grosular yang termasuk keluarga garnet, mineral yang banyak menurunkan berbagai batu permata.

Penemuan garnet spesies baru nan sensasional ini segera membangkitkan minat spesialis permata, termasuk perusahaan terkenal dari New York, Tiffany & Co. Meski saat itu agak mustahil membawa batu ini dari Tanzania ke Amerika.

Namun Campbell Bridges tidak mau menyerah begitu saja, sebagai seorang geolog ia tahu bahwa deposit batu ini pasti tidak terdapat dalam satu area saja, sangat mungkin  ia tersebar di areal yang lebih luas.

Geolog petualang ini menduga bentangan batuan pada kerak bumi di daerah itu menyambung sampai ke negara Kenya dan ada kemungkinan deposit batu-batu hijau cemerlang ini terdapat juga di sana. Dugaannya tidak keliru.

Lapisan bebatuan pada kerak bumi yang terbentang di daerah Afrika Timur umurnya sudah sangat tua. Mulai terbentuk sejak ratusan juta tahun yang lalu, ketika lempeng-lempeng benua masih sangat aktif bergerak.

Saat itu ratusan juta tahun lalu, area bebatuan ini terletak di dasar laut. Akibat pergerakan lempeng benua yang menimbulkan tekanan sangat besar maka sedimen yang terletak di antara lempeng benua ini pun terangkat ke permukaan.

Aktivitas tektonik dan vulkanis ini dan tekanan maha dahsyat plus temperatur sangat tinggi mengubah sebagian bebatuan yang telah terbentuk menjadi permata-permata yang kita lihat sekarang ini.

Dari proses ini terciptalah mineral-mineral permata baru, termasuk satu di antaranya grosular hijau di kawasan Suaka Margasatwa Tsavo, Afrika Timur ini. Tempat di mana namanya berasal, Tsavorite.

Meskipun menghasilkan aneka permata, geliat magma dan lempeng benua yang superaktif tadi membawa efek samping lain, yaitu hancur atau rusaknya kristal-kristal yang telah terbentuk menjadi fragmen atau butiran-butiran, sehingga agak jarang ditemukan mineral mentah dalam ukuran cukup besar.

Kondisi Tanzania yang penuh gejolak membuat batu ini agak sulit di bawa keluar negara itu. Pada tahun 1971 Campbell bertekad meneruskan usahanya mencari deposit batuan serupa di daerah Kenya.

Berkat keyakinan dan pengetahuannya ia berhasil mendapat izin resmi di Kenya dan dapat mengeksploitasinya secara besar-besaran. Namun sampai tahun 1974 varietas garnet ini hanya dikenal di kalangan gemolog.

Sejak Tiffany & Co mempromosikannyas secara luas batu ini pun segera mendapat perhatian di Amerika dan dunia internasional.

Sayangnya, sang penemu Tsavorite kemudian mengalami nasib nahas, Cambell tewas dalam sebuah penyerangan yang dilakukan oleh sekawanan orang yang yang bersenjatakan tombak, busur dan anak panah di kota Voi dan meninggal setibanya di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Penyerangan diduga akibat persaingan antar pemburu permata yang terjadi di daerah itu.

Pada 19 Agustus 2009 polisi Kenya menangkap para pelaku penyerangan. Proses peradilan berlangsung sampai akhir tahun 2012, dan pada bulan Desember 2014 empat pelaku utama dijatuhi hukuman total 160 tahun kurungan oleh Hakim Maureen Odero !

Tsavorite yang segera menjadi batu favorit
Di samping kisah sedih sang penemu, banyak orang segera menjadi penggemar batu ini, nuansa hijaun dan kemilaunya nan cemerlang, mantap laksana Zamrud dan harga yang relatif terjangkau menjadi daya pikat yang tak terelakkan dari Tsavorite.

Seperti kebanyakan permata turunan garnet, ia tidak memerlukan perlakuan tambahan untuk menyempurnakan keindahannya.

Tsavorite - Foto By Rob Lavinsky, iRocks.com - lisensi CC-BY-SA-3.0
Tsavorit menjadi semakin spesial karena jarang yang ditemukan dalam ukuran besar. Hanya dalam beberapa penemuan yang sangat langka batu ini didapatkan dalam ukuran sedikit di atas 5 carat.

Sehingga permata jadi dengan ukuran 2 carat saja sudah termasuk barang langka dan berharga. Namun berkat gemerlap yang dimilikinya, batu ini tetap memancarkan kilau indahnya meski dalam ukurannya yang relatif kecil.

Batu ini digosok dalam asahan facet/berjenjang dengan berbagai macam variasinya, mulai dari round, brilliant, marquese, oval, trilliant, pear dan berbagai variasinya.

Anting Tsavorites yang dipadu dengan Berlian

Kekerasan Tsavorit mencapai 7,5 pada skala Mohs, hanya sedikit di bawah zamrud. Dengan beberapa nilai lebih, harganya lebih terjangkau dari batu mulia dengan hijau tiada tandingan itu.

Di Indonesia permata ini belum memiliki nama yang khusus, karena di dunia internasional batu ini belum setengah abad dikenal orang. Namanya diberikan oleh Henry Platt, mantan Dirut Tiffany & Co, yang mengikuti lika-liku penemuan batu ini sejak awal.

Kalau garnet hijau dari mineral uvarovit mendapat nama Biduri Keluwing karena hijaunya seperti berkabut, maka garnet hijau varietas grosular nan cemerlang ini mungkin berhak mendapat nama Biduri Keluwing Bening hehe... (just kidding).

Batu keturunan Garnet menarik lainnya:

Pyrope, Batu Delima yang Terkenal Sejak Zaman Nabi Nuh