Tampilkan postingan dengan label Alexandrit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alexandrit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Garnet Mahenge si Delima Langka dari Afrika

Garnet Mahenge adalah satu varian Garnet piralspit yang sangat gemerlap. Range warnanya bervariasi mulai dari orange kemerahan sampai pink keunguan.

Garnet Mahenge yang gemerlap dalam berbagai bentuk gosokan facet
Batu yang berkerabat erat dengan Spessartine/Spessartite si Garnet orange itu belum lama ini ditemukan di Mahenge, Tanzania, tepatnya di bulan Desember 2015.

Mahenge sempat menjadi pusat perhatian dunia gemstones ketika ditemukannya deposit Spinel berkualitas tinggi dengan warna merah pinky neon di tahun 2007.

Sayangnya, deposit Spinel nan sensasional itu tidak lagi dihasilkan sejak 2015. Namun setelah itu ditemukanlah permata lain yang tak kalah atraktif yang kemudian dijuluki Garnet Mahenge.

Delima Langka
Rough Garnet Mahenge, origin Tanzania
Roughnya ditemukan sekitar Desember 2015 dan muncul pertama kali dalam pameran batu permata di Tucson, USA tahun 2016.

Range warnanya mulai dari pink buah peach sampai ke warna pink lebih dalam dengan tone warna keunguan atau orange.

Hebatnya, selain warna-warni yang indah, kristal Garnet Mahenge ini sangat jernih dan gemerlap. Tidak heran jika ada yang menyebutnya sebagai 'garnet padparaja'.

Kristal Garnet Mahenge, origin Tanzania
'Padparaja/padsparadscha' adalah sebutan untuk Safir berkualitas khusus dengan warna oranye pinky yang tersohor itu.

Harganya cukup mahal, Garnet Mahenge 1.6 ct berbentuk round (brilyant) dengan diameter sekitar 7 mm ditawarkan seharga hampir 2 juta rupiah ($140). Semakin besar ukurannya semakin mahal pula harganya.

Garnet asal Mahenge ini mirip dengan Garnet Malaia yang depositnya ditemukan di Lembah Umba, di negeri yang samaTanzania, namun tampaknya lebih langka, harganya pun rata-rata lebih mahal dari jenis pertama.

Beberapa Garnet Malaia dengan tone warna dan kualitas istimewa oleh pedagang permata kadang dinamakan Garnet Malaia Mahenge untuk menyatakan kualitasnya yang setara. Seperti contoh pada video di bawah ini :


Pedagang yang jujur tentu akan mengatakan originnya, karena memang kedua Garnet itu berasal dari daerah berbeda.

Ada juga yang tetap mengatakan si Delima langka ini sebagai Garnet Malaia/Malaya namun menyertakan originnya yaitu Mahenge.

Garnet Malaya
Pertama dan yang Terakhir
Sayang sekali sejak kemunculannya di tahun 2016 batu ini belum ditemukan lagi deposit barunya, penemuannya pada Desember 2015 itu tampaknya merupakan yang pertama sekaligus yang terakhir, setidaknya untuk saat ini.

Tidak heran jika pasokan Delima langka asal Afrika ini termasuk sedikit sehingga harganya tergolong cukup mahal.

Sama seperti Garnet lainnya, batu cantik ini tidak melewati perlakuan khusus untuk meningkatkan kejernihan atau warnanya, baik dengan pemanasan atau pencelupan.

Kekerasannya sangat tangguh 7 - 7.5 pada skala Mohs, cocok untuk aneka perhiasan, termasuk mata cincin pria karena keras dan tahan gores.

