Tampilkan postingan dengan label Moonstone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moonstone. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2018

Informasi Seputar Rainbow Lattice

Mari kita berkenalan dengan Rainbow Lattice, permata unik dan langka dengan pola geometris dan warna-warni nan ilusif.


Rainbow Lattice
Rainbow Lattice - googleimage
Begitu uniknya pola batu ini, so unnatural atau seperti hasil rekayasa manufaktur alias kreasi manusia belaka. Bagai mineral dari planet lain alias seperti permata milik alien.

Permata dengan inklusi super unik adalah kombinasi yang langka antara Sunstone (Aventurine) dengan Moostone (Biduri Bulan), komposisinya terdiri dari 75% mineral ortoklas dan 25% albit.

Memang sangat unik, inklusinya tersusun seperti potongan-potongan atau anyaman warna-warni bagai pelangi yang terperangkap di dalam bongkahan resin.

Rainbow Lattice - foto by Rainbowlatticesunstone CC BY-CA 4.0
Tidak heran jika pertama kali melihat batu ini orang akan bilang "Hey, bagaimana cara membuatnya?" Padahal batu ini benar-benar hasil karya dari sebuah fenomena alam.

Bersama permata Feldspar lainnya, Rainbow Lattice seolah meneguhkan feldspar sebagai mineral penghasil permata dengan display dan special effect cahaya yang mengagumkan.

Sejarah Penemuan Rainbow Lattice
Permata ini ditemukan tahun 1985 di sebuah gurun terpencil di Australia tengah di Herts Range, timur laut Alice Springs oleh Darren Arthur dan Sonny Manson.

Ketika itu mereka sedang melakukan eksplorasi di sana dan tertegun dengan deposit yg belum pernah mereka temukan dan lihat sebelumnya.

Dunia belum mengenalnya, sampai hasil penelitian Gemological Institute of America (GIA) batu ini diidentifikasi dan dinyatakan sebagai permata jenis baru pada tahun 1989.

Bisa jadi inilah batu jenis paling baru terlangka dan paling indah yang pernah ditemukan. Lebih spesial lagi batu ini hanya terdapat di wilayah yang dulunya dirahasiakan di tanah jadi milik suku Aborigin itu.

Rainbow Lattice
Rough Rainbow Lattice
Darren Arthur adalah veteran di bidang perbatuan, ia seorang gemologis, pebisnis mineral dan ahli lapidary dengan pengalaman lebih dari 45 tahun.

Selain Rainbow Lattice Darren juga menemukan mineral permata yang cukup unik seperti Garnet Star, Prase Opal (Kalimaya Hijau neonn tanpa kembang) dan Evergreen Opal (Opal polos dengan hijau lebih gelap).

Informasi lengkap tentag Opal/Kalimaya silahkan klik di sini.

Deposit Rainbow Lattice ditambang tidak pernah menggunakan alat berat dan bahan peledak melainkan dengan menggunakan tangan dan peralatan sederhana seperti sekop atau cangkul.

Hasil galian kemudian dibersihkan dengan air dan disortir di bawah sinar matahari untuk memilih mineral yang mengandung inklusi hematit dan magnetit.

Rainbow Lattice
Rainbow Lattice dalam gosokan cabochon
Sebagai penghormatan atas lingkungan dan suku Aborigin di wilayah itu, para penambang mengupayakan area yang sudah ditambang dikembalikan ke kondisi naturalnya.

Spesimen dengan kejernihan dan inklusi yang clear/jelas termasuk sedikit ditemukan sehingga eksistensinya di dunia gemstone termasuk langka.

Rainbow Lattice dalam Mineralogi
Menurut penelitian pada tahun 1989, inklusinya merupakan kristalisasi dari zat penyusup, penyusup itu adalah ilmenite untuk yang berbentuk heksagonal dan segitiga berwarna hitam dan hematit untuk serpihan inklusi berwarna oranye.


