Tampilkan postingan dengan label Rubi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rubi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

3. Rubi Chaiyo - 448 juta USD

Rubi dengan ukuran fantastik ini memiliki berat luar biasa, sekitar 109.000 carat atau kira-kira setara dengan berat anak umur 7 atau 8 tahun.

Corundum-winza-17d.jpg
Rough rubi Tanzania, lisensi foto CC.BY-SA.3.0  (foto hanya ilustrasi, bukan Rubi Chaiyo yang sebenarnya, karena belum ada satu pun foto rubi itu yang beredar di dunia maya)
Taksiran harganya sekitar 320 juta poundsterling atau sekitar 448 juta USD, setara dengan 6.1 trilyun rupiah.

Origin Asia Tenggara, di daerah mana tepatnya masih diperdebatkan, bahkan ada yang mengatakan dari Afrika tapi ada juga yang mengatakan batu ini dibeli di perbatasan antara Myanmar danThailand.

Beberapa orang yang skeptis menuding batu ini palsu alias rubi hasil olahan di suatu tempat di Myanmar.

Kecuali berbagai spekulasi yang beredar, batu ini memang sangat misterius. Dipenuhi cerita skandal dan persengketaan kepemilikan.

Eksistensinya antara ada dan tiada, belum ada seorang pun yang bisa melacak eksistensinya, keberadaannya sekarang bahkan tidak diketahui. Rubi Chaiyo menghilang di awal tahun 2000an.

Spekulasi yang beredar batu itu dicuri dengan melibatkan anggota militer Myanmar. Meskipun belum bisa dibuktikan kebenarannya, ada slentingan batu ini sekarang jadi milik pribadi dan tersimpan aman di sebuah deposit box di Laos.

Apapun kebenarannya, Rubi raksasa ini pastilah salah satu batu sangat langka dan paling berharga yang pernah ada dan ditemukan di era sekarang.

Tulisan sebelumnya (bag 2) - tulisan berikut (bag 4)

Tulisan menarik tentang Rubi:

Kilau Rubi, Rajanya Batu Permata

Tidak Hanya di Burma, Rubi Juga Dihasilkan di Negara Ini


Jumat, 24 Februari 2017

Tidak Hanya di Burma, Rubi Juga Dihasilkan di Negara Ini

Burma atau Myanmar memang masyhur dengan tambang dan kualitas Rubi  yang dihasilkannya. Tempat penambanganya yang legendaris terletak di kota kecil bernama Mogok.
Fascinating Rubies, origin: Mozambique
Meskipun legendaris, tidak berarti Rubi dari tambang termashyur itu otomatis semuanya berkualitas bagus. Rubi berkualitas tinggi tetaplah sebuah permata langka dan tidak mudah untuk mendapatkannya.

Selain Burma atau Myanmar ternyata Rubi juga ditemukan di tempat-tempat lain, berikut beberapa tempat yang juga menghasilkan Rubi, permata yang dalam bahasa Sangsekerta di sebut 'Ratnaraj' atau rajanya batu permata.

Indochina
Di kawasan Indochina, deposit Rubi  terdapat di Vietnam dekat perbatasannya dengan China. Tambangnya terletak di sebelah utara Ha Noi. Tambang itu dibuka pada tahun 1983 dan di Luc Yen di tahun 1987.

Luc Yen, Vietnam
Rubi Vietnam umumnya berwarna merah dengan bayangan keunguan. Antara bulan November 1989 dan Maret 1990, lebih dari 3 juta carat Rubi dan Pink Safir berhasil ditambang dari salah satu daerah itu.

Dikatakan kualitasnya sebanding dengan Rubi Burma. Akan tetapi banyak yang pula yang menilai tingkat kejernihannya masih di bawah saudaranya dari Mogok itu.