Permata Garnet lainnya :

Keindahan Andradite si Delima Hijau

Warna-warni Garnet Grossular 

Pyrope, si Mirah Delima Nabi Nuh

Almandine, Delima Merah nan Menawan

Tsavorite, Gemerlap si Garnet Hijau

Ulasan lengkap permata Garnet :

Warna-warni Garnet si Batu Delima

Kamis, 09 Maret 2017

12 Permata Paling Langka dan Termahal di Dunia (bag-1)

Bumi adalah tempat dari ribuan jenis mineral, ada sekitar 4.000 mineral terkandung di dalamnya. Di antara sebanyak itu ada yang jumlahnya melimpah ada yang tercipta sangat sedikit.


Red Beryl - foto By Rob Lavinsky, iRocks.com – CC-BY-SA-3.0
Di antara yang sedikit itu ada yang berkualitas permata, ketika ditemukan dan diolah ia menjadi permata nan teramat langka.

Harganya? Jangan ditanya, luar biasa di luar akal... tapi tidak bagi para kolektor atau gemologis yang paham akan nilai sebuah kelangkaan.

Berikut adalah jajaran batu permata yang termasuk sangat bahkan amat sangat langka dan harganya yang luar biasa itu.

1. Jeremejevite - 26.7 juta per carat
Jeremejevite (Al6B5O15(F,OH)3) adalah mineral alumunium borat yang berasosiasi dengan fluorida dan hidroksida.

Nama permata nan teramat langka ini diambil dari nama ahli mineral Rusia, Pavel Vladimirovich Jeremejev. Pertama kali ditemukan di Pegunungan Adun-Chilon di Siberia pada 1883.

Derajat kekerasannya setara Quartz,  6,5 - 7,5 pada skala Mohs. Level yang sangat ideal dijadikan permata.

Jeremejevite - foto By DonGuennie CC BY-SA 4.0
Sampai sekarang hanya beberapa ribu kristal saja yang pernah ditemukan dan kebanyakan ukurannya kecil-keci sehingga tidak cocok dijadikan permata.

Selain di Siberia Jeremejevite ditemukan juga di Pegunungan Pamir di Tajikistan, Namibia dan Eifel (Jerman) dan Madagascar. Spesimen biru terang adalah varietas termahal dari permata ini.

Harga tertinggi yang pernah dicapai sebuah Jeremejevite yang amat langka ini adalah 2.000 USD atau 26.7 juta rupiah per carat.

2. Black Opal - 30.7 juta per carat
Black Opal banyak dihasilkan tambang permata di Australia. Sesungguhnya dia tidak langka-langka amat, tapi permintaan Black Opal tidak imbang dengan produksi Opal jenis ini.

Di antara spesimen yang dikeluarkan dari dalam tanah hanya sedikit Black Opal yang betul-betul memiliki efek 'jarong' siang-malam. Harga tertinggi Black Opal tercatat 2.300 USD per carat.

Black Opal - foto By Daniel Mekis CC BY-SA 3.0
Opal atau Kalimaya adalah permata keturunan mineral Quartz, namun secara teknis dia tidak tergolong mineral melainkan mineraloid. Rumus kimianya Si2.nH2O

Alasan disebut mineraloid karena Opal tidak memiliki struktur kristal seperti yang dimiliki semua mineral. Opal menjalani proses keterjadian (genesa) yang tidak sama dengan mineral pada umumnya yang melibatkan tekanan atau panas yang tinggi.

Harga Black Opal paling mahal tercatat 2.300 USD per carat atau 30.7 juta/ct.

Selengkapnya tentang Opal dapat anda baca di sini: Keindahan dan Pesona Batu Kalimaya

3. Poudretteite - 40 juta per carat
Varietas pink lembut dari mineral ini hanya sekali ditemukan di tahun 1960an, di Gunung St. Hilaire Quebec Canada, penemunya adalah keluarga Poudrette.

Waktu itu hanya berapa kristal dalam ukuran sangat kecil dan belum dinyatakan sebagai mineral jenis baru. Rumus kimianya KNa2B3Si12O30. Kekerasannya sekitar 5 pada skala Mohs.