Dengan kian berkembangnya iptek, penelitian terakhir menunjukkan bahwa inklusi hitam itu sebenarnya mineral Magnetit (Badar Besi mengandung magnit yang masih saudara Hematite).

Efek aventurensi atau "sunstone effect" pada permata ini ditimbulkan oleh inklusi hematit yang berbentuk heksagonal memanjang dan segitiga yang terletak pada satu bidang di dalam mineral.

Pada spesimen tertentu inklusi berwarna orange atau orange kemerahan ini membuat 'air batu' memancarkan cahaya kemerahan khas permata Sunstone.

Sementara inklusi magnetite (besi oksida) menciptakan efek kisi-kisi warna-warni. Inklusi ini tersebar saling silang pada satu bidang pada tingkat kedalaman yang berbeda-beda.

Inklusi magnetit ini seringkali terosksidasi dan mengalami perubahan fisik (alterasi) yang menimbulkan efek cahaya pelangi (iridensi). Magnetit yang tidak ter-alterasi tetap berwarna hitam seperti warna Badar Besi pada umumnya.

Berikut adalah jajaran permata feldspar dengan permainan cahayanya yang mengagumkan :

Cahaya Keemasan si Biduri Surya

Permata dengan Semburat Sinar Rembulan

Labradorite, si Permata Aurora

Permata menarik lainnya :

Ini Dia Batu Delima Langka dari Afrika

9 Berlian Termahal di Dunia

Keindahan dan Warna-warni Pietersite


Jumat, 23 Februari 2018

Sunstone, Permata dengan Cahaya Emas nan Abadi

Batu yang indah ini berwarna coklat orange kemerahan dengan percikan warna kuning emas atau merah aurora yang diselingi aneka warna biru dan hijau muda.

Sunstone terbentuk dan mengkristal di dalam aliran lahar panas. Warnanya kristalnya bervariasi  mulai dari bening, kuning, pink yang lembut, oranye, sampai coklat kemerahan. Kadang terdapat pula Sunstones dengan warna hijau tua atau biru, namun varietas ini cukup langka.

Batu yang bagaikan berselimut cahaya keemasan nan abadi ini sangat dicari-cari orang sejak zaman dulu kala, karena selain pesona percikan cahaya indahnya ia pun dianggap memiliki khasiat tertentu.

Percik-percik warna metalik dari dalam batu ini disebabkan oleh inklusi tembaga, hematit atau pirit. Ada yang tampak jelas secara kasat mata ada pula yang sangat halus sehingga hanya bisa dilihat oleh alat bantu semacam lup.

Sunstone
Sunstones, origin India foto: artesana_703
Meskipun aventurine kebanyakan berwarna hijau, Sunstone juga dikenal sebagai aventurine feldspar  atau heliolit, dari bahasa Yunani 'helios' untuk matahari dan 'litos' yang berarti batu, di Indonesia namanya bisa jadi macam-macam, Akik Surya misalnya.

Sejarah permata ini termasuk sangat tua, batu ini ditemukan di kuburan-kuburan orang Viking di Eropa Utara. Mereka yakin batu ini adalah sarana dan pemandu bagi roh mereka dalam perjalanan  menuju Valhalla setelah mati.

Menariknya, batu yang dimaksud oleh bangsa Norwegia kuno itu kemunginan besar adalah iolit dan bukannya Sunstone seperti yang kita kenal sekarang ini.

Paus Clementus VII (1478 - 1534) dikenal memiliki sebuah Sunstone dengan lingkaran keemasan yang bergerak-gerak di permukaannya laksana pergeseran matahari mulai dari terbit sampai tenggelamnya.

Suku asli Amerika di Oregon memanfaatkannya sebagai alat tukar dalam perdagangan mereka. Sunstone Oregon kemudian diputuskan menjadi permata resmi negara bagian ini pada tahun 1887. Oregon memang salah satu penghasil Sunstone yang cukup dominan.