Pasar batu di Luc Yen, penjualnya kebanyakan wanita paruh baya. Pasar ini mulai beroperasi sekitar tahun 1992 dan sekarang menjadi atraksi turis yang mencoba mengadu peruntungannya dengan membeli rough Rubi yang diperjual-belikan di pasar itu.
Rubi Vietnam kualitas terbaik memang hampir mendekati Rubi Mogok dengan merah yang mantap, namun sejak awal 1990-an Rubi yang dihasilkan kebanyakan berwarna merah pinky.

Sayangnya deposit Rubi jernih dan berkualitas kian jarang didapat di negara itu. Hal yang menyebabkan Rubi dengan asahan facet jarang lagi diproduksi di Vietnam.

Kawasan penghasil Rubi di Vietnam
Hanya beberapa tahun setelah deposit permata ini ditemukan, Rubi Vietnam kualitas terbaik bisa dikatakan telah menghilang di pusat-pusat penjualan batu permata.

Orang-orang luar yang mencari Rubi di negara ini ibaratnya bertualang ketika mereka berusaha mencari Rubi berkualitas bagus di negeri yang beribu kota di Ha Noi ini.

Thailand dan Kamboja
Pemasok utama Rubi lainnya adalah Thailand dan Kamboja, Rubi dari kedua negara ini biasanya berwarna merah tua sampai kecoklatan. Kandungan besinya yang tinggi pada Rubi Thailand dan Kamboja membuat permata yang dihasilkannya tergolong jernih.

Namun tingginya kadar besi itu menyebabkan berkurangnya tingkat kecemerlangan, bagi sebagian orang Rubi Thailand dan Kamboja seperti Garnet (Biduri Delima) dengan cahaya bening seperti kaca.

Rubi Thailand
Jarang ditemukan deposit Rubi dengan kandungan rutil yang memberi efek translucent (semi transparan) atau efek kilap sutra. Meski begitu, ‘Mirah Siam’ yang khas ini dianggap Rubi terindah kedua setelah Rubi Mogok dan disukai di Amerika.

Srilangka
Sejak dahulu kala Srilangka terkenal sebagai penghasil permata dengan gemerlap yang mengagumkan. Di sini banyak ditemukan berbagai permata yang indah. Di antaranya Safir dan tentunya juga Rubi.

Rubi-rubi terbaik kelas dunia pernah di temukan di negara yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Buddha ini.

Meskipun kebanyakan Rubi Srilangka tone atau warna bayangannya cenderung  pink, namun Rubi berkualitas tinggi dari negeri ini hampir tidak bisa dibedakan dengan saudaranya dari Mogok.

Tingkat kecemerlangan Rubi Srilangka termasuk kuat dan Rubi dengan efek asterisme (Rubi Star) juga tak jarang ditemukan di sini.

Rubi Star Srilangka dengan tone warna magenta yang mantap.
Selain negara-negara di atas, deposit Rubi juga ditemukan di Pakistan sebelah utara di daerah Lembah Hunza, juga di  Kashmir, Tadjikistan, Laos, Nepal, India, dan Afghanistan.

Sementara Rubi India di ditambang di daerah Mysore dan Orrisa, deposit  kristalnya besar-besar dengan banyak mineral pengotor di dalamnya. Tetapi tetap saja tampak indah jika dijadikan  manik-manik (beads) atau diasah dalam bentuk cabochon.

Madagaskar
Sejak lama negara ini dikenal sebagai ‘surganya mineral’. Tanahnya kaya dengan berbagai mineral berkualitas permata. Namun hasil utama negara pulau ini adalah blue dan pink Safir.

Tambang Rubi di Madagaskar terletak ribuan kilo meter dari kota pelabuhan Vatomandry dan Andilamena. Kualitas Rubi dari Vatomandry umumnya lebih baik dari Andilamena. Di mana yang pertama mendekati kualitas Rubi Burma dan yang kedua warnanya lebih gelap.

Rubi Madagaskar - untreated
Deposit Rubi dengan kandungan rutil yang berpotensi menghasilkan Rubi Star juga ditemukan di negara yang terletak di Samudra Hindia ini.