Poudretteite  (Credit: Smithsonian Gem Collection)
Tahun 2000 permata yang extremely rare  ini mulai memasuki market setelah depositnya ditemukan juga di Mogok, Myanmar, seperti yang tampak seperti yang dalam foto di atas.

Ukurannya cukup besar, mencapai 9.41 carat dan sejauh ini hanya satu-satunya Poudretteite terbesar yang pernah ditemukan, kini menjadi bagian dari koleksi National Gem Collection

Batu yang dibayar 3.000 USD per carat ini dihadiahkan kepada Smithsonian Institute oleh Frances Miller Seay pada tahun 2007. Dalam rupiah batu ini dihargai sekitar 40 juta/ct!

4. Benitoite - 53,5 juta per carat
Rumus kimia batu ini adalah BaTiSi3O9, warnanya biru keunguan, adonan kristalnya terdiri dari barium, titanium dan silika. Pertama kali ditemukan tahun 1907 di pedalaman San Benito, California USA.

Benitoite - foto  By Didier Descouens  CC BY-SA 4.0
Benitoite berkualitas permata hanya sekali itu saja ditemukan, tak heran jika harganya sangat mahal. Terlebih tambang ini hanya menghasilkan batu yang sangat kecil. Jarang didapatkan yang ukurannya lebih dari 1 carat.

Kelebihan benda langka ini adalah fluoresensi yang kuat atau pendaran kuat cahaya biru terang seperti fluor yang bercahaya hijau di dalam gelap.

5. Musgravite - 81,16 juta per carat
Satu lagi batu yang eksistensinya sangat langka, ditemukan tahun 1967 di Pegunungan Musgrave, Australia. Warnanya macam-macam, namun yang paling berharga adalah warna abu kehijauan dan ungu.

Populasinya permata ini amat sangat sedikit, sampai awal tahun 2000an jumlahnya tak lebih dari segenggaman tangan! Musgravite paling besar yang diketahui beratnya mencapai 5.7 carat

Musgravite (Multicolour.com)
Dalam bahasa kimia batu ini disebut magnesiumtafeit-6N'3S (Be(Mg, Fe, Zn)2Al6O12, rada sulit juga nyebutnya, apalagi mengingatnya. Kekerasannya sangat tangguh, 8,5 pada skala Mohs, sangat adorable dijadikan permata.

Batu yang berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu permata langka ini harga tertingginya mencapai 4.000 USD per carat atau 81,16 juta/ct.

6. Zamrud Merah (Bixbite) - 133.36 juta per carat
Bixbite adalah keturunan mineral beryl, masih saudara sekandung semineral dengan Zamrud, Aquamarine, Morganite, Heliodor, dan Goshenite, tapi ia ditakdirkan berwarna merah dan jauh lebih langka dari saudara-saudaranya itu.

Red Beryl - foto By DonGuennie CC BY-SA 4.0
Mineral beryl yang murni tidak berwarna alias bening, masuknya elemen-elemen penyusup menimbulkan warna-warni pada mineral ini.

Zamrud mendapat warna hijau dari senyawa chrome, sementara besi menyebabkan beryl menjadi Morganite dan Heliodor dan lithium menelurkan Aquamarine.

Dibanding nama aslinya, yaitu Bixbite, batu ini lebih dikenal dengan nama 'Zamrud Merah'. Ion logam mangaan (Mn) bertanggung jawab atas warna merah pada permata ini.

Varietas beryl nan langka ini hanya ditemukan di beberapa tempat saja di Amerika Serikat, yaitu di Wah Wah Mountains, Beaver County, Utah dan Round Mountains.

Sebenarnya daging batu bixbite tidak begitu bagus untuk dijadikan gemstones, tapi karena kelangkaannya, harganya melejit mencapai 10.000 usd per carat untuk top quality speciments.

7. Alexandrite - 160.3 juta per carat
Bisa inilah jadi permata paling indah yang pandai mengubah warna, pertama kali ditemukan di pegunungan Ural, Rusia. Popularitasnya kini menanjak di China dan Jepang yang tampaknya akan kian menaikkan harga batu ini.