Selain Sunstone dengan warna dasar coklat oranye dengan inklusi keemasan, Oregon juga menghasilkan Bicolor Sunstones atau Sunstone dua warna. Sehingga untuk mengoptimalkan keindahannya batu ini diasah dalam bentuk yang cenderung bebas termasuk digosok secara tumbled (glundungan).
Sunstones Oregon dan ragam nuansa warnanya (foto: Wiki)
Sunstone digunakan oleh orang-orang Tibet dalam ritual penyembuhan sebagai sarana bagi para roh mengakses kekuatan matahari. Ketika kontak dengan para arwah berhasil, batu ini konon memancarkan cahaya kuning keemasan.

Ahli terapi kristal yakin Sunstone dapat meningkatkan personalitas seseorang dan mampu melenyapkan depresi. Dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa lain, batu ini dikait dengan berkah, keberuntungan dan nasib baik.

Sunstone Dalam Mineralogi
Sunstone adalah anggota dari group permata feldspar dari kelompok plagioklas dan masih saudara semineral dengan Moonstone dan Labradorit. Silahkan klik link-nya bagi anda yang belum sempat membaca tentang kedua batu di atas.

Feldspar adalah unsur yang paling banyak terdapat di kerak bumi, hampir dua pertiga dari tanah yang anda pijak mengandung zat feldspar. Rumus kimia umum Sunstone adalah (Ca,Na)((Al,Si)2Si2O8) dengan sistem kristal triklinik.

Feldspar tidak hanya penting dalam pembentukan tanah tapi juga menghasilkan aneka bebatuan berkualitas permata dengan tampilan yang khas dan fenomenal. Seperti Moonstone (Biduri Bulan) atau Labradorit.

Kerlap-kerlipnya bak percikan cahaya matahari yang berkilauan, hal ini disebabkan inklusi kepingan-kepingan logam sangat halus yang menyusup ke dalam kristalnya. Logam-logam itu bisa berupa tembaga, hematit, atau pirit yang warnanya kuning berkilat seperti emas.

Jika terkena cahaya, jutaan partikel logam inklusi yang amat halus itu pun memercikkan cahaya bagai bunga api yang benar-benar sangat indah. Gemolog menyebut efek spesial ini 'schiller effect', para penambang permata di Afrika menyebutnya 'flowers'.

Sunstone
Untuk mengoptimalkan permainan cahayanya batu ini biasanya di potong dan dibentuk cabochon. Sunstone dengan warna yang lebih dalam terkadang diasah dalam bentuk facet/bersending untuk menampilkan kilaunya yang fantastik.

Sunstone dengan warna lebih gelap ada yang memiliki jalur-jalur beraneka warna sementara Sunstone yang lain menampilkan gejala pleokroisma atau permainan warna jika dipandang dari sudut yang berbeda.

Dimana Batu ini Ditambang?
Biasanya deposit batu ini terdapat dekat  di permukaan tanah pada areal  bebatuan vulkanis yang melapuk. Penambangannya dengan memilah batu-batu itu dengan alat sederana seperti sekop. Terkadang penambang menggali lubang-lubang dangkal untuk mencari material mentahnya.

Di Amerika Serikat batu ini ditambang di wilayah Warner Valley, Oregon. Ciri khas Sunstone daerah ini adalah warnanya yang merah oranye terang karena kandungan tembaganya yang tinggi.

Depositnya terdapat juga di India, Canada, Tanzania, Tibet, Madagaskar, Norwegia, dan Rusia. Sunstone Madagaskar termasuk unik karena terkadang menampakkan asterisme (star/bintang).

Jenis yang indah, langka, dan termasuk baru ditemukan adalah Sunstone rdari Tibet yang pertama kali diangkat dari tanah pada tahun 2002. Ditemukan di bagian tengah negara para bhiksu itu di sebuah pegunungan yang sangat terpencil.