Secara umum kebanyakan rough dari kedua tambang itu telah melalui perlakuan khusus dengan teknik pemanasan (heated) untuk meningkatkan kejernihan atau keindahan warnanya.

Benua Afrika
Rubi juga ditemukan di benua Afrika. Di Mozambique salah satunya,  Kenya dan Tanzania juga menghasilkan Rubi.

Jika depositnya cukup bersih (tidak banyak tercampur mineral lain) warna Rubi Kenya dan Tanzania akan indah dan kuat, di mana variasi warnanya dimulai dari merah muda sampai merah tua.

Rough Rubi Tanzania
Namun di kawasan ini pun Rubi dengan intensitas warna, kejernihan, kemurnian, dan ukuran terbaik pun sangat langka ditemukan sehingga jarang dibentuk facet.

Itulah beberapa negara yang tanahnya diketahui mengandung deposit Rubi, bagaimana dengan Indonesia, adakah tambang Rubi di Indonesia?

Sayang sekali, sampai sekarang belum pernah ditemukan deposit batu ini di tanah air, namun jangan khawatir, negara kita sangat kaya dengan berbagai mineral, termasuk mineral berkualitas permata yang unik dan langka.

Banyak batu asli Indonesia ini yang tak kalah indah dan menarik, menunggu untuk segera dan diangkat ke dalam blog khusus pecinta permata ini.

Baca juga:
Mogok yang Terkenal Sebagai 'The Capital City of Rubies'


Mogok yang Terkenal Sebagai 'The Capital City of Rubies'

Rubi menyandang nama besar sejak berabad-abad yang lalu, si Raja Permata nan merah menawan itu jadi favoritnya para raja, ratu dan kaum bangsawan. 


Ruby
Rubi
Dari manakah Rubi berasal? Setelah sebelumnya berkenalan dengan Rajanya Permata, dan permatanya para raja ini, sekarang mari kita berkelana ke negeri-negeri eksotik penghasil batu mulia itu. Bagi yang belum sempat mengenalnya silahkan menjumpainya di sini.

Mogok
Sejak berabad-abad yang lalu, Myanmar atau yang dulu bernama Burma terkenal sebagai salah satu penghasil aneka permata indah paling terkemuka, Rubi hanya salah satunya.

Adalah sebuah kota bernama Mogok, dimana Rubi dengan kualitas terbaik dihasilkan dari area-area tambang di kota kecil ini.

Selamat datang di negerinya Raja Batu Permata
Penambangannya sudah dimulai sejak zaman batu dan tersohor dengan kualitas menakjubkan permata Rubi yang dihasikannya.

Tak heran jika orang bertanya di mana Ibu Kota Rubi? Jawabnya adalah: Mogok. Selain kuantitas, deposit Rubi dari tambang termahsyur ini umumnya merah jernih dan bersih.

Mogok Rubies
Rubi Mogok, 3.13 carats dan  9 cm Photo: Jeff Scovil
Rubi dengan tone warna merah yang nyaris sempurna banyak dihasilkan daerah ini, dalam istilah dagang dikenal dengan nama Pigeon Blood (merah dengan sedikit bayangan keunguan) .

Pigeon Blood dari Burma memiliki intensitas/kedalaman dan tone warna yang mantap dengan tingkat kecemerlangannya yang mengagumkan.

Rubi Mogok
Tambang Rubi di Mogok sudah dikenal sejarah sejak lebih dari 1.000 tahun lalu dan dari sinilah tempat asalnya banyak permata Rubi dengan kualitas terbaik dihasilkan.

Tingkat dispersi Rubi Mogok terkenal tinggi, sehiingga dengan kekuatannya memantulkan sinar, Rubi dari Mogok tetap terlihat dalam berbagai kondisi cahaya. Kecerlangannya hanya dikalahkan oleh Berlian.