Alexandrit - By Salexmccoy 
Permata dengan permainan warna nan ajaib ini masih keluarga chrysoberyl, mineral yang memang terkenal dengan special effect paling spektakuler di seantero blantika batu permata.

Sayangnya batu yang resmi jadi permata nasional bangsa Rusia ini semakin langka saja ditemukan di alam, terutama untuk spesimen berkualitas tinggi. Tak heran jika Alexandrite harganya terus naik.

Top quality Alexandrite pernah terjual dengan harga 12.000 USD per carat. Artikel lengkap tentang Alexandrit dapat anda baca di sini:

Display Cahaya dan Warna Tiada Duanya dari Alexandrit

Batu apa lagi yang paling langka dan paling mahal di dunia, silahkan lanjut ke bagian 2 di sini.

Tulisan menarik lainnya :

9 Berlian Termahal di Dunia

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang

Kembalinya Spinel, si Permata nan Jelita


12 Permata Paling Langka dan Termahal di Dunia (bag-2)

Dari sekitar 4000an mineral yang terkandung di dalam bumi, barangkali tidak semuanya pernah anda lihat dengan mata kepala sendiri.


Serendibite adalah satu mineral paling langka, foto By Kelly Nash CC BY 3.0   
Dari 4000an mineral itu beberapa di antaranya tergolong amat sangat langka. Berikut adalah jajaran mineral permata langka dan harganya yang luar biasa itu. Ini adalah bagian kedua dari dua tulisan, artikel pertama bisa anda baca di sini.

8. Berlian - 200.4 juta per carat
Inilah permata yang tidak termasuk langka namun harganya tidak pernah murah. Berlian dari dahulu terkenal sebagai batu dari segala batu. Batunya para raja ratu dan kaum bangsawan.

Keunggulan fisik dan kimianya tak tertandingi oleh material apapun. Selain paling gemerlap, tidak ada apapun di muka bumi yang bisa menandinginya dalam hal kekerasan.

Berlian - foto By Marto Sarto CC BY-SA 3.0
Pada deret skala Mohs permata ini berada di level 10 dan material kedua setelahnya adalah corundum (Ruby dan Safir) yang berada di level 9. Namun sesungguhnya Berlian beberapa kali lebih keras dari corundum.

Permata legendaris ini biasanya ditemukan dalam pipa kimberlit (jalur lava gunung berapi tua yang sudah mati sejak 1 atau 3 milyar tahun yang lalu).

Harga berlian berkualitas top di pasaran permata bisa mencapai 15.000 per carat atau 200 juta/ct dan harga ini terus saja naik dari tahun ke tahun.

9. Serendibite - 240,5 juta per carat
Jika Berlian yang gemerlap berharga mahal barangkali tidak aneh, mineral di bawah ini tampilannya benar-benar bertolak belakang dengan Berlian. Hitam gelap dan seperti bukan dari planet ini.

Pertama kali ditemukan di Srilangka pada 1902 oleh Dunil Palitha Gunasekera yang kemudian dinamakan Serendib, dari bahasa Arab kuno yang artinya' Srilangka'.

Formula kimianya lumayan rumit buat dituliskan apalagi dibaca, tapi jika anda ingin mengetahuinya ini dia rumus kimianya: ((Ca,Na)2(Mg,Fe2+)3(Al,Fe3+)3[O2|(Si,Al,B)6O18]).

Serendibite - foto By Kelly Nash  CC BY 3.0
Selain di Srilangka batu ini ternyata ditemukan juga di Mogok yang sejak berabad-abad lalu terkenal sebagai 'The Capital City of Rubies' itu.