Sebagian orang menyebutnya 'Andesin', nama yang mengacu pada penemuan mineral sejenis di aliran lahar Pegunungan Andes, Bolivia, pada tahun 1881. Dikenal juga sebagai Andesin China, Andesin Tibet, Labradorit Andesin, atau Labradorit Merah.

Sunstone atau si Biduri Surya bersama Moonstone sang Batu Bulan dan Labradorit, adalah permata-permata nan cantik keturunan feldspar. Masing-masing permata itu bermain dengan pendar, percik dan kemilau cahayanya nan sensasional, magis dan ilusif.

Labradorit dan Rainbow Moonstone
Pendar-pendar cahaya pelangi nan ilusif (Labradorit), kilau percik cahaya mentari (aventurin/andesin), atau anggunnya sinar rembulan (adularia), adalah pesona alami yang mereka miliki.

Efek spesial yang mereka bawa dalam kerajaan permata itu bahkan memiliki nama-nama khusus yang tampaknya ditujukan hanya bagi permata-permata feldspar itu sendiri.

Pendar dan permainan cahaya pada Moonstone disebut adularensi, pendar warna-warni pelangi pada Labradorit disebut labradorensi, dan pada Aventurin/Sunstone disebut aventurensi.

Masih ada saudara Sunstone yang tak kalah indahnya dengan special effect yang juga mempesona namanya Lattice Rainbow yang sebenarnya masih termasuk Sunstone namun dengan inklusi yang khas.

Special effect dan permainan cahaya itu menjaikan feldspar sebagai salah satu mineral penting penghasil permata dalam kerajaan batu permata yang penuh pesona ini.

Derajat kekerasan pada Sunstone berkisar antara 6 sampai 6,5 pada skala Mohs. Meski cukup tangguh namun anda harus berhati-hati mengenakannya agar tidak mudah tergores oleh benda lain yang lebih keras.

Permata indah lainnya:

Aquaprase 'saudara kembar' Bacan dari Afrika

Keajaiban Turmalin, Batu dengan Sejuta Warna

Cintamani, si Permata Antar Bintang

Kamis, 23 Februari 2017

Moonstone, Permata dengan Keindahan Cahaya Rembulan

Dalam mitologi Romawi Kuno, batu nan bercahaya putih neon ini konon diciptakan oleh para dewa dari cahaya Bulan yang dibekukan.
Spesimen Moonstone dari Srilangka by Parent Géry  (source: wiki.commons)
Tak heran, karena permata bernuansa lembut ini kilapnya memang indah dan sangat memukau bagaikan cahaya Sang Rembulan si empunya malam.

Moonstone atau Biduri Bulan termasuk salah satu permata keturunan mineral felspar. Rumus kimianya KAlSi3O8 – NaAlSi3O8 – CaAl2Si2O8.

Felspar merupakan mineral paling banyak yang terdapat di tanah, sekitar 60% kerak Bumi terbentuk dari felspar, di mana felspar tergolong mineral tektosilikat pembentuk batuan.

Dari mineral ini dilahirkanlah berbagai permata dengan special effect seperti yang dimiliki Moonstone. Felspar memang mineral penting di dunia perbatuan, karena selain Moonstone ia juga melahirkan batu-batu permata dengan pendaran cahaya indah yang luar biasa.

Moonstone by Wouter Hagens
Display cahayanya disebabkan gabungan dua tipe felspar, yaitu tipe ortoklas dan tipe plagioklas (adularia/felspar kalium dan albit/felspar sodium). Kedua tipe ini tersusun lapis demi lapis, di mana keduanya memiliki indeks bias yang berbeda.

Jika lapisan-lapisan ini tipis maka akan muncul warna kebiruan, sedangkan jika lapisan itu tebal maka yang muncul adalah warna atau pendaran cahaya neon.