Di samping Rubi jernih berkualitas dunia, Mogok juga menghasilkan Rubi Star dengan kualitas terbaik yang hampir tiada tandingannya.
Rubi Star - Mogok
Mong Hsu
Kemudian sejak tahun 90an sampai sekarang Mong Hsu (kota kecil lain di timur laut Myanmar) menjadi pemasok penting sejumlah besar Rubi yang banyak diperjual-belikan di Thailand.

Namun banyak yang mengatakan kualitas Rubi dari Mong Hsu (dibaca: Maing Shu) belum setara dengan Rubi Mogok.

Meski tetap indah dan cemerlang, deposit atau rough-nya cenderung menampilkan dua warna, yaitu merah dengan inti ungu gelap.

Mong Hsu
Untuk menimbulkan warna merah seperti seharusnya, Rubi Mong Hsu biasanya dikenakan perlakuan khusus. Yaitu dengan memanaskannya (heat-treated) dalam suhu tertentu selama waktu yang tertentu pula.

Teknik pemanasan kadang dilakukan sampai tingkat hampir mendekati titik lelehnya. Hal ini dimaksudkan agar berbagai zat inklusi atau pengotor ‘teraduk’ secara lebih merata ke seluruh bagian mineral induk. Sehingga dihasilkan Rubi dengan kerjenihan dan intensitas warna yang lebih merata.
Contoh spesimen Rubi Mong Hsu dan jejak-jejak hasil pemanasan yang dilihat dengan lup berkekuatan minimal 10 X.
Perlakuan non alami ini masih bisa diterima di pasar internasional batu permata, di mana Rubi hasil treatment kategori H (heated) masih tetap dihargai cukup mahal. Namun ada juga yang merasa Rubi Mong Hsu tetap harus dibedakan dari Rubi Mogok.

Sekedar anda tahu, hampir semua Rubi di pasaran adalah hasil treatment. Ruby non-treated  tentu saja tersedia namun anda harus membayar dengan harga yang jauh lebih tinggi untuk mendapatkannya.

Ada satu lagi tambang baru di Myanmar, tepatnya di Nanyazeik, provinsi Kachin. Namun deposit yang dihasilkan tampaknya belum cukup banyak, terlalu cepat untuk mengatakan daerah ini sebagai salah satu sumber penting permata Rubi, setidaknya untuk saat ini.

Baca juga:
Kilau Rubi, Rajanya Batu Permata
Batu Safir, Cuts dan Kualitas Terbaik si Permata Kahyangan


Jumat, 17 Februari 2017

Kilau Rubi, Rajanya Batu Permata

Cinta, gairah hidup, dan kekuasaan terangkum dalam permata merah bernama Rubi. Tidak salah, merah adalah simbol cinta, yang memancarkan kehangatan, vitalitas, dan gairah hidup.


Rubi Star (courtesy Washing DC Natural History Museum)
Dalam bahasa Sangsekerta Rubi adalah 'Ratnaraj' yang artinya rajanya batu permata. Di dunia gemstones yang penuh pesona gemerlapan ini Rubi memang penguasa sejati yang tak perlu diperdebatkan lagi.

Batu ini memiliki segala persyaratan yang lebih dari cukup untuk menyandang julukan itu. Kilau, derajat kekerasan dan keindahannya nyaris tak tertandingi dan eksitensinya sudah sangat melegenda.

Dari segi harga, Rubi dengan kualitas terbaik sekarang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta per-caratnya di mana harga ini terus meningkat saja dari waktu ke waktu.

Spesimen Rubi yang fantastik, origin Tanzania by Rob Lavinsky (img source: iRock)
Hampir sepanjang kurun, sejak ribuan tahun lalu permata merah merona ini dinobatkan sebagai salah satu batu mulia paling berharga di seantero jagad.

Warnanya yang fantastik, kekerasan yang handal (9 pada skala Mohs), kecemerlangan yang luar biasa, dan sebagai pelengkap, eksistensinya yang boleh dibilang teramat langka, terutama untuk Rubi berkualitas prima.