Kebanyakan kristal Serendibite bersifat opaque (tidak tembus pandang) tapi ia menunjukkan pleokroisme atau perubahan warna jika dilewati cahaya. Ada yang keemasan, coklat, hijau sampai biru.
Serendibite- foto DonGuennie CC BY-SA 4.0
Kekerasannya lumayan tangguh, 6,5 - 7 pada skala Mohs dan ideal dijadikan permata, namun karena kelangkaannya barangkali batu ini hanya diburu oleh para kolektor kelas ikan paus saja.

Harga terakhirnya mencapai 18.000 USD atau 240,5 juta per carat!

10. Grandidierite - 267,2 juta per carat
Batu yang ditemukan di Madagaskar ini selalu masuk dalam jajaran 10 permata paling langka di dunia dan jadi incaran spesialis kolektor batu langka.

Pertama kali ditemukan oleh ahli mineral Prancis bernama Alfred Lacroix di tahun 1902. Untuk menghormati seorang naturalis Alfred Grandidier batu ini kemudian dinamai Grandidierite.

Rough Grandidierite - By Rob Lavinsky, iRocks.com CC BY-SA 3.0
Sejak ditemukannya batu ini kemudian hanya ditemukan di beberapa lokal saja di seluruh dunia, termasuk di antaranya Malawi, Namibia dan Srilangka. Diperkirakan hanya ada bebera ratus biji saja yang sudah dijadikan permata.

Kekerasannya 7 - 7,5 pada skala Mohs, setara dengan Quartz atau Garnet. Mineral berkualitas permata kebanyakan berasal dari Madagaskar dan spesimen dengan kejernihan optimal sangat amat jarang dijumpai.

Jika ada kolektor kelas kakap membaca blog ini, harap waspada dengan Grandidierite opaque, karena jenis ini tidak berkualitas permata dan harganya tentu jauh dari Grandidierite berkualitas gemstone yang bisa mencapai 20.000 USD atau 267,2 juta rupiah/ct.

11. Taaffeite - 467,6 juta per carat
Satu lagi mineral yang langka terdapat di alam adalah Taafeite, mineral ini pernah salah diidentifikaskan sebagai Spinel, permata cantik jelita yang juga termasuk langka itu.

Pertama kali ditemukan tidak di dalam tanah, tapi di atas meja dan sudah di asah berupa permata di Dublin Irlandia tahun 1945. Saat itu batu ini dilabeli sebagai Spinel.

Taaffeite (foto Multicolor.com)
Setelah diadakan penelitian lanjut ternyata permata itu adalah mineral dari jenis yang sama sekali baru, tidak ada hubungannya dengan Spinel.

Dalam pengujian Taafeite menampilkan pembiasan ganda sementara Spinel cenderung tunggal sehingga Spinel memiliki tone warna yang tetap dilihat dari segala arah.

Batu ini ditemukan di Srilangka dan Tanzania, harganya mencapai 35.000 USD/467,6 juta per carat.

12. Red Diamond - 52,1 milyar per carat !
Ini dia permata yang menduduki rangking teratas sebagai permata paling mahal sejagat raya. Selain sangat mahal juga sangat langka, hanya ada 20 - 30 Red Diamond yang telah disertifikasi dan kebanyakan kecil-kecil, kurang dari 0,5 carat.

Red Diamonds 
Rekor harga tertinggi sebuah Red Diamond seberat 2,26 ct yaitu 2.7 juta USD atau 1.18 juta per carat! Berlian merah itu dilelang di balai lelang Sotheby pada tahun 2007.

Masih ada beberapa Red Diamonds yang ukurannya lebih dari 3 carat yang belum masuk balai lelang dan biasanya diperjual belikan secara tertutup sehingga bisa jadi luput dari pengamatan penulis blog ini.

Mouissaieff Red Diamond 
Red Diamond paling termahsyur adalah Mouissaieff Red Diamond. Ukurannya 5.11 carat, rough Berlian langka ini ditemukan tahun '90an di Brazil yang kemudian dibeli oleh Moussaieff Jewellers Ltd pada tahun 2011 seharga 8 juta dolar.