Permainan warna khas ini disebut adularisasi atau bahasa sononya ‘adularescence‘, efek khusus dengan daya tarik magis yang hanya dimilikinya.

Warna-warni pada Moonstone
Meski ciri khas Moonstone warnanya jernih kebiruan permata ini juga hadir dalam berbagai warna. Mulai dari bening sampai abu-abu, coklat, kuning, hijau, atau pink. Namun yang paling umum berwarna neon atau cahaya bulan.

Biduri Bulan

Warna yang dimiliki Moonstone

Tingkat kejernihannya (clarity) bervariasi mulai dari jernih (transparent) sampai agak berkabut/semi transparan (translucent) dan bahkan opaque (tidak tembus cahaya).

Batu dengan kualitas terbaik dan paling mahal biasanya memancarkan pendar cahaya kebiruan, sangat jernih, dan bening (tak berwarna).

Masih ada‘saudara-saudara’-nya yang termasuk turunan felspar. Namun hanya beberapa jenis saja yang berkualitas permata. Antara lain Mikrolin (Amazonite/Biduri Uma), Labradorit dan oligoklas (Aventurin/Sunstone/Akik Surya), yang nanti akan dibahas satu persatu.

Moonstone
Amazonit-Labradorit-Aventurin
Ada turunan felspar lain dengan efek adularesensi yang mirip Moonstone tapi dengan pendar cahaya pelangi. Di  gemstones market nama komersialnya Rainbow Moonstone.

Secara ilmu mineral batu ini sebenarnya termasuk Labradorit, karena susunan kimianya lebih cenderung ke plagioklas (felspar sodium) daripada ortoklas (felspar kalium).

Rainbow Moonstone
Moonstone dengan kualitas tinggi sekarang termasuk langka. Srilangka, India, Tanzania, Madagaskar, dan Myanmar adalah tempat mereka ditemukan.

Jenis yang berharga sangat mahal, ditemukan di Myanmar dan Madagaskar, pendaran cahayanya putih kebiruan.

Rough Moonstone dan yang sudah digosok cabochon.
Untuk memaksimalkan efek spesial yang dimilikinya Biduri Bulan yang cantik ini biasanya diasah oval cabochon. Adularisasi akan tampak lebih jelas dalam bentuk gosokan ini, di mana dasarnya digosok sejajar dengan lapisan-lapisan di dalamnya.

Moonstone dalam mitologi
Batu ini sejak dahulu diselimuti berbagai mitos, mistik dan magic dan sejak jaman dulu pula banyak yang memakainya untuk dijadikan semacam ajimat keberuntungan.

Di India Moonstone diangggap batu dengan kekuatan supranatural. Di beberapa negara Arab para wanitanya gemar menyematkan Moonstone pada busananya, di sana dia dianggap simbol dari kesuburan (fertilitas).

Sementara dalam budaya-budaya Barat ia dikaitkan dengan gairah asmara (romance), cinta dan fertilitas, hingga sekarang pun masih dipergunakan dalam terapi crystal healing.

Moonstone
Selain mempengaruhi gairah asmara, konon ia membawa keberuntungan, menguatkan intuisi, membawa kesuksesan baik dalam karier dan romance.

Lebih dari semua itu, Moonstone termasuk benda buatan alam nan berharga, aura keindahannya berkesan sensual dan memabukkan. Sehingga siapa saja yang melihatnya akan langsung terpikat dan jatuh hati pada pandang pertama☺

Di dunia perbatuan, Moonstone tergolong semi precious stone, namun ada juga yang berharga sangat mahal karena keunikan, kelangkaan dan keindahannya.

Batu dengan sistem kristal monoklin ini berat jenisnya 2,56-2,59 dengan derajat kekerasan 6 pada skala Mohs. Agar kilapnya awet, jangan taruh Moonstone bercampur dengan permata jenis lain, supaya dia tidak mudah tergores.

Baca juga: Labradorit, Keindahan si Permata Aurora

***