Dengan keunggulan karakter fisik dan kimia yang dimiliki Rubi serta kelangkaannya maka bersama Berlian, Safir, dan Zamrud, Rubi digolongkan ke dalam precious stones atau batu mulia di jajaran batu permata.

Warna merah pada Rubi lebih terang dari permata lain kecuali Spinel. Kilapnya yang gemerlap, terutama untuk Rubi yang merah jernih, termasuk kilap adamantin (kilap bagai berlian).

Selain julukan rajanya permata, julukan lain baginya adalah permata bangsawan alias the nobel’s stone. Karena Rubi adalah batu mulia kedua terbanyak yang dikoleksi kaum bangsawan setelah Berlian
.
Ruby
Rubi
Rubi hadir dalam berbagai nuansa merah, merah tua gelap, merah kecoklatan, sampai merah pinky. Rubi dengan warna merah sedikit tone ungu dikenal sebagai piegon’s blood, termasuk Rubi yang mahal harganya

Takdir Rubi nampaknya hanyalah keindahan, dia terlahir untuk menjadi cantik dan warna adalah segalanya. Keindahan utamanya memang terletak pada warna merah dan gemerlapnya yang setara berlian.

Karenanya hal itu kadang membuat Rubi lebih mahal dari sebutir berlian berkualitas baik dengan ukuran yang sama.

Sementara kejernihan (transparansi) adalah hal penting berikutnya. Mengapa? Karena seperti Safir, meskipun Rubi banyak yang opaque (tidak jernih atau tidak tembus cahaya), namun keindahannya tetaplah sangat membius mata!

Ruby
Rubi Mogok
Walaupun batu mulia ini banyak diasah dalam bentuk berjenjang (facet), lebih banyak lagi Rubi dibentuk cabochon (bentuk kubah di sisi atasnya). Bentuk asahan cabochon lebih digemari utamanya jika permata ini mengandung mineral rutil.

Rubi dengan mineral rutil jika diasah cabochon akan menimbulkan efek katoyan (mata kucing) atau bahkan asterik (bintang) yang bercahaya sutra atau perak berkilauan.

Rubi
Ruby Star dari Srilangka
Bintang pada Rubi biasanya berjari enam atau terkadang berjari dua belas. Safir pun demikian, dalam kaitannya dengan permata biru itu bahkan konon ada Safir langka dengan bintang bersayap lima.

Asal nama Rubi
Permata indah ini mendapatkan namanya dari bahasa latin ‘ruben’ yang berarti merah. Mineral induknya korundum (dari bahasa Tamil Sinhala, ‘korundam’ yang artinya juga merah). Masih satu keluarga dengan Safir yang mineral induknya juga korundum.

Rubi di Indonesia dikenal sebagai Mirah atau Biduri Mirah Delima. Namun ada sebagian yang membedakan kedua istilah itu. Biduri Mirah adalah sebutan bagi Rubi merah tua sangat terang, sedangkan Biduri Mirah Delima ialah Rubi merah muda atau merah jambu bernuansa silky (kilap sutra nan sangat halus).

Harga Rubi di pasaran
Harga rubi di pasaran sangat bervariasi, rubi-rubi yang kecil bisa saja diperoleh dengan harga ratusan ribu rupiah atau kurang.

Spesimen lebih besar dengan warna dan kejernihan di atas rata-rata dapat dengan mudah melejit ke kisaran puluhan juta atau bahkan ratusan juta/carat-nya untuk Rubi yang benar-benar berkualitas tinggi.

Perawatan
Rubi adalah batu yang keras, dipakai setiap hari bertahun-tahun sekalipun permukaannya tidak akan gores saking kerasnya. Namun ketukan yang telak harus dihindarkan karena batu ini bisa retak atau bahkan pecah.

Membersihkannya cukup dengan air sabun dan sikat lunak atau bisa juga dalam mesin penggetar. Sebaiknya Rubi disimpan tersendiri atau tidak dicampur dengan batu yang lain, karena batu ini dapat menggores batu apa saja kecuali intan. Bagian pertama dari dua tulisan.