Sekarang harganya diperkirakan mencapai 20 USD (267,2 M) sekitar 52,1 milyar Rupiah/carat!

Nah, itulah kisah permata yang sangat unik dengan eksistensinya teramat langka dan harga yang ruarr biasa mahalnya. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Tulisan menarik lainnya:

9 Berlian Termahal di Dunia

Tsavorite, Garnet Hijau nan Cemerlang

Kembalinya Spinel, si Permata nan Jelita



Kamis, 16 Februari 2017

Display Cahaya dan Warna yang Tiada Duanya dari Krisoberil

Salah satu mineral yang banyak melahirkan batu permata nan menarik hati adalah Krisoberil. Kristalnya tersusun dalam bentuk ortorombik dengan derajat kekerasan yang handal.

Alexandrit - By Salexmccoy 

Kristal Krisoberil tersusun dalam sistem ortorombik dengan komposisi kimia BeA2O4 (berilium alumina oksida). Derajat kekerasannya mencapai 8,5 pada skala Mohs. Kekerasan yang membuatnya sangat andal terhadap segala goresan.

Krisoberil sendiri kebanyakan berwarna kuning, meskipun ada juga yang berwarna coklat, hijau atau orange. Kilapnya vitreous (seperti kaca) dan meskipun tidak segemerlap permata lainnya, Krisoberil merupakan sumber penting dari dua varietas yang tergolong langka dan mahal harganya.

chrysoberyl
Permata Krisoberil
Varietas Krisoberil itu adalah Alexandrite/Aleksandrit dan Cat’s Eye Chrysoberyl.
Keduanya digelari permata berharga sejak ribuan tahun lalu dan mereka memiliki kejutan indah yang akan membuat anda terpana. Apakah itu?

Alexandrit
Alexandrit mempunyai permainan warna yang luar bisa atraktif, ketika terkena sumber cahaya yang berbeda maka warnanya akan berubah seketika. Batu ini berwarna hijau di bawah sinar matahari lalu menjadi merah atau ungu kemerahan dalam cahaya artifisial.

Di kerajaan permata, tidak ada batu yang dapat berubah warna dalam sekejap dan sedemikian dramatik seperti yang ditampilkan Aleksandrit. Bagi pecinta permata batu ini adalah Zamrud di siang hari sekaligus Rubi di malam hari.

Chrysoberyl
Alexandrite
Alexandrit yang langka ini pertama kali ditemukan di pegunungan Ural, pada tahun 1830an dekat sungai Tokovaya, Rusia. Penemunya adalah mineralogis asal Prancis Nils Gustaf Nordenskiöld (1792 – 1866).

Mulanya dikira Zamrud, karena kebetulan ditemukan di daerah penambangan Zamrud di pegunungan itu. Oleh para ahli spesimen ini kemudian digolongkan dalam varietas Krisoberil/chrysoberyl.

Sesuai dengan nama Tsar Rusia yang masih remaja dan menjelang akan berkuasa waktu itu Alexander II (1818 – 1881) batu ini kemudian dinamai Alexandrite.

Karena perubahan warna yang tajam dan atraktif, dari hiijau ke merah yang juga warna bendera kerajaan Rusia, Aleksandrit dinobatkan sebagai permata resmi kerajaan Rusia.

Seperti yang telah dikatakan di atas, dibanding permata lainnya Aleksandrit adalah salah satu permata paling langka dengan perubahan warna yang paling dramatis.

Selain efek yang dinamai “Alexandrite Effect” itu ia juga memiliki sifat pleokroisma, yaitu permainan optik mineral, warnanya tampak berubah jika dilihat dari sudut tertentu. Fitur ini sama sekali independen dari kemampuannya berubah warna.

Chrysoberyl
Rough Alexandrite dari Tanzania
Karena depositnya semakin terbatas, kini Aleksandrit yang beredar tidak lagi dari tambang pegunungan Ural, kebanyakan dari Srilangka, Tanzania, kawasan timur Afrika dan Brazil.

Deposit baru juga ditemukan di tempat lain namun intensitas dan perubahan warnanya tidak sedramatis seperti yang diperoleh dari penambangan di pegunungan Ural, Rusia.

Simofan/Cymophane (Krisoberil Mata Kucing)
Keistimewaan paling terkenal lainnya dari Krisoberil adalah varietasnya yang berkatoyansi atau efek mata kucing pada permukaannya, terutama yang diasah dalam bentuk cabochon.

Varietas Krisoberil berkatoyan itu disebut Simofan/Cymophane yang harganya bahkan lebih mahal dari Aleksandrit karena eksistensinya yang memang lebih langka.

Efek mata kucing ini terjadi karena adanya senyawa inklusi berbentuk serabut halus di dalam mineral utamanya, umumnya lebih terang dan tajam dibandingkan dengan efek yang sama pada permata jenis lain.

Chrysoberyl Cat's Eye - By Stickpen 
Efek lain tak kalah hebat dari Mata Kucing Krisoberil adalah jika cahaya menerpanya dari arah yang berlainan, garis putih berkilau tadi akan terpecah dua, dan jika batu ini di’mainkan’ garis berkilau itu akan bergerak saling mendekat dan menjauh, sehingga seolah-olah permata itu berkedip kepada anda.

Selain itu Mata Kucing bermutu tinggi menampilkan display cahaya yang juga mengagumkan. Ketika cahaya terang menerpa salah satu sisinya, sisi bagian itu akan memancarkan warna putih sutra keperakan, sementara bagian lain warnanya tetap keemasan. Ketika batu itu diputar, kedua warna itu segera berganti posisi.

Chrysoberyl Cat's Eye foto by David Weinberg source img: Gemshare

Warna-warna Simofan bervariasi mulai dari warna honey (madu) coklat keemasan sampai hijau apel. Warna-warna kuning keemasan biasanya yang paling mahal.

Ketajaman dan kecerlangan efek katoyan pada permata ini juga menentukan nilainya, semakin cemerlang 'tali air'-nya maka harganya semakin mahal.

Popularitas Krisoberil yang tak pernah pudar
Srilangka adalah salah satu sumber Mata Kucing jenis Krisoberil ini dan sejak berabad-abad lalu di negeri itu ia menjadi benda berharga yang bernilai tinggi.

Orang Srilangka percaya Mata Kucing berkhasiat menolak marabahaya yang ditimbulkan oleh mahluk halus. Bagi kebudayaan lain, Mata Kucing sejak lama dianggap sebagai permata yang membawa keberuntungan.

Kedua permata indah ini memiliki penggemar yang berbeda, Chrysoberyl Cat’s Eye atau Simofan/Cymophane berkatoyan yang umumnya diasah cabochon lebih populer di kalangan pria.

Sementara Aleksandrit ternyata banyak digandrungi kaum wanita. Mungkin sesuai dengan sifat wanita yang tidak suka sesuatu yang monoton. Di Indonesia orang menyebut permata ini Batu Aleksander.
Alexandrite -By ภรณ์ทิพา-
Berhubung batu-batu ini termasuk langka dan sangat mahal, jika anda ingin memilikinya pastikan keaslian batu ini dengan menanyakan sertifikat dan gemlab mana yang mengeluarkan sertifikat batu ini.

Banyak batu-batuan tiruan yang tampaknya serupa namun ternyata jenis batu lain, bukan dari mineral Krisoberil, atau bahkan hanya mineral imitasi buatan manusia.

Krisoberil, dalam varietas apa pun memiliki derajat kekerasan 8,5 pada skala Mohs, sehingga ia sangat tahan goresan dan tahan lama, mudah perawatannya dan sangat cocok untuk pemakaian sehari-hari.